TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
Aku bukan milikmu ! Kamu Milikku !


__ADS_3

Kediaman Dewi Nirwana.


Saat ini, Azoya berada di sebuah ruangan yang sangat indah, suasana ruangan yang sudah di desain khusus itu, di persiapkan oleh Arthur untuk dirinya.


" Apakah ini tidak terlalu berlebihan untuku " Gumam Azoya dalam hati " Mungkinkah aku sudah memasuki ruangan yang salah ? Tapi.. Dayang itu bilang, ruanganku memang di sini" Azoya berjlaan mengamati suasana ruangan, matanya mengedar memperhatikan ruangan yang bahkan 10kali lipat lebih megah dari yang sering ia gunakan sebagai kamar termegah, dan Azoya sendiri pecinta sesuatu yang Elegant, dan Mewah, Azoya berdecak kagum memperhatikan desain interior ruangan yang luar biasa ini.


" Baik, aku menikmati suasananya." ujar Azoya sembari menghirup udara segar di dalam ruangannya.


"Sebaiknya aku beristirahat, besok adalah hari dimana Dewa itu menyeleksi para Dewi. Ck...Bahkan aku tak berminat sama sekali untuk mempersiapkan diriku untuk bersanding dengannya.........Yah meskipun garis takdirku memang di jodohkan dengannya, karena memang akulah Dewi yang para Dewi itu maksud, tapi sayangnya aku telah bersuami. Lihat saja aku tidak akan menghadapi seleksi itu dengan benar " Azoya memejamkan matanya, sembari tersenyum licik, sekaligus merasakan kerinduan bersama suaminya. Tanpa sadar, ada sesuatu yang telah menjalar di bawah perutnya.


Matanya pun seketika terbuka, dan refleks menajamkan penglihatannya, saat Dewa yang barusaja ia bicarakan, berada tepat di perutnya, seraya memberi kecupan.


" Dewa...Apa yang sedang Dewa lakukan ?" teriak Azoya marah.


" Diamlah, aku sedang merindukannya " ujar Dewa Arthur santai.


" Merindukan siapa ? dan Apa yang Dewa ini rindukan !!! Lancang.... lepaskan perutku " teriak Azoya kesal, Azoya berusaha memberontak.


Dengan cepat Arthur mendekap Permaisurinya itu. Saat ini tubuh Azoya telah terkunci dengan dirinya yang berada dalam kungkungan Dewa Arthur.


" Bahkan Naga ganas sekalipun mampu aku taklukan!" ujar Arthur menatap Tajam dan dalam Permaisurinya itu dengan jarak wajah yang begitu dekat. Arthur kesal, Permaisurinya itu selalu saja berbicara ketus terhadapnya


" Tapi maaf ! Aku bukan Naga... dan lepaskan Aku " ujar Azoya emosi


" Apa alasanku untuk melepaskanmu. Kamu milikku " tegas Arthur tak kalah tajamnya.

__ADS_1


" Aku bukan milikmu, bahkan penyeleksian Dewi sekalipun belum terlaksana. Dan Dewa...Dewa tidak berhak mengklaim kepemilikan seenaknya begitu saja" ujar Azoya berusaha melepaskan diri.


Arthur yang semakin jengkel dengan lontaran-lontaran dari mulut Permaisurinya itu pun,, tanpa aba-aba mendaratkan sebuah ciuman di bibir Permaisurinya itu, dan membekap bibir merah muda itu dengan *******-******* yang begitu rakus.


Azoya membelalakan matanya, jantungnya berdegub sangat kencang...


Tiba-tiba saja, perasaan hangat begitu saja menjalar di tubuhnya.


Tubuhnya terpaku, tanpa sepatah katapun.


Ada rasa syok,, dan perasaan campur aduk yang tak dapat dirinya jelaskan.


Setelah itu Arthur menarik kembali bibirnya yang telah ia daratkan di bibir merah muda milik Permaisurinya itu.


.


" Ka-kau.... " Azoya syok dengan apa yang terjadi dengan dirinya.


" Kau tidak mengenali Suamimu sendiri ?" tanya Arthur sembari mengelus lembut bibir Merah muda itu


" Apa ?" ujar Azoya berusaha mencerna sebuah kenyataan yang ia hadapi.


Arthur perlahan beranjak dan setelah beberapa saat, sebuah cahaya melintas melingkari tubuhnya.


Azoya dengan perasaan campur aduknya, berusaha mencermati apa yang sebenarnya telah terjadi.

__ADS_1


" Apa harusku jelaskan ?" Ujar Arthur perlahan menghampiri Permaisurinya itu.


" Apa !! Ba-bagaimana mungkin" Azoya mendekap mulutnya dengan kedua tangannya, Azoya syok melihat perubahan yang telah terjadi terhadap Dewa Arthur yang saat ini telah merubah wujud menjadi sosok Pangeran yang ia kenali, sosok Arthur berambut hitam, dengan penampilan khas manusia bumi , yang memiliki kulit tubuh yang matang kecoklatan, berbeda saat Dirinya menjadi Dewa, Rambut Putih Keperakan, dengan kulit Putih bercahaya, sungguh Aura yang sangat berbeda sekali. Sangat sulit untuk menyamakannya.


Meskipun sama-sama memiliki ketampanan, dan kegagahan yang luar biasa, Penampilan Dewa Agung, sangat tak terbanding dari hal apapun. Meskipun Dewa Arthur telah merubah wujudnya menjadi Manusia Bumi, kharismanya pun begitu sangat kuat dna kentara.


Tak heran. jika Dewi di Nirwana, bahkan Wanita di Bumi, sangat tergila-gila terhadap sosoknya, yang memang benar-benar berasal dari bibit Dewa.


" Permaisuri.. ! Yakinkah dirimu ini ingin menggagalkan penyeleksian itu ? Apakah Permaisuri ini mau, jika Dewamu ini menjadi Suami dari Dewi yang lain ?" ujar Arthur dengan semburat kekesalan, dan mendekat, sembari membelai rambut Permaisurinya itu perlahan.


Bukannya menjawab Azoya hanya diam .


Dirinya masih mematung menerima kenyataan jika suaminya ini adalah seorang Dewa Agung.


Lalu, Azoya memulai mengingat perilaku-prilaku aneh dari Dewa yang merupakan suaminya ini sebelumnya.


Dari mulai saat di Lembah Terlarang, Arthur mendekapnya tanpa permisi, kekhawatirannya sangat jelas terlukis.


Lalu saat tiba di alam Nirwana,, Azoya mulai mengingat semuanya, prilaku yang di ciptakan oleh suaminya sendiri. Sebuah isyarat untuk dirinya sendiri... Tapi jangan salahkan Azoya jika dirinya tidak mengenalinya sama sekali. Azoya tak pernah ingin terlalu dekat dan memahami seseorang yang tak pernah ia jumpai.


Bukan salahnya....


Tentu bukan salahnya......


.

__ADS_1


# Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTENYA YA GUYS !!!!


__ADS_2