TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
BAB 63


__ADS_3

Di sebuah Kediaman,


" Apa yang sedang kau pikirkan nak..?" tanya Ibu Suri lembut, sembari mengelus puncak kepala Anastasya yang sedang bersandar di pangkuannya.


" Hari ini, Aku berkunjung Ke kediaman Kak Arthur Ibu.." ujar Putri Anastasya lembut.


" hmm, terus? " jawab ibu suri mendengarkan


" Di sana ada Permaisuri kakak. " Sembari menghela nafas sesaat, Anastasya mengingat tatapan Arthur yang sangat dalam saat Arthur menatap Putri Azoya, dan sangat tajam menatapnya saat dirinya masih ingin bersama Pangeran.


" Apakah kakak mencintainya bu? Yang aku tau, Pernikahan ini karna alasan politik yang menginginkan penerus. Apakah kakak mencintainya? " tanya Anastasya sedikit getir membicarakan perihal perasaan.


Seketika, Ibu Suri tersentak. Dirinya bingung ingin memberi tahu jawaban seperti apa.


Tentu saja, Arthur sangat mencintainya. Perihal Pendamping beberapa hari yang lalu saat membahasnya bersama, Arthur sangat menentang keras keputusannya. Bahkan tutur kata yang sangat tegas, membuat dirinya sebagai ibu yang melahirkan tak berani memutuskan apapun lagi. Ada kekecewaan di dalam diri Pangeran terhadapnya sebagai seorang ibu. Sebagai ibu yang melahirkan, Dirinya tidak ingin Arthur semakin menjauh dari kasih sayangnya. Arthur adalah kehidupan bagi Kerajaan Timur.


" Ibu? Apa ibu mendengarkanku? " Anastasya mendongakkan kepala, dan menatap Ibu Suri yang terlihat melamun sendiri.


Mata Ibu Suri kini teralihkan menatap Anastasya yang bertanya kepadanya.


" Perasaan kakakmu, hanya dirinya yang mengetahui. " Ibu Suri hanya melemparkan seutas senyum terhadap Putrinya tersebut. Ibu Suri tau, jika Anastasya sudah lama mengagumi dan menyukai sosok Arthur yang di panggil kakak olehnya. Dirinya tidak ingin menyakiti hati Putrinya dengan jawaban yang akan dirinya lontarkan, dengan sangat terpaksa ibu suri memberikan sebuah jawaban yang sedikit tak memihak pihak mana pun.


"..." Anastsya terdiam. " Tatapan mata Pangeran sangat berbeda. Apakah Pangeran benar benar menyukainya? " gumam Anastasya dalam hati.


Ada guratan kekecewaan dalam hatinya.


" Apakah Putri bercadar itu benar-benar pilihan kakak? Seperti apa dia? Bagaimana rupanya, sepertinya Permaisuri Azoya sedikit aneh. Bagaiman kakak bisa menerimanya. Hal istimewa apa yang ada padanya. Yang tidak ada dalam diriku. " Ujar Putri Anastasya sedikit sendu .


" Ibu, Putri mohon diri . Maaf tidak bisa menemani ibu sedikit lama. Aku ingin Ke kediamanku untuk beristirahat" ujar Putri Anastasya lembut.


" hmm.. istirahaah nakk " ujar Ibu Suri tersenyum lembut.


Anastasya berlalu dan meninggalkan Ibu Suri sendirian di dalam Kediamannya.


" Putri Azoya! " gumamnya dalam hati.


" Aku akui, kau telah mencuri segalanya dari Putraku, dan menempati tahta tertinggi dalam hatinya. Apa yang istimewa darimu? Wajah bercadar itu...... Seperti apa sosokmu yang sebenarnya ? Aku tidak terlalu menyukai kehadiranmu. Tapi Kaisar, dan Putraku sangat mendukungmu. Apa yang bisa aku lakukan untuk menentangmu! " gumam Ibu suri dalam hati sambil mengepalkan tangannya." Aku telah kalah hanya karena Permaisuri bercadar itu, yang telah berhasil mengambil hati Putraku. " ujar Ibu Suri menghela nafas berat.


" 1 tahun lagi waktu yang tersisa, hanya demi penerus Kekaisaran ini. Berharap istrimu itu secepatnya memenuhi keinginan Kerajaan kita Arthur. Ibumu ini akan Sedikit berbaik hati, semoga Permaisuri pilihanmu itu, tidak akan mengecewakan Kerajaan Timur. Maaf Putriku Anastasya, kau harus berjuang sendiri demi cintamu. Ibu tidak bisa membantu ! "


Lirih Ibu Suri, dan menghela nafas dengan sangat berat.

__ADS_1


__________


Azoya membuka perlahan kedua matanya.


Dirinya memperhatikan keadaan sekitar, yang tak mendapati keberadaan Pangeran. Matanya kini beralih ke balutan selimut yang saat ini menutupi tubuhnya yang sangat polos. Asoya mengingat jika sebelumnya dia dan Pangeran Arthur sedang melakukan pergumalan yang sangat panas beberapa waktu yang lalu, karena kelelahan dirinyapun tertidur.


Matanya kini beralih kepinggiran ranjang, saat itu Pelayan setianya Yuri sedang meringkuk tertidur dengan kepala menyender di tepian.


" Yuri? " ujar Azoya sembari menyentuh pelan lengan Pelayan setianya itu.


Yuri pun menggerakkan kepalanya dan tersadar, jika Nonanya kini memanggil dirinya.


" No nona sudah bangun.. Maaf Nona, Yuri ketiduran " Tubuhnya kini langsung berdiri dan dengan cepat menundukan kepalanya.


" Apa nona ingin bangun? jika begitu, Yuri akan menyiapkan pemandian untuk Nona, Nona bisa membersihkan diri terlebih dahulu."


" Sepertinya tubuhku memang sangat lengket. Hm.. baiklah "


Yuri berjalan menuju tempat Pemandian di Kediaman Pangeran. Sebelumnya, Yuri sudah menyiapkan beberpa bekal perlengkapan Nonanya itu dengan sangat lengkap. Mulai dari perlengkapan mandi, kecantikan, dan perawatan lainnya.


Setelah bebrapa saat, Yuri berjalan menghampiri Azoya.


" Silahkan Nona, semua sudah siap "


Azoya mulai merendam tubuhnya dan menikmati Aroma wangi dari dalam air pemandiannya. yang cukup memberikan ketenangan, Setelah cukup lama berendam dan membersihkan diri. Azoya pun beranjak, menghambil setiap helai kain untuk mengeringkan tubuhnya yang basah. Setelah itu ia berjalan, dan keluar dari pemandian, dengan kain yang melilit tubunya.


Perlahan Azoya mengenakan pakaian yang sudah di persiapakan terlebih dahulu oleh Pelayan setianya .


" Yuri, Apa kau tau kemana perginya Pangeran? " ujar Azoya di sela sela kegiatannya


" Iya Nona, Pangeran berpesan untuk memberi tahu Nona, jika Dirinya sedang melakukan beberapa pekerjaan. Mungkin sekarang Pangeran sedang berada di ruang kerjanya "


" hm.. Bagaimana dengan adiknya Pangeran? Apa kau melihat keberadaannya? " tanya Azoya yang saat ini sedang menutup wajahnya dengan cadar.


" Adik? Apakah perempuan waktu itu adiknya Pangeran? Yuri hanya melihatnya saat keluar dari kediaman ini Nona. Saat itu raut wajahnya sedang tidak merasa bahagia. Apakah terjadi sesuatu ? " tanya Yuri penasaran


" Tidak! " ujar Azoya datar, sebenarnya dirinya dan Pangeran Arturlah yang sedang bermasalah saat di dalam Kediaman ini.


Tapi kenapa Putri Anastasya yang merasa tidak bahagia?


Azoya tak ingin ambil pusing.

__ADS_1


" Yuri aku ingin jalan jalan sebentar "


" Baik Nona, Yuri akan menemanimu "


Mereka berduapun keluar dari Kediaman Pangeran.


_________


Di sisi lain.


Pangeran Arthur dan beberapa mentri kerajaan sedang membahas hal cukup penting.


Arthur berusaha menjelaskan sesuatu dan beberapa Mentri dan petinggi petinggi lainnya menanggapinya dengan wajah yang cukup serius.


Tanpa sengaja Arthur melihat sosok Permaisurinya melewati Ruang Kerja tersebut. yang memiliki sedikit cela.


Seketika fokusnya menjadi buyar.


" Mau kemana dia? " gumam Pangeran Arthur dalam hati


" Tuann, Tuan, bagaimana dengan rencana selanjutnya? " tanya Salah satu Mentri


Arthur pun kembali menyadarkan pikirannya yang sekilas sedikit terganggu.


" lanjutkan.. " tegasnya


" Baik Tuan, Sebaiknya...... &%€¥®..$@ " ujar para mentri sedikit serius dengan masalah politik.


____


Brukhhh


" Aishhhh.... " Rintih Azoya


" Nona Nona tidak apa apa? " tanya Yuri khawatir saat melihat Azoya terjatuh.


" Tidak, Hanya sedikit keseleo di pergelangam tangan saat menyentuh lantai " ujar Azoya.


Matanya kini menatap sesuatu yang telah ia tabrak sebelumnya.


.

__ADS_1


# Jangan lupa dukungannya ya


see you


__ADS_2