TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Pria Misterius !


__ADS_3

" Rose, usia Putri kalian tentu bukan lah usia anak anak pada umumnya lagi, Apakah Kalian tidak akan menikahkan merek? " ujar ibu Suri dengan sopan.


Rose tersentak, ia benar. Mereka telah mencapai kedewesaan.


Tentu Rose ingin melihat ketiga Putrinya bahagia, bisa menikahi seorang laki-laki yang baik dan tepat. Jika itu Hellena dan Hera, Rose akan percaya untuk melepaskannya.


Tapi untuk Gween?


ohh anak itu, Rose belum bisa melepaskannya.


Gween belum bisa membawa diri dengan baik.


Rose selalu berpikir, kapan Gween bisa Dewasa selayaknya Hellena dan Hera, dari segi penampilan. Kedewasaan dalam menghadapi seseorang. Dan gampang di atur. Seorang istri haruslah menjadi istri yang penurut, dan mampu mengurus pasangan dengan baik.


Jika Rose membayangkan Gween.


Rose rasanya merinding, bagaimana ia mau mengurus pasangannya, jika Gween selalu saja dirinya yang mengurusi.


" Rose.. Ada apa? sepertinya kau sedang melamunkan sesuatu? Apa itu tentang Gweenmu? " ujar Permaisuri menyadarkan Rose dari lamunannya.


" Ah, maaf yang mulia, saya hanya terbawa suasana " ujar Rose merasa bersalah.


Permaisuri tersenyum


" Sepertinya Gween begitu unik, hmm baiklah.. " gumam Permaisuri dalam hati "Bawalah dia , aku ingin bertemu dengannya datang dan berkunjunglah ke kediamanku" ujar Permaisuri tersenyum ramah.


"A-apa... " Rose terkejut. " Ada apa? " tanya Permaisuri mengernyitkan keningnya. " Ti-tidak yang mulia. Baiklah saya akan membicarakannya nanti dengan Gween. Terimakasih atas undangannya ini yang mulia " ujar Rose sopan.

__ADS_1


______


Di sebuah Paviliun terpencil, di sudut ibukota Thedors.


Disana terdapat bangunan, yang sudah termakan usia. Akan tetapi, tak membuat keindahan sekitarnya pudar oleh waktu.


Suasana yang sangat tenang, Terdapat sebuah kolam kecil disana.


Bunga teratai tumbuh bermekaran. Di tengah hiruk pikuk Kota yang begitu ramai dan terik


Tempat ini adalah, tempat yang paling di sukai Gween. Meskipun berada di tengah ibu kota, tak menghilangkan kesan kedamaian disini.


Gween memasuki rempat paviliun itu dengan santainya. Tubuhnya ia sandarkan di sebuh tembok besar yang berdiri sangat kokoh.


Gween duduk merenung, seolah sedang memikirkan sesuatu.


Matanya melirik sekitar, memastikan bahwa hanya ada dirinya saja disana.


Seraya menghembuskan nafasnya perlahan.


Gween melihat ada aliran air yang sangat tenang di depannya. Dengan penuh konsentrasi, Gween mencoba mengangkat tanganya, seraya hendak mengacau ketenangan air tersebut.


Ia memejamkan matanya, memfokuskan pikirannya.


Tiba-tiba saja, air tersebut menimbulkan bunyi. Air itu kini terangkat ke udara.


Gween memutar arah haluan air, seperti putaran gasing.

__ADS_1


Membentuk sebuah air yang bergulung.


" Apa yang kau lakukan disini? " ujar suara serak pria yang begitu dingin.


Gween sangat terkejut, konsentrasinya buyar. Gulungan air yang telah ia ciptakan di udara jatuh, cipratan demi cipratan membasahi dirinya.


Gween dengan kesalnya, menoleh ke sumber suara.


Kepalanya mendongak. Gween terkejut, orang itu berada dekat sekali dengannya.


" Apa yang sedang kau lakukan disini? " ujar Pria tersebut.


Seorang pria misterius yang terlihat sangat serius menatapnya.


Gween mengerjapkan matanya.



Untuk sesaat Gween menelisik wajah pria yang sedang berada dihadapannya saat ini, Pria yang sangat mengejutkan dirinya. Tatapan matanya seolah mengintimidasinya.


Seraya menghela nafas, Gween membalikan tubuhnya ke sisi lain " Apa yang kulakukan? Apakah aku perlu izin darimu untuk bisa kemari melakukan apapun " ujar Gween dengan wajah datarnya.


Sebenarnya Gween sangat terkejut atas kehadiran orang ini, sembari menetralkan perasaaannya, Gween bersikap selayaknya seperti tak terjadi apa-apa.


Gween tidak ingin jika pria tersebut curiga, dan melihat semua yang telah ia lakukan.


# jangan lupa Like, Komen, dan Votenya ya!

__ADS_1


__ADS_2