
### SEBELUM BACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK###
Di BAB ini silahkan membaca ulang, , di wajibkan membaca dengan sangat fokus, dan santai.
Karena ada beberapa kata penjelasan yang tidak bisa di baca secara tergesa gesa.
( CHAPTER LEBIH BANYAK, BAB SEBELUMNYA BAHASA MATA YANG TER UPLOD SUDAH DI HAPUS. ITU ADALAH TEKS YANG SALAH, )
Ini pembaruan nya!
.
Selamat membaca!
🍂🍂
.Seluruh keluarga Kerajaan kini berkumpul di Perjamuan istana. Namun ada juga yang berhalangan.
Disana sudah ada
Raja Thedors itu sendiri, Permaisuri Thedors, Para Selir, dan juga beserta para Pangeran dan juga selir mereka.
Raja Thedors memiliki 3 orang Putra, dari istri sah dan juga dari seorang Selir. .
Istri sah Raja Thedors sendiri adalah Permaisuri Hayna,
Gelarnya sangat tinggi di Kerajaan Thedors, setara dengan Raja.
Permaisuri Hayna disebut sebagai " Maharani".
Ia menjadi panutan, dan pembimbing. Mendirikan sebuah pendidikan bagi Putra-Putri bangsawan lainnya di Kerajaan Thedors. Mengajarkan tata krama, dan berbagai etiket kerajaan.
Untuk selir sendiri, Raja Thedors memiliki 3 orang Selir Kerajaan.
Selir Pertama, adalah Selir Rum, Selir Anne, dan Selir Fellipe.
Sementara itu, untuk keturunanya.
Putra pertama terlahir dari Permaisuri Hayna Hayden, yaitu adalah Pangeran Heros Hayden, Dimana saat ini dirinya tidak hadir di perjamuan.
Putra Kedua terlahir dari Selir ketiga, Selir Fellipe, Pangeran Vittorio Zaitian.
Yang terakhir adalah, Putra Mahkota, Putra kedua dari Permaisuri Hayna, dan Putra ketiga Raja Thedors, Pangeran Helios Hayden.
Helios Hayden di angkat sebagai Putra Mahkota karena kemampuannya, sedangkan Putra Kedua Pangeran Vittorio Zaitian ia bukanlah anak dari istri sah, dimana pangkatnya sebagai anak seorang Selir tidaklah tinggi. Untuk Putra pertama sendiri, yaitu Pangeran Heros Hayden, ia tidak bisa menjadi Putra Mahkota.
Kedua Pangeran belum memiliki ikatan Pernikahan, seperti halnya Helios.
__ADS_1
Dan para Selirny Helios pun juga ada disana, ikut menghadiri perjamuan di istana,
Yang pertama Selir Alceena Jace, Putri Yunani, Selir kedua Selir Liana, Putri dari Mentri Keuangan. dan ketiga Selir Agacia Kalandra, seorang Putri Mahkota, bergelar bangsawan di sebuah kerajaan yang di taklukan Helios.
Ketiga selir tersebut duduk berdampingan , Sementara Helios Hayden sendiri, duduk disisi kiri sang Raja, dari Pangeran Kedua Pangeran Vittorio Zaitian lalu dirinya, bersama ketiga Selir-selirnya.
Untuk Permaisuri, ia berdampingan di sisi kanan sang Raja, di sampingya ada, Selir Pertama Selir Rum, Selir Anne, dan Selir Fellipe, Lalu Rose, dan juga Panglima Avyram, beserta Putri Hellena, Putri Hera, dan juga Putri Gweenievere.
Acara perjamuan tersebut sangat mewah.
" Terimakasih sudah berkenan hadir untuk perjamuan ini Avyram " ujar Sang Raja ramah, seolah ia memanggil Panglima adalah sahabat dekatnya.
" Baginda seharusnya kami lah yang berterimakasih atas perjamuan ini. Suatu kehormatan bagi keluarga kami bisa hadir di acara perjamuan ini" Panglima Avyram berusaha merendahkan diri.
" Haha.. kita semua adalah keluarga bukan. " ujar Raja, matanya tak sengaja melirik ketiga Putri yang ikut bersama Panglima Avyram" Hm.. oh ya, ternyata kau memiliki Putri-putri yang cukup bersinar. Tak terasa usia semakin tua, generasi muda semakin bertambah. "
" Baginda benar sekali, usia akan pudar seiring waktu, " mereka pun tertawa seraya saling melempar kata dan bersenda gurau.
Perbincangan di perjamuan pun, membuat Gween merasa sangat bosan.
Tak sengaja matanya melirik seorang Pangeran yang cukup memberi kesan buruk kepadanya.
Dengan ke isengannya, Gween mengedipkan matanya kepada Pangeran Helios.
Berniat untuk menjaili didepan para Selirnya.
" Cih.. Dasar anak kecil" gumam Helios pelan.
"Siapa yang kau bicarakan.. " bisik Pangeran Vittorio Zaitian.
" Bukan Apa-apa " jawab Helios datar.
" Cih.. Apa kau mau menyembunyikan sesuatu dariku? Kau ini... " Lalu Pangeran Vittorio pun tak sengaja menangkap kemana arah pandang Helios menatap.
Pangeran Vittorio mengira jika Hellios sedang menatap Hellena, dirinya pun mengunggingkan senyumnya.
" cantik... " bisiknya.
" Siapa yang kau maksud? " tanya Helios mengernyitkan keningnya.
" Kau sedang menatap Perempuan itu bukan? " Vittorio sedikit melirik ke arah Hellena " Gadis dengan pakain serba Hijau, dan tak mungkin kau menatap gadis di sebelahnya, yang mengenakan cadar tipis, lihatlah bajunya berantakan sekali " ujar Pangeran Vittorio mengkritik pakaian dan penampilan Gween.
Memang benar, Gaun yang di kenakan Gween terlihat tak begitu rapi, saat menunggang kuda, dirinya menggunakan kecepatan penuh, Sehingga penampilannya sangat tak beraturan sedikit, Gween sudah semampu mungkin memperbaikinya, meski sedikit tak secantik penampilan kedua saudara kembarnya itu, penampilannya pun masih terbilang Normal.
Helios terdiam tak mengindahkan ucapan Pangeran Vittorio.
Sementara itu, Hellena merasa seperti kedua Pangeran Sedang meliriknya, menjadi salah tingkah.
__ADS_1
Ia sedikit menundukan kepalanya, seakan malu-malu.
Ia menutup setengah bagian wajahnya dengan kipas kecil yang ia genggam.
Dan sedikit melirik k arah Pangeran Helios.
Pangeran Vittorio yang sedari tadi memperhatikan tingkah Hellena menjadi terpikat.
" Anggun sekali... " gumamnya dalam hati.. " Hei.. sayang sekali kau menyukainya terlebih dahulu, jika aku yang terlebih dahulu mengenalnya, pasti aku akan mendekatinya " ujar Pangeran Vittorio, Pangeran kedua ini terkenal suka sekali mempermainkan Perempuan, tapi ia juga seorang Pangeran yang cukup baik jika menyangkut tentang Persaudaraan. Dirinya tak gila jabatan, seperti halnya saudara di Kerajaan lainnya.
Di sisi lain, Gween yang merasa jika Helios seperti menjelekkan dirinya, memberi tatapan yang sangat dingin.
Seakan bisa merasakan perasaan mengintimidasi,
Helios kembali menatap Gween.
Akan tetapi Gween sudah tak mempedulikannya lagi
Dari pertemuan di antara dirinya dan gadis itu, Helios sudah merasakan firasat buruk.
" Ck.. Apa kau memiliki dendam terpendam terhadapku? " gumam Helios dalam hati, "entah mengapa, Hellios merasa Gween seperti membenci dirinya, tapi juga ingin mempermainkannya. Hellios tau itu, Hellios bisa membaca niat buruk seseorang. Jika Gween sengaja mengedipkan mata tethadapnya, untuk menarik simpati dan ketidak sukaan para selirnya.
Gween mendengar kabar, jika ketiga para Selir Hellios adalah para wanita pecemburu.
Jadi untuk membuat boomerang bagi Helios, Gween sengaja memancing kecemburuan para Selirnya.
Alih-alih memancing kecemburuan, Gween mendapatkan respon menjengkelkan dari Helios.
Selesai Perjamuan, Gween di minta Permaisuri Hayna untuk menemani dirinya,
Cukup lama mereka berbincang, semakin lama Permaisuri semakin menyukai kepribadiannya..
Setelah perbincangan itu selesai, Gween berjalan-jalan di taman istana, di saat ia telah selesai bincang-bincang, Ibu Rose, dan kedua saudara kembarnya masuk menemui Permaisuri.
Mereka semua sedang berbincang.
Sedangkan Gween, mencari udara segar di luar kerajaan, ia berjalan menuju taman istana belakang, di sana hamparan bunga-bunga cukup luas. Dan berbagai ornamen Kerajaan terukir indah.
Dulu, saat ia sering berkunjung ke istana, ikut melihat pelatihan sang ayah, jika dirinya merasa bosan, Gween pasti akan sering datang kesini.
Sudah sangat lama, tapi taman ini tak berubah, masih sama.
Kesejukannya, keindahannya, selalu menenangkan pikiran.
# Jangan Lupa, Like, Comen, dan Votenya.
______
__ADS_1