
## SEBELUM BACA!! JANGAN LUPA JEJAKNYA ##
🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🚫🚫🚫🚫
.
Dilarang membacanya bagi yang menjalankan ibadah puasa.
🍂🍂
." Kau begitu sangat lancang " Pangeran Helios mendorong tubuh Gween ke tepi dinding kolam.
Salah satu tangannya menjadi penopang dan, yang satu lagi, mencengkram dagu Gween, Kepalanya sedikit terangkat ke atas.
Gween mendongak, mata mereka saling bertemu.
Rasanya Gween ingin sekali menghajar Pria yang ada di hadapannya saat ini, tapi dirinya tersadar, tubuhnya tak terbalut apapun, sehingga ia hanya bisa menenggelamkan bagian dirinya ke dalam air.
Helios dengan tatapan dinginnya terus memandang wajah Gween.
" Siapa kau? " Nafasnya menyapu keseluruhan wajah Gween
Gween menatap Helios tak kalah tajamnya,
Sesekali Gween mencoba melakukan penyerangan, tapi tenaga dalam Gween tak cukup kuat untuk berontak.
Helios terus membuat tubuh Gween terpojok..
" Kau tau.. Tidak ada siapapun yang berani memasuki Kediamanku ini. Apa kau ingin melemparkan tubuhmu atau datang untuk membunuhku secara diam-diam? " kilatan mengintimidasi terpancar di mata Helios, meski wanita di hadapannya sedikit menyentuh hatinya, tapi aturan tetaplah aturan baginya.
Melemparkan tubuh?
Kata-kata itu sangat menyakiti harga dirinya.
Siapa yang ingin melemparkan diri secara sukarela!
Ini hanya kesalah pahaman, dimana dirinya tak ingat sama sekali ruangan yang sebelah mana yang di tunjukan Permaisuri. Di sini ada tiga sisi ruangan, Sisi pertama Sebelah Utara, sisi kedua sebelah Timur, dan sisi ketiga sebelah selatan.
Sedangan Timur yang mendominasi, Gween sangat bingung, lupa sisi sebelah mana yang menjadi tujuannya.
"Cih.. Bahkan aku lebih rela melemparkan tubuhku di lautan api, dari pada melemparkan tubuhku untukmu." Ujar Gween sengit
__ADS_1
" Membunuh? Yah.. Bahkan aku sangat ingin membunuhmu " Ucapannya yang tajam, membuat Helios sedikit terkejut.
" Heh... Kau ingin membunuhku? Lakukanlah... Apakah dengan kondisimu saat ini kau mampu untuk membunuhku hem? " Setelah itu, Helios terus mencengkrram pergelangan tangan Gween, dan menariknya semakin dekat.
" .Kau!!! ....Berhenti.....!!!! " gertak Gween kencang.
Sakit...
Jelas sangat sakit.
Bajingan ini benar-benar tak berperasaan
Gween terus mencoba mendorong tubuh Helios yang semakin dekat dengannya.
Jika bukan tubuhnya yang tak berbalut apapun, mungkin ia bisa secara leluasa menghajar Pangeran yang ada di depannya saat ini.
Orang ini.. Selalu menekan dirinya.
Gween merasa Frustasi.
Dengan seringai licik di wajahnya, Helios membelai rambut Gween.. Seraya menarik ulur keadaan. Ucapan Gween sedikit membuatnya dirinya terkejut. Ia tak menyangka wanita ini lebib rela melemparkan tubuh kelautan api, bahkan ingin membunuhnya.
Wanita ini?
Sungguh berbeda, tatapannya seakan mengandung seribu belati yang akan siap menghujamnya kapan saja.
Helios harus benar-benar waspada.
Untuk menaklukannya tentu ia tidak akan melepaskannya begitu saja.
Wanita yang penuh dengan kebencian di matanya, yang seakan ingin melahapnya hidup-hidup.
Tak satu pun wanita yang berani memberi tatapan mata seperti itu kepada dirinya.
Cukup Menarik!
" Mulai sekarang, jangan pernah bermimpi untuk bisa kabur dariku. "
Nafasnya semakin mendekat, ia menatap wajah itu dalam-dalam.
Gween sedikit mencium bau wine di mulutnya.
__ADS_1
Dia mabuk?
Gween beringsut sedikit.
Apa dia bilang, wanita pertama? cih Gween mencibir Pangeran Helios, bahkan dirinya memiliki tiga selir sekaligus,
Apa yang harus di muliakan dari kediaman ini! Bahkan Gween yakin, tempat ini telah tercemar dengan perbuatan mesumnya.
" Kau bahkan menutup identitasmu yang sudah beristri. Heh. . Wanita pertama? Kau hanya bisa membual " sindir Gween dengan nada sinisnya.
.
Helios terus menatap Gween dalam-dalam.
Ia tak peduli dengan ucapan yang terlontar dari mulit wanita ini.
Tepat setelah itu, sebuah ciuman langsung mendarat di bibirnya.
Gween membelalakan matanya.
Kepalanya menggeleng kesana kemari.
Tapi Helios terus menekannya.
Ia ******* bibir itu dengam sangat rakus.
Air mata Gween terus jatuh.
Itu adalah ciuman pertamanya.
Begitupun dengan Helios,
Ciuman itu berdasarkan perasaan yang sangat mengancam.
Dengan amarahnya, Gween menggit kuat Bibir Helios, sehingga darah segar dan kental mengalir di sela-dela ciuman itu, Helios lalu membalas perlakuan tersebut, dan menggit juga bibir merah muda milik Gween.
Tatapan kebencian, semakin menyorot ke arahnya.
Gween membenci orang ini.
# JANGAN LUPA, LIKE, COMEN DAN VOTENYA!
__ADS_1