TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : PERASAAN PANGERAN!


__ADS_3

## SEBELUM BACA!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!! ###


🍂🍂🍂


.


" Kekuatan.. ? Bagaimana dengan Kekuatan itu! Jika kau Dewa.. Lantas bagaimana dengan kekuatannya.. Aku bukanlah seorang Dewi tapi kau adalah Dewa" Lirih Gween.. merasa jawaban tentang dirinya ia belum mengetahui.


Sontak saja, Pangeran Avery terdiam.


Dan menelan air ludanya sendiri.


Ia.. Jika dirinya Seorang dewa...


Bagaimana dengannya..? Gween?


Dari mana Gadis ini mendapatkan kekuatan seperti itu. Pangeran Avery baru menyadarinya, seandainya saat di bumi ia telah memikirkan hal tersebut.


Tapi... Kehadiran Gween yang membuat dirinya teralihkan.


Sebuah Rasa.. Rasa yang sangat aneh.. Seakan menutup pola pikirnya.


Dan Benar!


Hanya keturunan dewa dan Dewi langitlah yang memiliki Kekuatan dan aura seperti itu.


Avery terdiam.


Mencoba memahami situasi.


Sementara itu, Gween dengan perlahan duduk di sebuah akar pohon surga di Nirwana. Ia menantikan penjelasan Pangeran Avery.


Gween sangat ingin, Pangeran Avery bisa memecahkan masalah kekuatan yang ia miliki dan berbeda dari wanita pada umumnya.


Gween merasa kemampuannya ini, tidak lah normal bagi sebayanya.


Seraya memejamkan matanya...


Pangeran Avery, mengambil tempat disisinya.


Mereka saat ini sedang duduk bersama.


" Sejak kapan kau telah memiliki kekuatan seperti ini? " tanya Pangeran Avery juga penasaran.


"Itu sudah ada saat aku masih kecil. Aku sudah memilikinya. " lirih Gween pelan.


" Apa mereka semua mengetahui, keluarga ? Ayah atau ibu, atau yang lainnya? "


Ia mencoba memastikan sesuatu


" hanya Ayah dan ibu yang tau. "


Pangeran Avery mendengarkan setiap jawaban yang Gween ucapkan. Entahlah.. Saat ini Pangeran Avery sebenarnya mulai mencurugai sesuatu, tapi tak ingin menyakiti


" Jika mereka sudah mengetahui hal tersebut, boleh aku menanyakan satu hal lagi? "


" iya... " lirih Gween seraya memandang hamparan taman yang cukup luas, di depan matanya saat ini sebenarnya ia hanya menatap nanar.


" Gween, apa ada di antara Mereka yang memiliki kekuatan tenaga dalam seperti ini? " Pangeran Avery mencoba memastikan sesuatu.


Tapi, Gween hanya menggeleng.


Tidak ada.


Sunyi..


Seketika suasana menjadi hening.


" Hanya ada satu hal.. " ucap Pangeran Avery ragu..

__ADS_1


" Apa itu? " Gween menatap Pangeran Avery penuh tanya.


" Berjanjilah terlebih dahulu, kau tidak akan marah atas ucapanku ini " ujar Pangeran Avery penuh kehati-hatian.


" Aku tidak tau apa yang akan kau bicarakan. Mengapa mesti harus berjanji, bagaimana jika itu jebakanmu untukku " ketus Gween


" Hei.. " sekali lagi Avery memberi sentilannya.


" Aw.. " Ringis Gween " Apakah isi kepalamu ini hanya ada kecurigaan hmm? " ujar Pangeran Avery seraya menatap Gween gemas,


" Ck.. bisakah kau tidak menyenyil kepalaku terus. Ini sangat memalukan " rutuk Gween kesal.


" Maka dari itu, Kau harus mendengarkan ucapanku. Ini penting "


Avery memasang wajah seriusnya. Gween yang melihat keseriusan itu, seketika membuat perasaannya ada sesuatu yang tak enak.


" Apa yang ingin kau katakan? " Gween sebenarnya cemas mennatikan apa lagi yang Pangeran Avery ingin beritahu kepadanya.


"Gween Kau... bukanlah Putri mereka " jawab Pangeran Avery apa adanya.


Sontak saja, Gween berdiri dari duduknya. Ia menatap Pangeran Avery tajam, dan hendak marah.


" Hei.. Tenanglah. Itu hanya kemungkinan. " Avery langsung menenangkan.


Bak tersambar petir, rasanya Gween sangat jantungan mendengarkan hal tersebut.


Apa dia bilang?


Bu-bukan Putri mereka?


Tubuhya terasa sangat lemas mendengarnya.


Mendengarkannya saja ia sudah seperti itu.


Bagaimana jika ia menghadapi kenyataan yang sebenarnya.


Air mata Gween perlahan jatuh membasahi pipinya.


Gween tertegun, berusaha mencerna dan menganggukan kepala.


" Jawabannya ada pada mereka "


Sekali lagi Pangeran Avery meyakinkan Gween.


Benar!


Jika dirinya tidak bertanya, bagaimana ia tau, masalah kekuatan yang ia kuasai selama ini, jika Gween merasa dia bukan anak kandung.


Lantas, siapa dia sebenarnya.


Berbagai pertanyaan berputar-putar di dalam benaknya.


Rasanya Gween sangat ingin sekali menangis meraung-raung.


Tapi.. Apa daya.


Dengan Cepat, Pangeran Avery merengkuh tubuh tersebut.


Berusaha memberikan ketenangan.


Berusaha agar tak terlalu banyak yang Gween pikirkan.


.Gween menenggelamkan kepalanya, di dalam pelukan Pangeran Avery.


Setelah beberapa saat, Gween sudah sangat nyaman. Dan sedikit tenang kerena pelukan itu.


Matanya menatap Pangeran Avery.


" Ada apa? " lirih Pangeran Avery pelan.

__ADS_1


Nafasnya menyapu wajah sayu itu.


Masih ada sisa tangisan di wajahnya.


" Aku ingin pulang... " lirihnya lemah.


" Baiklah. . Aku akan mengantarmu kembali "


" Sebelum itu, Aku ingin memberikanmu ini " Pangeran Avery membuka sebuah kotak, yang di dalamnya terdapat benda pipih.


Gween mengernyitkan keningnya.


" Apa ini? " Gween menatap benda tersebut sangat aneh.


Pangeran Avery tersenyum


" Ini adalah Smartphone, Kau bisa menghubungiku lewat ini . Lihatlah... " Avery pun mengajarkannya kepadaku.


Dengan sangat teliti, akhirnya Gween mulai memahami sistem kerja dari Smartphone tersebut.


Untuk cara kerjanya, Pangeran Edgar telah memasang beberapa satelit di bumi. Dan telah mendirikan sebuah tower.


Di setiap bangunan sisi Kerajaan. Tentu saja, proyek berbau sistem komunikasi tersebut, telah mendapat persetujun di beberapa Negara. Hanya saja, benda pipih tersebut, belum meluncurkan Produknya. Masih dalam tahap perencanaan.


" Di Duniamu terlalu banyak hal yang aneh yang tidak kuketahui sebelumnya. Tapi karenamu, aku telah mengetahui banyak hal. Terimakasih " Ujar Gween melempar senyum tulusnya, walau hanya sekilas.


Deg..


Pangeran Avery, merasakan jantungnya berdetak.


Seakan terhipnotis dengan senyum manis yang Gween berikan.


Pangeran Avery. Merasa perasaannya sangat aneh. Ia terbuai dengan pesona yang Gween miliki.


Hanya kata Terimakasih.. Bisa membuatnya seperti ini.


" Pangeran.. kau mendengarku? " Gween terus memanggil-manggil nama Avery,


Pangeran Avery tau jika Gween sedang memanggilnya. Seketika, Pangeran meraih tangan itu, dan mendekapnya kembali.


Gween yang mendapat tarikan dadakan.


Jatuh ke dalam pelukan Pangeran Avery.


" Gween.... " Pangeran terus memandang wajah Gween. Jantungnya semakin berdegub kencang.


Gween yang merasakan tatapan mata Pangeran Avery sangat tak biasa.


Dirinya, bertanya-tanya...


Gween tak sengaja merasakan debaran jantung yang sangat kencang melewati sensor tangannya di dada Pangeran.


Wajah Gween memerah.


Begitu halnya dengan dirinya.


Gween gugub


#


(Apa perasaan kalian berada di part ini? " Ayo ikut merasakannya di kolom Komentar ya )


Saya sebagai author, gak tau kenapa, perasaan mereka berdua kayak ngalir aja gitu. Bukan author jahat. Tapi... Ada feel gimana yang gk bisa di jelasin.


Berilah kekuatan pada author, supaya bisa memikirkan ide untuk membuat persimpangan ke jalan yang benar!! 😆


:D


.

__ADS_1


# Jangan Lupa, LIKE, COMEN, DAN VOTENYA YA!


__ADS_2