
######SEBELUM BACA, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK TERLEBIH DAHULU####
______
Terpesona!
Ya.. Mungkin hanya kata itu yang pantas terucap di hadapan mata Pangeran Avery.
Gween perlahan berdiri dari dalam air, dengan tubuh yang basah, air kolam yang tak terlalu dalam mempermudahkannya untuk bergerak. Gween dengan hati-hati melepas pakaian panjang yang menutupi dirinya..
Tanpa ia sadari. Pangeran Avery terus memperhatikannya...
Sangat cantik...Dia bersinar, pancaran wajah yang sangat putih dan bercahaya.
Seakan menghipnotis matanya.
Jantungnya berdetak... Seakan merasakan sesuatu.
Pangeran Avery begitu sangat tertegun.
Tiba saja, kedua mata itu saling bertemu.
Gween yang sadar jika dirinya di perhatikan.
Perlahan berjalan menghampiri Pangeran Avery.
Avery yang merasa, Gween menuju ke arahnya hanya terdiam.
Bagai terhipnotis, tangannya menerima uluran Gween.
Saat hendak membalas perbuatan Pangeran Avery, dengan segera Avery membalikkan tubuh Gween, dan mendekapnya.
" Tidaklah semudah itu " bisik Pangeran Avery " Siapa kau sebenarnya? " Pangeran Avery merasa Gween bukan lah perempuan biasa. Ada sesuatu yang di tutupi oleh Gween. Begitu pikirnya.
" Apa maksudmu? " Gween tak percaya , pertanyaan apa yang di lontarkan Pangeran Avery terhadapnya. Jelas dirinya tau, jika ia adalah Gween.
" Lepaskan aku " berontak Gween.
" Tidak. Setelah kau menjawab pertanyaanku" Avery masih bersihkukuh dengan pertanyaannya.
__ADS_1
" Kau! Keterlaluan.. Lepaskan aku! " Gween berusaha melepaskan diri dari dekapan yang sangat kuat dari Pangeran Avery.
" Hanya Keturunan Dewa dan Dewi memiliki aura seperti itu. Dan auramu sama persis seperti.... " Ucapan Avery menggantung, dirinya hampir saja membuka identitas asalnya
" Seperti apa maksudmu? Dewa dan Dewi apa yang kau maksud? " Gween merasa Avery berbicara sudah tak masuk di akal.
" A-auramu... " Pangeran Avery masih tertegun, " Sama persis seperti Ibu Dewi " gumamnya dalam hati. Avery banyak mengenal para Dewa dan Dewi langit, tak ada satupun yang bersinar seperti ibunya, yang memiliki kecantikan yang luar biasa, bahakan di seluruh alam semesta.
Hanya.. Hanya... Perempuan ini yang memiliki aura yang sama seperti ibundanya. Dia sangat cantik...
Avery, tak bisa berkedip, selalu ingin memandangnya.
Sementara itu , Gween yang melihat Pangeran Avery sedang melamunkan sesuatu, dengan cepat berusaha melepaskan dekapannya, dan berhasil melepaskan diri dari Pangeran Avery.
Sedangkan Pangeran Avery, menggenggam telapak tangannya sendiri,
Tangannya masih sama merasakan sesuatu seperti sebelumnya. Setiap sentuhan fisik yang terjadi di antara keduanya, akan mengalirkan aliran yang sangat asing. Seperti tersengat sesuatu, tidak terasa sakit... Tapi aneh..
Masih merasakan ke anehan itu, Pangeran Avery merasakan tangannya sendiri.
" Perasaan apa ini " gumamnya dalam hati.
Gween menghela nafasnya.
" Haish sudahlah.... " Gween dengan cepat mengeringkan baju yang ia kenakan, menggunakan kekuatan sihirnya.
" Kau tau, kau lancang sekali membongkar penyamaranku! " gertak Gween kesal
Mereka kini bersandar dengan dinding-dinding pavilliun.
" Kenapa kau menyamar?" Avery sangat penasaran ada hal apa yang di tutupi oleh perempuan yang ada di sampingnya saat ini.
" Menghindari perselisihan " ujar Gween jujur.
" Boleh aku mengetahuinya? "
" Hmm.. " Matanya kini menatap Pangeran Avery, Gween yakin laki-laki ini tidak akan mengumbar sesuatu yang buruk dan tidak tidak tentNngya. " Baik.. Asal dengan satu syarat"
" Apapun itu... " Avery sudah sangat siap untuk mendengarkannya.
__ADS_1
Gween pun akhirnyamenceritakan semuanya penyabab dirinya merubah penampila ini.
" Saudaramu? " tanya Avery tak percaya.
Gween menganggukan kepala.
" Kau takut dengannya " Avery sengaja meledek Gween.
" Apa! Tentu saja tidak " bantah Gween dengan cepat.
" Lalu..? "
" Mereka saudaraku. Keiriannya membawa kejahatan dan sifat yang buruk. Dengan mengalah, perlahan aku bisa membuatnya berhenti mencoba melakukan cara yang licik untuk menyingkirkanku! Aku cukup bertahan dengan seperti ini.. " lirih Gween pelan.
" Kenapa tidak membalasnya? Kau tau, memberi pelajaran tidaklah buruk " Pangeran Avery mencoba memberi saran untuk Gween bangkit.
" Bagaimanapun juga, dia saudaraku "
Gween menundukan kepalanya di antara kedua lututnya.
Pangeran Avery tau, jika Gween sangat tertekan dengan perubahan sifat seperti ini. Seperti halnya kebebasan yang terenggut paksa.
Avery seraya mendekat dan menenangkan Gween, ia raih tubuh Perempuan itu, dan menariknya ke dalam tubuhnya, dengan perlahan Gween bersandar di tubuh Pangeran Avery. Entah mengapa, ada perasaan aneh di dirinya. Gween seperti menemukan kedamaian disana.
Hatinya melunak. Perasaannya sangat tenang.
Untuk sesaat mereka saling mendekap.
" Ilmu sihir seperti apa yang kau buat untuk menenangkanku? " ujar Gween masih dalam pelukan Pangeran Avery.
" Apa? " Avery tak menyangka, Gween akan berucap seperti itu. ucapan Gween berhasil mengejutkan dirinya. Bisa-bisanya gadis ini berbicara tentang sihir.
" Jangan memikir kan sesuatu yang tidak-tidak... " Avery sengaja menyentil kepala Gween, " Sihir apa yang kau maksud? Tidak ada sihir yang kugunakan" ujar Pangeran Avery santai.
" Hei... kau menyentil dahiku, Keterlaluan..." Protes Gween.
# Jangan lupa, LIKE , COMEN, DAN VOTENYA!
\=>Tuan Putri Yang Jelek mengucapkan, Selamat menunaikan ibadah puasa ! Mulai besok kita semua akan memasuki bulan suci Rahmadhan. Semoga kalian tetap dalam perasaan bahagia, dan limpahkan kesehatan yang baik. Aamiin!!!
__ADS_1