
Sebelum baca, Jejaknya jangan lupa ya !
_______________________
Kriekk.....
Gagang Pintu kamar pun perlahan terbuka.
Pangeran Arthur melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut, matanya mngedar keseluruh ruangan yang tampak kosong.
" hmm dimana Dia ?" gumam Pangeran Arthur pelan
Sementara itu, Azoya kini sedang melakukan ritual mandinya yang hampir selesai.
Setelah beberapa saat, Azoya keluar dari bak pemandian tersebut.
Langkahnya tertatih dengan rasa pusing yang amat berat di kepalanya.
" akhh... !" rintih Azoya, sembari memegang kepalanya.
Ia pun terus berjalan hendak membuka pintu keluar pemandiannya.
" Ada apa dengan ku ini !" lirih Azoya merasa tubuhnya sangat tidak enak, dan penglihatanya kini sedang berputar putar. Pandangan matanya pun seketika terlihat sangat buram, tiba tiba semuanya menjadi gelap.
Dan. Brukkkhhh....
Seketika Azoya pun terjatuh , tepat di dalam pelukan Pangeran Arthur. Saat hendak membuka pintu pemandian tersebut, Arthur di kejutkan dengan keadaan Permaisurinya yang ambruk di dekapannya sendiri.
" Permaisuri !!!" teriak Pangeran Arthur panik.
Dengan cepat pengawal yang mendengar teriakan Pangeran dari dalam ruanganpun bergegas masuk.
" Cepat kalian panggil Tabib !" titah Pangeran Arthur sangat panik.
dan dengan cepat, Pangeran Arthur pun membopong tubuh Permaisurinya itu ke atas ranjang, dan menidurkan tubuhnya dengan secara perlahan.
__ADS_1
" Bertahanlah Permaisuri " lirih Arthur gelisah sambil menggosok gosok telapak tangan Azoya.
Setelah beberapa saat, Tabib istanapun memasuki ruangan tersebut dan memeriksa keadaan Permaisuri Azoya,
Seketika, Tabib itu sepertinya telah tersadar akan sesuatu dan sempat merasa kaget .
" Bagaimana, Keadaannya ?" tanya Pangeran Arthur dengan raut wajah yang terlihat sangat panik membuyarkan pandangan Sang Tabib yang terlihat sangat terkejut.
" Jangan khawatir pangeran, Permaisuri hanya kelelahan saja. Dan pusing di kepalanya kini di sebabkan oleh benturan saat bertarung. Sebaiknya untuk sementara ini, Permaisuri Azoya harus banyak beristirahat , untuk masalah benturan di kepala, itu tidak terlalu buruk, hanya akan pusing sementara saja." jelas Tabib istana,
" Pangeran...?" tanya tabib tersebut hati hati
"ada apa katakanlah ?"
" i ini benarkah Tuan Putri Irish Azoya ?" tanya Tabib tersebut ragu.
Arthurpun mengernyitkan matanya.
" ada apa dengan Tabib ini , jelas jelas ini Permaisuri Azoya, kenapa harus bertanya ! gumam Pangeran Arthur dalam hati, yang masih belum menyadari sesuatu.
Ujar Tabib tersebut terputus,
Arthur yang saat ini tau apa maksud pembicaraan tabib tersebut. langsung melirik Permaisurinya, dan dengan cepat Arthur memotong ucapan Sang Tabib.
" Rahasikan. Jangan membocorkan apapun !" titah Pangeran Arthur yang tersadar jika dirinya lupa memberi penutup wajah pada Permaisurinya.
"seperti seorang Dewi Pangeran. Maaf jika saya lancang. Sungguh ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang semua orang ketahui !" batin tabib tersebut dalam hati dan menunduk.
" Baik Pangeran," Tabib pun tertunduk dan mengerti, bukan lah hak baginya bisa ikut mencampuri urasan para tuan tuanya , Tabib itu sangat memahami, dan tersenyum
" hamba akan menyiapkan ramuan untuk meringankan rasa pusing di kepalanya. Mohon Permisi dahulu Pangeran " ujar Tabib istana itu menunduk dengan hormat. dan pergi berlalu.
Sementara itu, Arthur yang merasa dirinya sempat teledor, merasa tidak rela juga jika wajah Permaisurinya itu di lihat oleh orang lain.
Tapi juga tidak bisa di pungkiri, ada sedikit beberapa pertanyaan di dalam benak Pangeran Arthur, kenapa Permaisurinya itu sangatlah merahasiakan wajahnya yang sesungguhnya ! ada apa sebenarnya !, dan seperti itulah pertanyaan batin seorang Pangeran Arthur.
__ADS_1
Tangannya kini mengelus dengan sangat lembut wajah Sang Permaisuri.
Beruntung dirinya kini bisa menikmati wajah yang sangat cantik ini setiap hari, meskipun rasa cinta yang di miliki oleh Pangeran, tidak lah di ukur dari tolak ukur kecantikan.
Pangeran Arthur murni mengagumi Permaisurinya itu .
*flasback saat di Arena pertarungan.
Arthur berusaha mengingat pertemuan pertamanya.
Saat sosok wanita bercadar , berhasil melukainya. Dan untuk pertama kali dirinya tertegun, melihat keahlian pedang yang di miliki Permaisuri Azoya, yang begitu sangat lihai dan lincah. Permaisurinya itu benar benar sangatlah berbeda, di saat semua wanita diseluruh negeri ini memuja mujanya, mengagumi akan kehebatan dan ketampanannya, justru tidak bagi Permaisuri Azoya, menatapnya dengan tatapan yang sangat membunuh , sorot mata yang tajam, tak dapat di tebak, membuat Arthur semakin merasa penasaran, di kala itu. Dan tak bisa di pungkiri kembali baginya. Rasa penasaran Sang Pangeran Arthur belum berhenti saat itu, dengan lancang dan sangat cepat, Arthur melepas cadar milik Azoya. Rasa kekagumannyapun semakin bertambah, dan dirinya pun terpikat.
Saat semua wanita memamerkan kecantikannya, tidak bagi permaisurinya ini, yang sangat menutup penampilannya.
Arthur dapat memastikan, untuk pertama kalinya cadar itu terlepas di hadapan orang Asing. Arthur dapat mengetahui itu semua dari sorot mata yang sangat tajam, dan panik saat Azoya menatap dirinya.
"Beruntung"
kata itulah yang dapat Arthur ucapkan untuk Permaisurinya itu.
Dirinya sangat beruntung dapat memiliki seorang Permaisuri yang hebat seperti Azoya*.
Ke esokan harinya,
#
Please jejaknya yah !!
Suport terus karya Author di Novel TPYJ ini.
Kasih ( LIKE, COMENT, DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA ) Author sangat berterimakasih atas partisipasi kalian dalam mendukung karya Author.
Author sangat sangat berterimakasih.
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💓💓
__ADS_1