
Kerajaan Timur
Azoya bersama dengan pelayan setianya Yuri, dan di kawal beberapa pengawal kerajaan sedang berkunjung ke Kediaman Pangeran Arthur. Dengan mengendarai kereta kuda biasa demi keselamatan agar tidak terlalu mencolok dan mengundang mata jahat yang bertebaran dimana mana. Dengan pasti dirinya melangkahkan kakinya di Kerajaan Timur.
Beberapa hari ini, Pangeran Arthur terlihat sedikit sibuk sehingga tak banyak kesempatan untuk bisa selalu bersamanya. Meskipun terkadang Pangeran Arthur sering curi curi waktu di pertengahan malam untuk menghampiri Permaisurinya itu. Ke esokan pagi dirinya harus bergegas kembali ke Kerajaan Timur.
Iya beberapa bulan belakangan ini, Arthur memimpin Kerajaannya kembali, Karena 3 bulan sebelumnya, Kerajaan Timur di serang oleh mata mata Kerajaan musuh.
Penyerangan tersebut mengakibatkan Kaisar Gui mengalami luka luka yang cukup serius di bagaian belakang punggungnya, sehingga kesadarannya melemah dan dirinya mengalami koma karena kehilangan banyak darah
Sementara itu, Ibu Permaisuri syok dan pingsan. Dirinya sempat jatuh sakit, atas insiden tersebut,
Berkat kekuatan Pangeran Arthur di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Timur sekarang mengalami kestabilan kembali. Kesehatan Kaisar berangsur pulih begitupun dengan keadaan ibu Permaisuri.
Saat Kerajaan stabil, Azoya menyusul Pangeran Arthur bersama dengan pelayan dan beberapa pengawal Kerajaan Naga.
Ada binar kebahagiaan di matanya. Berharap kehadiran dirinya bisa membuat kejutan kebahagian di hati suaminya itu akan kehadiran dirinya.
Dengan langkah kaki yang cukup besar, Azoya sangat antusias sekali ingin bertemu Pangerannya.
" Nona jalannya pelan-pelan nanti anda terjatuh " teriak Yuri khawatir.
" Aku tidak sabar ingin menemui Pangeran Arthur Yuri " ujar Azoya bersemangat.
Entahlah, selama beberapa bulan ini rasanya Azoya tak tahan berjauhan dengan suaminya itu. Rasa cintanya perlahan semakin hari semakin tumbuh dan bersemi kini telah terbentuk di dalam hatinya.
__ADS_1
Langkah kakinya terhenti, dengan senyum bahagianya, Azoya ingin mengetok pintu Kadiaman tersebut...
Ha ha ha..
Ha ha ha...
Samar samar, Azoya mendengar suara lain di dalam ruangan Pangeran.
Tangannya terhenti,
" Hahaha, Pangeran ekspresimu lucu sekali, bagaimana bisa aku melakukannya jika kau seperti itu" Terdengar suara tawa yang sangat Asing di telinganya di dalam Kediaman Pangeran
Deg,
" Be-bersama siapa Pangeran? " lirih Azoya pelan
Hosh.. Hosh hosh!
" Nona, Kenapa anda masih berdiri di luar? " ujar Yuri sembari mengatur nafasnya karena sebelumnya Azoya sedikit berlari larian karena bahagia akan menemui Pangeran.
Akan tetapi, raut wajah Azoya pun kini sekarang berubah sangat pias, semangat yang menggebu seakan lenyap ketika dirinya berada di depan Kediaman Pangeran Arthur Sendiri.
" Nona, Ada apa? " tanya Yuri memastikan
Sekali lagi, suara itu terdengar, Kali ini Suara Pangeranlah yang Dominan.
__ADS_1
" Akhh..Lakukanlah dengan benar, Aku yang akan menuntunmu " Suara yang sedikit tegas tapi telihat hangat di dengar.
" Nona itu...? " Ujar Yuri terkejut saat mengetahui Pangeran Arthur sedang berbicara dengan seseorang di dalam Kediamannya.
Kriek...
Pintupun terdorong, beruntung pintu tersebut tak terkunci dari dalam.
" Pangeran..?" lirih Azoya pelan.
Matanya kini menangkap pemandangan yang ada di dalam ruangan tersebut.
Tubuhnya sedikit bergetar,
Pangeran Arthur terkejut melihat kehadiran Permaisurinya itu.
" Pangeran, Siapa dia ?" Tanya Putri Anastasya lembut
" Permaisuri...?" Perlahan Pangeran Arthur melangkah menghampiri Permaisurinya tersebut.. " Aku sangat terkejut kau kemari! " Arthur langsung meraih tubuh Permaisuri Azoya dengan binar bahagia di hatinya, dan mendekapnya lembut.
" ....." Azoya hanya diam tak merespon ucapan Pangeran Arthur, matanya kini menatap sosok wanita yang beberapa saat yang lalu merangkul lengan Pangeran Arthur.
.
.
__ADS_1