
## SEBELUM BACA !! HARAP TINGGALKAN JEJAK TERLEBIH DAHULU ####
. ( unsur 18+)
🍂🍂
" Berhenti..." Helios berusaha mengatur nafasnya , sedari tadi dirinya mengejar keberadaan Gween.
Gween yang terkejut karena Helios menghampiri dirinya, seakan tak percaya.
Iya pun menghentikan langkahnya.
" Ada apa ?" tanya Gween datar.
" Siapa yang mengizinkanmu pergi begitu saja " tatap Helios dengan pandangan kesalnya.
" Hm, aku hanya tidak ingin mengganggu waktu kebersamaanmu dengan Dewi itu " ujar Gween berusaha berbicara sebaik mungkin, padahal sesungguhnya hatinya merasa sesak.
" Siapa yang mengganggu. Bahkan aku baru mengenalnya" jelas Helios kesal.
" Oh" Ujar Gween cuek, dan hendak berlalu.
Helios menajamkan matanya.
" Kau mau kemana ?" tangannya kini meraih pergelangan tangan Gween cepat.
Dan memposisi kan untuk salin berhadapan.
" Kemanapun aku.. Yang jelas apa urusannya denganmu " ketus Gween.
" Apa kau marah padaku ? Bagaimana denganmu sendiri...berpegangan dengan laki-laki lain, seharusnya aku yang marah."
" Siapa yang kau maksud laki-laki lain ? Pangeran Gerald ? Dia berbeda... kenapa kau harus marah dengannya" jelas Gween.
__ADS_1
" Apa yang berbeda...Dia itu laki-laki dan berani-beraninya menyentuhmu. Kau tau, kau hanya milikku " Dengan segera Helios langsung memeluk tubuh Gween, iya tak peduli jika ada pandangan mata yang melihat ke arah mereka. Lebih baik seperti ini.
Gween yang tiba-tiba saja mendapat pelukan dadakan merasa kaget, jantungnya berdetak sangat kencang.
" Kau hanya miliku, hanya miliku " tegas Helios tak rela.
Gween pun melunak, dan menjelaskan semuanya.
" Di-dia... Saudara Sepupuku. Bunda bilang , Ayah Dewa dan Ayahnya bersaudara. Jadi bisa di bilang, Pangeran Gerald itu sama seperti Pangeran Avery, Pangeran Griffith, dan juga Pangeran Edgar. Mengapa kau harus cemburu dengannya. Sedangkan Dewi itu... Dia bukan siapa-siapa bagimu bukan ? Haruskah kalian seakrab itu jika tidak saling kenal ?" lirih Gween pelan, sembari menyembunyikan raut wajah ketidak suakaannya juga.
Helios merasa bersalah, dan mengerti perasaan yang Gween alami, tidak seharusnya mereka berdebat masalah kecil seperti ini.
Tapi, Helios akhirnya tau...Apa yang Gween rasakan untuknya.
" Apa kau cemburu dengannya ?" lirih Helios sembari menyandarkan kening mereka masing-masing dan memandang wajah cantik yang Gween miliki.
" A-aku..." Gween tak tau harus menjawab apa, perlahan kepalanya sedikit mengangguk.
Sekali lagi, Helios harus memastikannya sekali lagi, iya segera menangkup wajah itu dan menatapnya dalam-dalam.
Binar-Binar harapan bergejolak dalam hatinya, dengan bersemangat, Helios berucap :
" Katakan kau mencintaiku.." pintanya penuh harap.
" A-aku...." Gween memelintir bibirnya sendiri, Jantungnya semakin berdetak cepat... Kata-kata itu seakan menghisap habis seluruh energi tubuhnya.
Helios masih menunggu, matanya seakan meminta sebuah kepastian atas jawaban yang akan Gween keluarkan.
" A-aku... Mencintaimu" lirih Gween pelan sembari menghela nafasnya, matanya terpejam seakan tak percaya dengan apa yang baru saja iya ucapkan.
" Sekali lagi..." pinta Helios ingin menajamkan pendengarannya.
" Aku.. mencintaimu " Sontak saja mata Gween terbuka dan mata itu kini saling berhadapan.
__ADS_1
Hati Helios berbunga-bunga, dengan raut wajah gembiranya,iya tersenyum senang.
langsung saja iya memeluk tubuh Gween dengan sangat erat.
Rona kebahagiaan merajai hatinya, Helios sangat senang, seakan penantiannya terbalas sudah.
Gween pun tesipu malu.
Iya menyembunyikan wajahnya di balik jubah yang Helios kenakan.
" Aku juga mencintaimu " balas Helios, sembari mencium puncak kepala Gween dengan lembut.
Wajah mereka kini saling berhadapan.
Helios hendak memiringkan kepalanya,
Cup
Seketika satu kecuppan mendarat tepat di bibir manis Gween.
Gween yang mendapatkan kecuppan dari Helios, wajahnya seketika merona.
Senyum tipis terukir di wajah Helios, dengan perlahan iya meraih tengkuk kepala itu, dan sekali lagi mendaratkan kecuppannya.
Kecupann itu akhirnya berubah menjadi sebuah ciiuman yang sangat dalam, sebuah lumattan-luamattan kecil yang Helios berikan
membuat Perasaan keduanya saling menyatu, Gween yang terbawa suasana, akhirnya membalas lumattan tersebut.
Setelah cukup lama saling menyesapp satu sama lain, ciiuman tersebut akhirnya berakhir.
Keduanya saling memandang dengan perasaan yang tersipu malu.
# Jangan Lupa, Like, Coment, Vote ya !!!
__ADS_1