TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Hukuman


__ADS_3

Baby Gween mengenduskan hidungnya ke arah dada Rose, mulutnya terbuka seraya mencari makan.


Aroma Asi di balik baju Rose membuat baby Gween menginginkannya.


" Kau lapar sayang... oh lucunya... Sini kemarilah nak " ujar lembut Rose, membuka kancing bajunya, dan memberikan Asi terhadap Baby Gween, di pangkunya Baby Gween dengan penuh kasih sayang.


Sementara itu, Panglima Avyram memikirkan marga yang dimiliki oleh Putri Gween yang telah dia anggab anak sendiri.


" Satia Z..? " Gumam Panglima Avyram pelan seraya menuliskannya di atas kertas .


" Dari mana sebenarnya asal marga ini? " ujar Panglima Avyram memikirkan sesuatu.


__________


Hari-hari telah berlalu...


Ketiga Putri itu kini perlahan beranjak tumbuh menginjak usia 9 tahun.


Kasih sayang Panglima Avyram dan Rose semuanya rata.


Kehidupan Putri Gweenievere dan Kedua saudara kembar Hellena dan Hera, akan segera di mulai.


🍁🍁🍁


Cahaya terik matahari jatuh menyinari bumi


Di sebuah Keramaian pasar di siang itu.


Dua Anak kecil perempuan sedang berlari menghidari segerombolan penjahat pasar.


Hosh... Hosh...


" Kemana Kak Hellena ...? " ujar Putri Gween sembari memegang tangan Hera.


" Sepertinya kita terpisah" ujar Putri Hera memegang dadanya seraya mengatur tempo nafasnya yang tersengal.


" Para penjahat itu sudah tidak terlihat, sebaiknya kita pulang saja " ujar Hera


" Tidak, kita harus mencari Kak Hellena terlebih dahulu .." Putri Gween hendak membalikan tubuhnya.

__ADS_1


" Kau jangan bodoh, lihatlah penjahat itu, sangat lah mengerikan, tubuh mereka besar-besar, apa kau mau kita tertangkap! " serga Hera tak suka.


" Tapi.. He..! " Belum sempat Gween menyelesaikan ucapannya, seseorang langsung menarik tangan Gween, dan Hera, lalu bersembunyi.


" Hush. . Diamlah. Penjahat itu kemari " ujar Hellena ketakutan.


" A-apa...? jadi kau disini kak " ucap Gween terkejut.


Hellena pun mengangguk.


" Semua ini gara-gara kamu " Hellena menunjuk Gween dengan kesal " Seandainya kita tidak ikut campur masalah pribadi orang, kita tidak akan menjadi buronan seperti ini " sungut Hellena marah ke arah Gween. " Hiks. . Hiks.. " Hellena menangis tersendu-sendu dalam diam. Begitupun dengan Hera. Gween merasa tak enak hati dengan kedua saudaranya itu. " Maaf kak... " ujar Gween menunduk " Aku hanya tak bisa melihat mereka semena-mena menindas orang lemah" ujar Gween sedih.


" Sudahlah Gween , kak Hellena, semua sudah terjadi. Jangan ada yang saling menyalahkan " ujar Hera berusaha bijak.


Mereka semuapun terdiam.


Mereka yang saat ini sedang merasa terancam pun, berusaha memikirkan sebuah cara untuk bisa lepas dari para penjahat itu..


Flasback on.


Sebenarnya, Putri Gween, Putri Hellena, dan juga Putri Hera sedang diam-diam keluar dari Kediaman untuk jalan-jalan, mereka tak sengaja memergoki seorang penjahat sedang berusaha membunuh seseorang pemuda.


Gween dengan beraninya maju melangkah, untuk memancing para penjahat, saat hendak menoleh, wajah penjahat tersebut langsung di hantam dengan batu batu besar.


Para penjahat berbadan tegab dan mengerikan itu langsung meringis kesakitan.


Sebenarnya mereka adalah pembunuh bayaran.


Orang yang hampir di bunuh itupun, setelah mendapat kesempatan, langsung melarikan diri, dengan beberapa luka di tubuhnya, sebenarnya, jika tidak ada luka dalam orang tersebut sangat mudah saja menghabisi para pembunuh itu. Tapi dengan tertatih ia berdiri, dan sempat melirik ke arah Gween, dan kedua saudara kembarnya itu.


" Bocah sialan.... " umpat para penjahat tersebut, berbadan tegap dan mengepalkan tangannya.


Gween dan kedua saudara kembarnyapun langsung berlari.


Flashback off.


____


Setelah beberapa saat.

__ADS_1


Ketiga Putri-Putri Panglima Avyram pun kembali dengan selamat.


Berkat kemunculan orang tua mereka, Ketiga bersaudara itu bernafas lega.


Sungguh beberapa saat yang lalu, Gween, Hellena, dan Hera, sangat terkejut, melihat sosok Ayah mereka berada di sana dengan wajah yang sangat menyeramkan.


Beberapa penjahat itu, habis di luluh lantahkan oleh Panglima Avyram.


Dengan tatapan tajamnya, Panglima Avyram memberi sorotan tajam ke arah ketiga Putrinya itu.


Ketiga Bersaudara itupun merasa merinding.


Dan disinilah mereka berada, di ruangan hukuman.


Mereka di hukum menulis lembaran kertas yang sangat tebal, dan belajar tentang Cara menjadi Putri yang benar.


Hampir tengah malam, akhirnya hukuman itu bwrakhir.


" Aku lelah sekali " rengek Putri Hellena.


" Tanganku juga rasanya mau patah semua " ujar Putri Hera mennyambung ucapan Hellena.


Sementara itu, Gween sedang melamun, ia seperti memikirkan sesuatu.


Saat kejadian tadi siang, Gween sempat melihat tatapan mata dari seseorang pemuda Dewasa yang sempat ia tolong.


Bugh....


Sebuah buku tebal melayang ke arahnya.


" Aw... Siapa yang melemparku? " ujar Gween Kesal.


" Aku.. ! Ada apa dengan mu? " ujar Hellena dengan tatapan sinisnya, yang melihat Gween sedang melamun.


" Tidak ada apa-apa.. " sahut Gween


" Hei.. Sekali lagi kau menyeretku dalam masalah seperti itu lagi, awas saja ya, aku tidak akan mengampunimu!! " ujar Hellena emosi memasang wajah masamnya, dan pergi berlalu meninggalkan Kedua adiknya itu, Gween dan Hera.


# Jangan lupa Like, comen, dan Vote ya!!

__ADS_1


__ADS_2