TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
KEPUTUSAN YANG BERAT !


__ADS_3

TOK TOK TOK..


" Permisi Pangeran, Tuan Putri, Ini hamba ,Yuri ingin menyampaikan sesuatu !"


Setelah beberapa saat, Pangeran Arthur masuk ke dalam pemandian dengan raut wajah masamnya, dan tinggalah Azoya sendiri di dalam ruangan tersebut, yang saat ini telah mengenakan pakaiannya kembali.


" Masuklah " perintah Azoya dari dalam ruangan.


" Maaf kan yuri nona, telah mengganggu waktunya " tunduk Yuri merasa bersalah.


" Tidak apa- apa. Apa yang ingin kau sampaikan Yuri ?" tanya Azoya pelan


" Nona, Kaisar meminta Nona dan juga Pangeran untuk berkumpul di Aula Perjamuan. Ada hal yang ingin yang mulia Kaisar sampaikan. Seluruh keluarga dari kedua Kerajaan juga akan berkumpul di sana "


" hm baiklah, "


Setelah menyampaikan perintah, Yuri pun melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Beberapa saat telah berlalu.


Kini Putri Azoya dan juga Pangeran Arthur menuju Aula Perjamuan Kerajaan.


Suasana di Aula itu sangat lah ramai, semua keluarga inti sudah berkumpul dengan menyantap beberapa hidangan.


" Salam Hormat kami Ayahanda !!" ujar Putri Azoya dan Pangeran Arthur serentak,


Dan juga tak lupa memberi salam terhadap kedua orang tua Pangeran Arthur. Kaisar Gui dan juga Ibu Permaisuri.


" Silahkan duduklah nak " ujar Kaisar Arlong


" Selesaikanlah perjamuannya terlebih dahulu " ujar Kaisar Arlong.


Azoya dan Arthur pun memberi anggukan tanda mengerti.


Hening, dan sunyi. begitulah peraturan adat dalam istana kerajaan, saat sedang berada di suasana perjamuan makan, yang tak meberikan suara bunyi sama sekali. Entah itu tradisi atau sejenis apa. Adat tanpa bunyi saat makan merupakan sesuatu yang sangat di perhatikan di dalam istana itu.


Bagi Azoya, bukanlah perkara besar. Karena di dunia yang sebelumnya, Ayah Admaja juga menerapkan sistem itu di dalam rumahnya.


Ngomong-ngomong Soal Ayah, Azoya sangat rindu dengan Ayahnya itu. Entah bagaimana keadaannya, Azoya benar benar sangat merindukannya. Ada rasa sedih menyelimuti dirinya.


Setelah acara makan telah selesai.

__ADS_1


Kini Kaisar Arlong membuka suaranya kembali.


" Keputusan Penetapan Putri Mahkota tentu sudah terlaksanakan. Sebelum itu, Ayah ingin memastikan sesuatu kepadamu Pangeran , Apakah kau sudah memahami resiko apa yang akan terjadi jika Putriku Azoya sudah Sah berstatus Putri Mahkota ?" tanya Kaisar Arlong sedikit tegas


Pangeran Arthur tersentak, dirinya telah melupakan sesuatu yang sangat penting.


Dan dengan perasaan yang sedikit tidak rela, Arthur menganggukan kepalanya, tanda ia berusaha memahami.


" I iya Saya sudah mengetahui nya Ayahanda. Dan tentang resikonya, Kerajaan Timur, sudah mentoleransi saat pernikahan itu sebelum terjadi."


Glek,


Arthur berusaha menelan salivanya dengan sangat susah, usai memberikan jawaban seperti itu


" Baiklah, Saya kira semunya sudah sangat jelas untuk kedua Kerajaan. Ayah tidak akan menjelaskan ulang kembali !"


Di satu sisi, Sebenarnya ibu Permaisuri Arthur agak berat menerima keputusan itu. Mau bagaiman pun, Seorang istri seharusnya harus selalu ikut dimana pun suaminya berada, dan harus tetap tinggal di dalam Kerajaan dimana suaminya tinggal.


Kaisar Gui yang melihat Perubahan raut muka Sang Permaisuri hanya bisa menghela nafas, tentu Kaisar Gui tau tentang perjanjian itu. Dirinya menenangkan perasaan Permaisurinya itu, dengan mengelus pundak Sang Permaisuri yang sedikit tidak suka dengan keputusan tersebut.


Iya, perjanjian pernikahan saat pernikahan itu sebelum terjadi, Kaisar Arlong sempat memeberikan sebuah persyaratan, terhadap Kerajaan Timur, Jika Azoya terpilih dan Sah menjadi Putri Mahkota Kerajaan Naga, maka dirinya harus memimpin Kerajaan Naga tersebut dengan berstatus seorang Ratu, dan akan tetap tinggal di dalam istana Kerajaan Naga.


Persyaratan itu tentu di setujui oleh Kerajaan Timur. Pasalnya saat itu, Pangeran Arthur sudah sangat menaggumi Azoya, dan telah menjatuhkam pilihannya, yang tak dapat di ganggu gugat lagi.


Ternyata semuanya tidak sesuai dengan pemikirannya.


Dan bisa bisanya saat ini dirinya sangat melupakan isi dari perjajian tersebut. Arthur benar benar merutuki dirinya sendiri.


Azoya sendiri juga tidak begitu paham tentang apa yang telah di ucapkan Kaisar.


Baginya hanya mendengar sebuah perjanjian yang harus dipahami isinya oleh Pangeran Arthur. Menurut Azoya ucapan Ayah Kaisarnya itu sangatlah Ambigu.


" Perjanjian seperti Apa yang Ayahanda maksudkan ?" tanya Azoya sedikit menunjukan raut wajah yang sangat bingung.


Kaisar Arlong pun menjelaskannya, secara perlahan kepada Putri kesayangannya itu.


Katakanlah Kaisar Arlong sedikit Egois saat itu. Alasan kenapa Kaisar Arlong membuat sebuah Perjanjian , Karena dirinya tidak ingin Jauh dari Putrinya tersebut. Kaisar Arlong sedikit trauma di masa lalu, karena dirinya selama bertahun tahun tidak berada di samping putrinya. Untuk sebuah kebaikan masa depan bersama Sang Putri yang telah ia rancang, ia membuat sebuah perjanjian. Karena dirinya yakin, jika Azoya kelak akan menjadi penerus Kerajaan Naga, meskipun Azoya sempat mengundurkan diri menjadi pewaris, dan memeberikan kesempataan kepada Edura, Nyatanya tetaplah Azoya pemenangnya.


Azoya yang mendengar penjelasan Sang Kaisarpun mengerti. Dan memahami kenapa Ayah Kaiasarnya mengambil keputusan seperti itu.


Sekilas Azoya menatap Pangeran Arthur dengan raut muka yang terlihat sangat lesu.

__ADS_1


Dan Azoya pun menghela nafasnya sesaat.


" Ayahanda, status Azoya sebagai seorang istri atau pun Permaisuri, juga sama halnya dengan sebuah tahta. Azoya mengerti ! Akan tetapi seorang istri harus patuh terhadap suaminya sendiri. Bukan kah seperti itu Ayah. Sebagai seorang Putri Mahkota, Berikanlah Putrimu ini, sebuah hak istimewa , sebuah Hak Kebebasan Baik sebagai Putri Mahkota Maupun sebagai seorang Permaisuri. Saya kira itu sangat lah adil begi kedua Kerajaan " ujar Azoya memberi saran dan sedikit memohonn.


Sejenak kaisar Arlong terdiam. Mungkinkah dirinya terlalu egois dalam memutuskan sesuatu. Kaisar Arlong pun mengehela nafasnya sesaat.


" Baik, ada satu syarat ! Pangeran Arthur harus bersedia menjadi Raja Kerajaan Naga. salah satu Keturunan Kalian nanti akan meneruskan Tahta di Kerajaan Timur. Hanya itu jalan keluarnya."


Kaisar Gui sempat tak dapat menerima keputusan tersebut. Saat mengingat Putra satu satunya itu sangat sulit sekali membuka hati untuk seorang wanita, dengan terpaksa menyetujui persyaratan yang di ajukan Kaisar Arlong.


Sedangkan ibu Permaisuri Arthur, benar benar syok melepaskan Putranya.


Tersirat sebuah pemikiran lain di hatinya.


" Haruskah kulakukan !" gumam ibu Permaisuri dalam hati, sembari meremas baju di atas lututnya perlahan.


Terukir kesedihan di wajahnya, Azoya melihat itu.


Sebagai seorang ibu. tentu dia tidak rela harus berjauhan dengan Putra satu satunya. Kebanggaan dari Kerajaannya. dan Penerus tahta Kerajaannya. Harus memimpin Kerajaan dari Permaisurinya sendiri.


" Baik, Saya menyetujuinya. Akan tetapi dengan sebuah syarat kembali, Sebagai ibu Suri Kerajaan Timur, Putri Azoya Harus segera mengandung dan harus segera memberikan Kerajaan Timur Keturunan, Jika dalam waktu 2 tahun. Permaisuri belum juga mengandung Keturunan, Maka Pangeran Arthur harus bersediah mengangkat seorang selir, dan menikah lagi. !" ucap ibu Permaisuri tak kalah tegas. Bagaimana pun dirinya adalah seorang ibu. Dia tak ingin sekejam ini , akan tetapi keadaanlah yang memaksanya.


Arthur yang mendengar penuturan Sang Ibu pun hendak protes saat Ibu surinya itu membahas tentang Selir, Akan tetapi Azoya berusaha menarik , dan meyakinkannya.


" Azoya menerima syarat dari Ibu Suri, Kami Akan berusaha "


Helaan nafas berat berhembus keluar dari Pangeran Satia Arthur.


Akhirnya keputusan pun Final. Baik Kaisar Arlong dan Kaisar Gui pun sama sama menyetujui.


#


Please Votenya jangan lupa ya , 🙏🙏


Author lagi berusaha untuk ikut VOTE Lomba Rangking mingguan. Yang bertepatan hari ini mulainya.


Author berharap support dari kalian.


Terimakasih !


Jangam lupa Like, comennya juga 👍👍👍👍

__ADS_1


see you all


__ADS_2