
Hari pernikahan pun telah di umumkan..
Helios sangat bahagia.
Gween yang menatap pancaran kebahagiaan di mata Helios,tersenyum senang.
Iya tak menyangka, jika Helios yang selama ini membuat hatinya geram ternyata akan menjadi jodohnya.
Sebuah kilas ingatan-ingatan mereka kini seolah-oleh berputar, menunjukan satu persatu moment yang telah mereka hadapi bersama. Gween tersenyum sendiri.
" Kau sedang memikirkan apa ?" Tegur Helios sembari melingkarkan tangannya sendiri di tubuh Gween.
Gween yang sedikit kaget oleh dekapan itu, merasa buyar.
Iya tak percaya, Helios sedemikian beraninya mendekap tubuhnya di alam Nirwana.
Matanya kini melihat kesana kemari, memastikan bahwa tidak ada yang melihat keberadaan mereka yang sedemikian intim.
Bukan Gween tak ingin di peluk, Nirwana bukanlah dunia bebas, iya begitu suci .
Tapi kenapa Gween ikut menodai alam ini, ini semua salah Helios.
" Jangan seperti ini, apa kamu mau kita mendapatkan hukuman dari ayah Dewa " tatap Gween begitu tajam, ia sangat kesal dengan perilaku Helios yang suka tidak melihat keadaan sekitar. Tiba-tiba cium lah, peluk lah, Gween merasa merinding kalau-kalau perbuatan mereka tertangkap basah oleh orang lain.
Tapi, bukan Helios namanya, ia semakin erat mendekap tubuh itu, dengan kepala bersandar di pundaknya.
Gween menghembuskan nafas lelah, ia lelah menasehati Pangeran sekaligus Sang Dewa ini, aturan mana yang pernah ia patuhi, jika berhubungan dengan kebersamaan mereka berdua, ia tak peduli dengan aturan larangan jika harus menjaga jarak dengan Dewiny sendiri.
" Aku tak peduli, dan sepertinya kamu belum menjawab pertanyaanku..." lirih Helios pelan.
" Pertanyaan apa ?" Gween mengernyitkan keningnya, karena panik atas tingkah Helios, ia lupa.
" Kau sedang memikirkan apa ?"
Helios sengaja menghadapkan wajahnya ke arah samping , sembari memejamkan matanya menghirup aroma wangi dari tubuh yang Gween miliki.
__ADS_1
Gween merinding merasakan hembusan nafas yang menerpa leher dan wajah sampingnya.
Iya tak bisa fokus.
" A-aku..sedang mengingat momen kebersamaan kita dulu" gelagap Gween yang tak tahan dengan ulah Helios yang sengaja mmebuat bulu kuduknya merinding
" Hm..."
Dengan sedikit liar, Helios semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher jenjang yang Gween miliki.
Gween merasa Gelisah dengan apa yang di perbuat Pangeran Helios kepadanya.
Dan tanpa Gween sadari, diam-diam Helios merogoh kantong bajunya sendiri dari samping, ada sebuah kotak kecil yang sangat indah keluar dari saku tangannya.
Iya sengaja memancing konsentrasi Gween.
Dan mempermainkan emosinya.
Tangannya kini meraih perlahan pergelangan tangan yang Gween miliki.
Gween sedikit membulatkan matanya kaget.
Kepalanya menunduk, menyaksikan sebuah benda kecil berkilauan membentuk huruf H yang sangat kecil, dan di tiap sisinya terdapat pantulan seperti batu permata yang sangat cantik.
Gween takjub akan keindahan benda tersebut.
" Apa kau menyukainya ?" bisik Helios pelan.
Dan tanpa besuara Gween terharu, iya pun mengangguk.
Dengan cepat, Helios membuka matanya .
Dan langsung menghadap Gween cepat.
" Benarkah ?" tanya Helios tak percaya, pasalnya ia sangat gugub jika apa yang ia berikan kepada Gween, tiba-tiba saja tak di sukai olehya. Dengan sekuat hati dan menenangkan pikiran, Helios memejamkan matanya sendiri, dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Gween, denagn menutup wajahnya sendiri, iya sengaja membuat fokus Gween teralihkan supaya apa yang ia lakukan bisa seutuhnya berhasil, dan misinya melingkarkan benda kecil itu cepat selesai.
__ADS_1
" Iya, aku sangat menyukainya. Karena ada namamu disana " lirih Gween merasa malu. Wajahnya merona.
Helios langsung mendekap tubuh itu cepat. Ia sangat bahagia,
" Itu lambang cintaku untukmu, dengan ini kau resmi terikat denganku " bisik Helios dan menatap wajah Gween sangat dalam dengan penuh perasaan.
Gween yang mendengar penuturan Helios, merasa hatinya sedang berbunga-bunga, seakan ingin memuntahkan kupu-kupu kecil dari perutnya untuk terbang keudara .
Wajahnya merona.
Matanya kini menatap Helios malu-malu.
Helios tersenyum, dan meraih wajah Gween,
Ia semakin mendekapkan wajahnya,
" Aku sangat mencintaimu..."
" A-aku juga mencintaimu" lirih Gween pelan.
Nafas mereka kini saling beradu, mereka tersenyum .
Helios meletakan kembali kotak kecil di tangannya,
" Pasangkan ini untukku" perintahnya. ia tak mau jika hanya Gween yang mengenakan lambang nama di jari, dengan sengaja Helios memesan 2 cincin dengan inisial nama mereka berdua di Pusat Aksessoris terbesar yang terkenal di Nirwana.
" Apa " Gween tak percaya jika Helios memebuat cincin satu lagi.
Dengan cepat, ia membuka kotak itu, dan melihat ada inisial namanya di sana.
" G...." seutas senyum mengembang di wajahnya, Gween langsung meraih jari tangan Helios, dan memasangkannya.
Dengan perasaan penuh Gembira, mereka berduapun saling berpelukan.
( Jangan lupa jejaknya ( Like comen, dan vote ) )
__ADS_1
______