TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
PANGERAN ZHOU XUAN ZHEN !


__ADS_3

Sebelum baca, jangan lupa jejaknya !


.😘😘😘😘😘😘😘😘


.........


Di sisi lain, Arthur sedang duduk di ruangan kerjanya, pikirannya kini berkelana ke mana mana. Dirinya sangat tidak konsen untuk melakukan pekerjaan, Arthur saat ini sedang memikirkan Azoya wanita yang sangat ia cintai itu.


Arthur sebenarnya tau kemana Azoya pergi. Bukan Arthur namanya jika dirinya tidak mengetahui apapun tentang Permaisurinya itu.


Sambil mengetuk ngetuk meja kerja,


Arthur beranjak dari duduknya, dan bergegas melangkahkan kakinya keluar dari ruang tersebut.


Sementara itu, Ibu Permaisuri berjalan hendak berkunjung ke dalam Ruangan Kerja Pangeran Arthur.


Tapi tak mendapati keberadaan anaknya.


" Pergi kemana Pangeran ?" tanya ibu Suri, matanya mengedar keseluruh ruangan , tapi tak menemukan keberadaan Putranya itu.


Saat hendak membalikan tubuhnya, Permaisuri melihat beberapa pengawal kerajaan berjalan sedang patroli .


" Kalian, kemari !" panggil ibu Permaisuri


" Hormat kami Permaisuri "


Kedua Pengawal tersebut berjalan dan menghadap Permaisuri, mereka dengan serentak menundukan kepalanya.


" Apakah kalian melihat Kemana Pangeran Arthur ? Kenapa Pangeran tidak ada di dalam ?" tanya ibu Permaisuri tegas.


" Maaf Permaisuri. Sepertinya Pangeran beberapa saat yang lalu sudah pergi keluar dari istana, tapi kami tidak mengetahui apapun selanjutnya. Kami tidak berani bertanya " ujar Pengawal kerajaan tersebut, masih menundukan pandangannya.


" Baiklah kalian bisa kembali " titah ibu Permaisuri


" Baik Permaisuri "


Kedua pengawal tersebut pun berlalu meninggalkan ibu Permaisuri yang berdiri tegak di depan Ruangan Kerja Pangeran Arthur.


" Pergi kemana Pangeran malam malam begini ?" gumam Ibu Permaisuri sedang kepikiran.


***


Di sisi lain , saat malam semakin larut.


Sosok berjubah memasuki sebuah kawasan hutan.


" Salam Tuanku " ujar sosok misterius .


"" Ada apa kau memanggilku? " tanya seseorang berjubah


" Tuan suasana di Kerajaan Kegelapan sedang kacau, Tuan harus segera kembali menangani situasi tersebut. Keturunan dari Raja kegelapan telah kembali. dan mengahancurkan Kerajaan kita. Motif mereka sebenarnya ingin balas dendam, dan merebut kembali istana Kegelapan dari genggaman anda Tuan !" sambung sosok misterius tersebut


" Aku akan kembali Kekerajaan Saat matahari terbit. Persiapkan semuanya "


" Baik Tuan , "


" Agares !!" gumamnya. Sambil mengepalkam kedua tangannya dengan erat

__ADS_1


Di Kerajaan Naga.


Kaisar Arlong sedang menghela nafasnya sesaat. dan memikirkan keberadaan Putrinya itu.


Kaisar sudah membaca surat yang di kirim oleh Putri Azoya.


Yang mengatakan bahwa Putrinya tersebut telah pergi ke Kerajaan Langit.


Kaisar Arlong belum sepenuhnya mengetahui yang sebenarnya, rasanya Azoya belum siap menceritakan segalanya.


Di Kerajaan Langit,


"Ini adalah Kediaman anda Putri" ujar Salah satu Dayang


Azoya masuk ke dalam ruangan tersebut.


Ada rasa takjub dari dalam dirinya saat mengamati setiap sudut Ruangan yang di tempatinya saat ini.


Nuansa warna yang sangat kalem, dan juga elegant,


Memanjakan pandangan matanya, Azoya sangat suka.


Tubuhnya kini berjalan menghampiri ranjang yang berukuran King Size, sangatlah besar untuk seukuran dirinya seorang.


Perlahan Azoya menyentuh Ranjang itu yang sangat halus dan lembut, dan menghempaskan tubuhya di sana.


Untuk sesat Azoya memejamkan matanya, kesejukan Ranjang yang ia rasakan, perlahan membuat dirinya terlelap.


Dayang yang meras Tuan Putrinya sudah tidak memberikan perintah, memberanikan diri melirik sekilas ke arah Tuannya itu.


" Apa Tuan Putri sudah tidur ?" gumamnya dalam hati.


Ke esokan paginya,


Azoya telah menyelesaikan ritual mandinya.


Di bantu oleh beberapa dayang istana.


Yang telah melengkapi segalanya,


Setelah itu, salah satu dayang yang mengantarkan dirinya semalam, menghampiri Azoya .


" Tuan Putri, biarkan hamba membantu mengeringkan dan menata rambutnya "


Azoya yang melihat sekilas pun, mengizinkan dayang itu membantunya.


Dayang tersebut dengan cekatan memberikan pelayanan pada rambut Tuannya itu, dengan Sebuah Pengasapan yang beraroma terapi menenangkan, membuat Azoya sangat menikmatinya.


" Siapa namamu ?" tanya Azoya, sambil meriasi wajahnya di cermin.


" Nama hamba Dayang Sumbi Tuan Putri ! ujarnya sambil terlihat fokus menata rambut Milik Putri Azoya.


Seketika, Azoya menghentikan jarinya, seperti mengingat sebuah Cerita Legenda yang ada di dunianya "Aku baru tau jika di Khayangan , Nama Dayang sumbi sepopuler itu" gumamnya dalam hati.


" Namamu bagus !" ujar Azoya tersenyum. dan melanjutkan aktifitas merias dirinya..


" Terimakasih Tuan Putri "

__ADS_1


Dayang tersebut sangat senang karena dirinya telah di puji oleh seorang putri Kerajaan yang sangat di nantikan. Awalnya mereka merasa jika Tuan Putrinya tidak lah seramah ini. Tapi saat mengenal dan bersama Tuannya, Dayang tersebut merasakan sebuah kehangatan.


Sekilas Dayang sumbi melirik ke arah wajah Tuannya itu, yang saat ini sedang tak tertup sebuah cadar.


" Ternyata Tuan Putri sangatlah cantik di balik cadarnya kemarin " Gumam Dayang Sumbi tersenyum.


Tentu saja Azoya mendengar guamaman dari Dayang tersebut.


Saat selesai menata Rambutnya, Azoya beranjak. Dayang itu mengantarkann Putri Azoya untuk menuju sebuah Perjamuan


**


Ruang Perjamuan.


Tampak di ruangan tersebut, Pormasi makan sudah sangat teratur.


Tatanan meja yang sangat rapi dan begitu besar, membuat Azoya terperangah, bukan hanya itu saja yang membuatnya terkejut. Hidangan yang ada di meja itu juga yang membuat dirinya tak bisa berkata kata. Pasalnya di atas meja tersebut, telah terhidang berbagai menu yang sangat banyak di sana.


Raja Zhen dan Dewi Xia sudah berada di sana.


Azoya memberi hormat kepada keduanya.


Begitu juga dengan Kedua Pangeran Kerajaan Langit. Mereka sudah berada di sana.


Saat hendak memberi salam, matanya terhenti saat dirinya melihat sosok lain yang berada di sana.


" Dia adalah kakak tertuamu, Pangeran Zhou Xuan Zhen " ujar Dewi Xia menjelaskan.


Azoya memberi salam dan berusaha menghormati orang yang dia anggab lebih Tua darinya.


Pangeran Zhou Xuan Zhen pun tersenyum ramah terhadap adik bungsunya itu.


Ada perasaan bahagia di hatinya . Saat Adik kecilnya itu telah kembali ke dalam keluraga kerajaan , yang selama ini di nanti kehadirannya oleh Istana Langit .


Mata Azoya kini tanpa sengaja melirik ke arah Pangeran Xian Zhen, dirinya melihat sebuah tatapan ketus dari Pangeran.


" Apa dia masih marah padaku? " gumam Azoya dalam hati.


Rasanya melihat Pangeran Kedua seperti itu, berbeda sekali saat pertama kali dirinya bertemu, tutur kata yang sopan dan penyayang. Ternyata keasliannya seperti seorang anak kecik yang sedang marah.


Azoya terkekeh geli dalam hatinya.


Mengetahui jika Azoya sedang meledeknya.


Pangeran Xian Zhen menghela nafasnya sesaat.


" Apa kah adikku ini sudah puas meledeknya ?" ujar Pamgeran Xian Zhen pelan.


Saat ini, Azoya tepat duduk di tengah tengah kedua Pangeran, Jadi dirinya bisa mendengar ucapan Pangeran Xian Zhen yang berada di sampingnya.


" hmm.." ujar Azoya pelan


Raja Zhen menatap Putrinya itu.


#


****LIKE, COMENT, DAN VOTENYA JANGAN LUPA YA !!

__ADS_1


Support kalian sangat berarti buat Author** !


__ADS_2