
Bukan salahnya....
Tentu bukan salahnya......
__
" Apa wajah suamimu ini sebagai Dewa Agung sangat tak memikat hatimu hemm...?" Arthur terus mendekat , sembari menghembuskan nafasnya....
" i..itu...aku..." Azoya gugub, dirinya sangat bingung mau berbicara apa....
"" Pa-pangeran........" Azoya terbata, sembari menelan air liurnya sendiri. Azoya sedikit merinding melihat tatapan tajam suaminya.
Dan dengan segera, Azoya berusaha dengan cepat mencari cara supaya dirinya ini tidak disudutkan.
" Hekhemm.... " Azoya mencoba mengeluarkan suaranya, untuk menghilangkan kegugupannya. Dengan segera Azoya memalingkan wajahnya dan menghadap ke arah lain.
" Itu salahmu sendiri, tentu bukan kesalahanku " Ujar Azoya ketus.
" Apa !" Arthur dengan cepat menarik perlahan pergelangan tangan Permaisurinya itu saat hendak berdiri.
" Kamu mau kemana hem ? Aku tidak memberimu izin untuk beranjak. Dan , kesalahan seperti apa yang Permaisuri ini maksud ?" ujar Arthur memandang lekat wajah Permaisurinya itu.
" Apa-apaan ini, masihkah aku harus menjelaskannya !!" Azoya berdecak kesal dalam hatinya..
" Dewa Agung yang terhormat... Suamiku ! Pangeranku ! Apa dirimu ini pikir , istrimu ini seorang peramal, yang bisa menebak siapa orang yang ada di hadapanku saat ini dengan wujud lain ? Bahkan meski ilmuku hampir melampaui batas dari rata-rata manusia dan Dewa, Sadarkah suamiku ini.. jika diriku tidak bisa menebak ! Kekuatanmu lebih tinggi sebagai Dewa Penguasah. Me-meski aku telah menggunakan mata ketiga sekalipun, Pangeran tau, tak pernah sekalipun aku berusaha mencari jati diri seseorang selama ini, jika bukan hatiku merasa memang itu dirimu" ujar Azoya mengerucutkan bibirnya, sangat malu.
" Apa...Mata ketiga ? Jadi....." gumam Arthur dalam hati, menyunggingkan senyumnya sekilas.
" Hekhmm... Baiklah kali ini aku menerima alasan darimu !" ujar Arthur dengan wajah yang merona. Arthur merasa senang.
Arthur mendekap erat Permaisurinya itu.
__ADS_1
" Dewi.... Dewi Zoya ! " lirih Arthur pelan.
" Ba bagaimana Pangeran mengetahuinya ?" ujar Azoya terkejut.
" Apa yang tidak aku ketahui tentangmu " ujar Arthur sembari menghadapkan wajahnya dengan Azoya begitu sangat dekat.
" Apa Dewa sedang menyindir diriku ?" ujar Azoya mebatap Pangeran Arthur tajam dan menyelidik.
" Tidak.. " Dengan cepat Arthur langsung mengecup bibir merah mudah itu, Arthur sengaja melakukannnya, supaya Permaisurinya itu tidak melontarkan kata-kata yang pedas untuk dirinya.
Azoya sangat terkejut atas tindakan suaminya itu .
" Permaisuri.. Bolehkah..!" bisik Arthur pelan.. sembari mengelus perut Azoya,
Sebenarnya Azoya masih kesal dengan suaminya itu . Tapi rasa rindu dan keinginannyapun juga membutakan segalanya.
" Ka-kanndunganku sudah cukup kuat.. Sepertinya tidak apa-apa " ucap Azoya bersemu merah.
Lalu Arthur membungkukan tubuhnya, seraya mengecup perut Permaisurinya itu yang kini sudah ia singkapkan, dan berhasil menampilkan perut yang sudah sedikit menonjol itu.
Meskipun dalam keadaan hamil, Azoya masih memiliki penampilan yang sangat tak tertebak , semua orang tidak akan menyangka, jikalau dirinya kini sedang berbadan dua. Azoya sendiri sangat pandai sekali mempadu padankan tubuhnya dengan gaun yang membuat efek ramping terhadapnya, tanpa harus menyesakkan perutnya.
" Sayang,, Ayah Dewa akan mengunjungi kalian...." ujar Arthur seraya mengecup berkali kali perut mulus Permaisurinya itu, sehingga menimbulkan Efek geli bagi Azoya, akibat ulah suami Dewanya itu....
" He-hentikan itu sangatlah geli...." ujar Azoya merona.
Tatapan mata keduanya saling bertemu. Arthur terkekeh. dan beranjak menghadap Permaisurinya itu.
Arthur perlahan mulai melepas semua balutan yang sedang di kenakan oleh Azoya. Begitupun dengam balutan yang ia kenakan, Arthur melepas jubah kebesarannya.
Sehingga malam panjang pun mereka lalui dengan sangat panas, dan gairah keduanya pun begitu sangat memuncak.
__ADS_1
Ruangan tersebut di penuhi dengan suara khas orang yang sedang di mabuk cinta.
Peluh keduanya pun berrcucuran kemana-mana. Untuk kesekian kalinya Arthur melakukan penyatuan tersebut..
☁☁
Waktu pun berlalu...
" Sayang... " Arthur mengelus lembut puncak kepala Permaisurinya itu. yang saat ini tidak menggunakan sehelai benang yang melekat di tubuhnya.
Perlahan Azoya mengerjabkan matanya.
" Hari ini, Persiapkan dirimu ! " ujar Arthur lembut.
Azoya pun menganggukan kepalanya .
# Hayo kalian semua yang masih setia sampai Bab ini.
Aku ucapkan terimakasih banyak iya atas support setia kalian buat LIKE, Comen, dan juga Votenya.
Sampai sejauh ini. aku benar benar sangat bersyukur banget atas kehadiran kalian semua.
Aku itu sebenarnya lagi galau gitu guys.
Ceritanya ini hampir mendekati ending.
Em...
menurut kalian ada yang setuju gk kalo Tuan Putri Yang Jelek Ini akan segera berakhir ?
Aku tunggu respon dari kalian semuanya iya.
__ADS_1
Terimakasih...