
" Apa ! Bagaimana kau tau, aku bahkan belum memberitahumu" Pangeran Edgar terkejut , ternyata Pangeran Avery sudah mengetahuinya.
" Woow luar biasa. Pantas saja Bunda begitu hebat. Ide dan pola pemikiran bunda semuanya sangat menakjubkan, ternyata bunda dari masa depan" Puji Pangeran Griffith tak menyangka, tiba-tiba sorot matanya kembali tajam, " Mengapa kalian tidak memberitahuku sebelumnya, dan hanya aku yang tidak mengetahui itu " Sungut Pangeran Griffith kesal menatap ke arah kedua Pangeran.
" Sudahlah, Apa yang kau tau. Kau hanya bisa menggoda para Dewi saja" Timpal Pangeran Edgar, dan membuat Pangeran Griffith mendelik menatap semakin tajam ke arahnya.
" Kau tidak tau, pesonaku yang membuat mereka menggilai ketampanan ini. Jadi yang salah bukan aku, wajah inilah yang menggoda mereka " elaknya tak mau kallah.
" Diam kalian berdua, dari mana kau mengetahuinya ? " Pangeran Avery menatap ke arah Pangeran Edgar dengan pertanyaan di matanya.
" Selama 1 tahun belakangan ini, aku telah melacak sistem jaringan di dunia, tanpa sadar sebuan lorong di lapisan akhir , menunjukan sebuah signal yang sama, aku telah mendeteksi bahwa ada kehidupan lain yang terjangkau dari jaringan satelit yang kita miliki. Aku pun pergi kesana, setelah itu tanpa sengaja aku menemukann segel dimensi ini yang tergeletak di sana, ayah menyegel benda ini, tapi kenapa segelnya lenyap, ini berhubungan dengan penelitian jaringan yang kulakukan, aku membawanya kembali, selama ini aku telah menelitinya dan benar saja, segel ini berhubungan dengan signal jangkauan yang telah ku teliti, tapi segel yang kulihat di Kerajaan Langit juga memiliki lambang yang sama dengan ini, bunda pernah menjelaskannya jika itu lambang masa depan dan juga kematian. Tapi bunda tidak menjelaskan keseluruhanya, Ayahanda melarang" Jelas Pangeran Edgar, ia pun melanjutkanya kembali.
" Ohh iya aku melupakan hal pentingnya, kalian tau, saat kembali dari lapisan akhir, aku melihat sebuah lorong hitam yang sangat besar, seketika lorong itu menghilang saat Segel ini berada dalam genggamanku. "
" Lorong hitam ? Apa kau benar-benar melihatnya ?" tanya Pangeran Avery seakan memikirkan sesuatu.
" Iya, memangnya ada apa ?" ujar Pangeran Edgar bingung.
" Yah Itu Dia lorongnya, lorong penghubung dan pemutus " jelas Pangeran Avery dan tak di mengerti oleh kedua Pangeran.
" Maksudmu apa kak ?" jawab kedua Pangeran tak mengerti.
Pangeran Avery memberikan seutas senyum di wajahnya, namun juga menunjukan keseriusan
" Selama menjadi Dewa Agung, aku telah mempelajari banyak hal tentang kekuatan lorong Dimensi. Itu lorong yang sangat berbahaya, Penghubung 2 alam yang berbeda, akan tetapi mempertaruhkan kehidupan yang sekarang, tepat Bunda telah mengalami semuanya" jelas Pangeran Avery, kedua Pangeran terdiam mendengarkan penjelasan tersebut.
" Sepertinya, meneliti kehidupan bunda begitu sangat menarik. Aku jadi ingin mengetahui masa depan apa yang pernah bunda alami" ujar Pangeran Griffith begitu santai.
" Jauhkan pikiranmu itu, apa kau tidak dengar penjelasannya, konsekuensinya sangat besar, dia menghubungkan, akan tetapi juga kematian. jika kau ingin ke sana, apa kau siap menghilangkan identitas Dewa yang kau miliki " Jelas Pangeran Edgar begitu serius, Pangeran Griffithpun merinding, ia melupakan hal terpenting itu.
" Jangan sembarangan. Ini berbahaya " Timpal Pangeran Avery menatap tajam ke dua Pangeran.
Saat ketiganya fokus berbicara, Segel itu pun tanpa sengaja aktif kembali, lorong Dimensi kosong tersebut, tanpa sengaja menarik segel itu ke arahnya, komputer dan mesin di ruangan tersebut pun tiba-tiba saja membunyikan alarmnya,
" *Peringatan : Segel telah di aktifkan "
( Suara komputer menggema di ruangan tersebut*"
" Apa yang terjadi, " Pangeran Avery mengotak atik komputer tersebut ia sangat panik.
Begitu juga Pangeran Edgar dan juga Pangeran Griffith.
Mereka bertiga menghadap ke arah layar komputer yang sangat besar di hadapannya, dengan segera menggunakan kaca mata radiasi.
Sesekali melirik ke arah samping Lorong Dimensi kosong, yang perlahan berubah menjadi lorong hitam.
Pangeran Avery sangat tersentak, meskipun ingin mengaktifkan segel itu lagi, tapi dirinya belum sempat membuat segel perlindungan .
Dan Segel tersebut murni berbahaya.
" Lakukan sesuatu " teriak Pangeran Avery kepada kedua Pangeran.
Dengan sigab, kedua Pangeran Griffith dan Pangeran Edgar mengunci perubahan lorong tersebut dengan bantuan kekuatan sihir, angin lorong tersebut memporak porandakan ruangan yang ada di dalamnya,
__ADS_1
Tiba-tiba saja sesuatu yang melayang menghantam kepala belakang Pangeran Avery dengan sangat kencang, dan berhasil membuat pertahannanya melemah, di dalam ke panikkan membuatny tak bisa menahan apapun. Pangeran Avery tak menyangka, kekuatan lorong dimensi hitam akan sebesar ini,
" Kak, kau tidak apa-apa ?" teriak kedua Pangeran sangat cemas.
Tanpa sadar, darah putih bercampur merah keluar mengalir, angin tersebut melayangkan setetes darah dan jatuh tepat di atas segel.
Tangannya berhenti mengacaukan sistem komputer,
Seketika penglihatannya mengabur,
" Apa yang terjadi, Kenapa....Kenapa dengan tubuhkuh" lirih Pangeran Avery pelan.
Kedua Pangeran melihat perubahan aneh di tubuh Pangeran Avery setelah darahnya tak sengaja menetes di atas segel tersebut ..
Dengan cepat Pangeran Edgar menyuruh Pangeran Griffith mundur untuk menghampiri Pangeran Avery.
Dengan tergesa, Pangeran Griffith hendak memegang perubahan yang terjadi kepada Pangeran Avery, tanpa sengaja tubuhnya terpental sangat jauh saat ketika semua kekuatan melesat ke arahnya..
Brakkk..
" Uhuk...Uhukk..." Darah segar muncrat keluar dari dalam mulut Pangeran Griffith. Dengan tertatih perlahan berdiri, sembari memegang dadanya yang sangat sakit sekali akibat terjangan seluruh kekuatan yang berasal dari tubuh Pangeran Avery.
Pangeran Edgar terkejut, matanya membelalak, saat melihat tubuh Pangeran Avery di selimuti oleh kilauan warna yang terus menerus keluar dari dalam dirinya.
Tubuh itu perlahan terlihat transparan.
" Tidakkk ! Ayahanda , Ibunda" Teriak Pangeran Edgar panik. Bola matanya memerah karna panik melihat perubahan itu.
Iya tau, jika seorang Dewa lenyap, akan mengalami perubahan seperti itu, Pangeran Edgar pernah mengetahui itu semua di sebuah buku pengetahuan yang telah ia pelajari.
Beberapa saat telah berlalu, Dewa Arthur dan Dewi Zoya segera masuk ke dalam Ruangan tersebut.
Mata keduanya sangat kaget dengan apa yang telah mereka lihat.
__
Hancur dan berantakan...
Seperti itulah kondisi ruangan rahasia saat ini.
Tidak ada kegaduhan lagi, semua telah berakhir !!
Pangeran Edgar dan Pangeran Griffith menatap kosong ke arah lorong dimensi yang kini telah berubah menjadi lorong biasa.
Ada kesedihan mendalam di hati mereka.
Semua itu tak luput dari pertanyaan besar kedua Dewa dan Dewi semesta tentang apa yang terjadi.
Arthur dan Zoya menghampiri kedua Pangeran yang saat ini terduduk tak berdaya di lantai yang begitu tak berbentuk.
Keduanya akhirnya menceritakan segalanya
Tanpa sadar itu membuat Dewa Arthur sangat murka. dan Dewi Zoya terduduk lemas, air matanya jatuh tiada henti menatapi lorong yang tak berbentuk di hadapannya kini...
__ADS_1
" Tidakkk....." teriak Dewi Zoya meraung.
Kemurkaan Dewa Arthur terhadap para Pangeran, membuat Pangeran Griffith dan Edgar pasrah menerima segalanya. Dewi Zoya masih meratapi hal tersebut, dan menatap kedua pangeran secara bergantian seakan tak percaya dengan apa yang telah mereka perbuat.
____
1 bulan telah berlalu di Nirwana,
Kesedihan menyelimuti semuanya, pemimpin Agung Dewa Avery mereka kini sudah tidak ada .
Kabar tersebut sampai langsung di Kerajaan Langit, membuat Dewi Hayna dan Dewa Zhen sangat kaget akan kabar tersebut. Terlebih lagi untuk Gween sendiri, ia sangat terpukul akan kehilangan kakak yang paling mengerti dirinya itu.
" Hiks...Hiks..." Tangis Gween pecah di pelukan Helios. Helios menenangkan istrinya dan terus mendampinginya.
Helios sebenarnya bingung dengan apa yang telah terjadi.
" Aku mau ke Nirwana, Bunda dan Ayah pasti sangat sedih sekali " lirih Gween dengan tangisnya yang semakin mengalir.
" Baiklah, kita akan kesana. Tapi hapuslah terlebih dahulu air matamu ini, apa kamu mau Queen kita melihat ibunya ini bersedih hem" bujuk Dewa Helios pelan.
Gween pun mengangguk,
Sementara itu, Dewi Hayna menatap suaminya Dewa Zhen,
" Suamiku, kita harus membantu " ujar Dewi Hayna yang seolah mengerti segalanya.
" Baiklah."
Mereka semua pun bergegas ke alam Nirwana.
__
Arthur dan Kedua Pangeran kini sedang sibuk melakukan sesuatu di dalam sebuah Pagoda kehidupan.
.
Tbc.
Akankah Pangeran Avery kembali ?
Bagaimana caranya ?
Lantas, seperti apa kehidupan yang telah menantinya ?
Ayo terus dukung cerita Author yah.....
Semuanya akan memulai babak Baru, Good Bye, Season 2....
Huhuhu.... Kehidupan Dewaku yang menyenangkan, selamat tinggal !!!!
" WELCOME SEASON 3"
.
__ADS_1
# Jangan lupa, Like, Coment, dan Votenya !