
Di mulai dari beberapa tahun yang telah berlalu.
Admaja menceritakan semuanya dengan sangat mendetail.
Tentang siapa sosok putri yang selama ini ia tutupi dari Garendra, tentang penghargaannya sebagai Ratu kecantikan dunia, tentang kedudukan tertinggi di perusahaan inggris, serta insiden kecelakaan yang menimpa Zoya sehingga menyebabkan dirinya meninggal dunia.
Garendra sedikit tertegun mendengar semua penjelasan sang kakek.
" Namanya adalah Zoya, Zoya Admaja" jelas sang kakek, begitu serak saat mengingat semua momen lama yang begitu membekas.
Bak mendapat sebuah sengatan di kepala, Garendra seakan terpercik sesuatu di dalam memorynya..
" Argh.." rintihnya kedua tangannya dengan sangat cepat terangkat dan menahan rasa sakit yang teramat di kepalanya.
" Garendra, kau kenapa ?" Kakek Garendra sangat panik, lalu merangkul sang cucu.
" Ke-kepalaku..."
Tring~Tring~
Kilatan memory hitam putih sedikit melintas di kepalanya..
Setelah beberapa saat, kesadarannya pun akhirnya menurun.
" Harry !!!" teriak Kakek Admaja yang begitu panik.
" Ya Tuan Besar" Harry dengan sigab menghampiri Admaja, matanya terkejut melihat Tuan Mudanya tak sadarkan diri.
" Tuan Muda " Secepat kilat Harry membopong Garendra .
Admaja menelpon seseorang.
Yang tak lain, Dokter Specialis saraf otak yang terkenal di inggris.
Setelah beberapa saat menunggu.
Seorang Dokter kenalan Kakek Admaja pun datang ke dalam Mansion.
Yang tak lain adalah seorang Dokter Perempuan muda yang sangat cantik, Yaitu Dokter Joicelyn.
" Kakek ada apa ?" Joice dengan sangat panik ia tak tau apa yang telah terjadi sehingga Kakek Admaja membuat Alarm Darurat yang ada di Rumah Sakitnya.
" Tolong, Nona Joice untuk memeriksa Tuan Muda dengan segera" Sapa Harry membawa Joice ke dalam kamar.
" Tuan Muda ?" Joice mengerutkan keningnya, pasalnya ia tak pernah tau ada anggota keluarga lain di dalam kediaman Admaja.
Segera Joice menatap sosok pemuda yang saat ini telah kehilangan kesadaran berbaring di atas sebuah ranjang besar.
" Apakah pemuda ini ?" gumamnya dalam hati seraya memperhatikan.
Setelah beberapa saat, rangkaian pemeriksaan telah di lakukan.
Joice akhirnya menjelaskan.
" Sepertinya , Tuan Muda Admaja mengalami serangan panik"
" Apakah ada sesuatu yang memicu saraf di kepalanya kek ?" tanya Joice memastikan.
" Tidak , saya tidak tau " ucap Kakek Admaja.
__ADS_1
Joice mengerutkan keningnya
" Apa sebelumnya kakek sedang membahas sesuatu dengannya ?" selidik Joice kembali.
" Ya benar, saya memang sedang membahas sesuatu yang pribadi kepadanya "
" Tentang apa ?" sahut Joice kembali
" Tentang Zoya" ucap Tuan Admaja
" Setelah itu ?" kembali Joice ingin menanyakan lagi.
" Setelah itu, saat kakek menyebut Zoya, Garendra tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya "
Joice sedikit terdiam seraya mencermati sesuatu
1 bulan berlalu
Kesadaran Garendra ternyata belum juga kembali.
Di alam bawah sadarnya,
Garendra seakan di tarik ke suatu tempat, tempat dimana semuanya tampak asing.
" Dimana ini, " lirihnya seakan tertatih sembari menahan rasa sakit di kepalanya.
Matanya mencermati tempat tersebut.
Suatu lintasan hitam di atas langit pun melesat
Sontak saja dirinya sangat terkejut.
" A-apa ! Berhenti " Teriaknya panik
Dan,
DUARRRRRR
Sebuah ledakan pun terjadi.
Tak di sangka mobil tersebut tidak mengenai dirinya, melainkan lintasan hitam yang melesat itulah yang menghantam jalan di sampingnya.
Garendra terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
" Kemana mobilnya ? " Ia bergegas mencari keberadaan mobil yang hampir saja menabraknya.
Matanya memicing melihat pembatas jalan yang hancur seakan terkena benturan yang sangat dahsyat
Garendra segera berlari menuju pembatas jalan tersebut.
Sementara sebuah galaksi hitam tepat di jalan besar tersebut seketika muncul perlahan tanpa Garendra ketahui.
Garendra mendekati pembatas jalan tersebut.
Alangkah terkejutnya ia. saat melihat mobil yang hampir menabrak dirinya kini terjatuh di bawah jurang.
Dengan sigab, ia bergegas turun ke bawah seakan memastikan sesuatu.
Mobilpun dengan cekatan ia buka, dan tak di sangka, sosok wanita berada di dalamnya, dengan darah mengalir di sekitar kepalanya.
__ADS_1
Saat hendak membalik posisi wajah wanita tersebut.
Seakan terkena sengatan listrik, Garendra begitu sangat terkejut.
Saat wanita muda yang ia lihat tersebut membuka matanya, dan berbicara
" Zoya "
" A-apa.." Garendra diam mematung di tempat.
Di sisi lain, Galaksi hitam pun semakin membesar.
Tiba-Tiba dua cahaya melesat dengat sangat cepat berusaha keluar dari dalamnya.
Dan...
Whosstt.....
Sosok Laki-laki tampan dengan sigabnya berdiri, dengan mata seakan mencari sesuatu .
Yang tak lain adalah. Pangeran Griffith dan Pangeran Edgar itu sendiri.
" Wow... Wow, menakjubkan kita tiba di dunia Bunda " ujar Griffith begitu antusias dan bersemangat.
Sementara itu, Edgar mencari sosok kakaknya yang sudah di prediksi olehnya bahwa pertemuan mereka akan terjadi disini.
" Dimana, Pangeran Avery ?" lirihnya seakan mencari keberadaan sang kakak.
Seketika kedua Pangeran tersebut mengingat sesuatu.
" BUNDA !!" Teriak mereka serentak.
Jatuhnya mobil tersebut, membuat kedua Pangeran bergegas segera menyusul.
Tanpa mereka duga, ternyata Pangeran Avery telah terlebih dahulu menghampiri Zoya , yang tak lain adalah Bunda Dewi mereka.
Garendra yang saat itu masih diam mematung, seolah sedang mencerna sesuatu masih berdiam diri tak bicara, tiba-tiba saja kepalanya terasa amat sakit tak tertahankan.
" Kakak ?" Teriak kedua Pangeran menghampiri Garendra.
" Arghhhh.. " Garendra perlahan memicingkan matanya sembari menahan sakit dan melihat keberadaan kedua Pangeran.
" Ka-kalian siapa?" ucapnya tertatih .
" Apa ?" Kedua Pangeran Syok mendapati Pangeran Avery tidak mengenali mereka.
Sosok Zoya yang berada di jiwa manusia perlahan berkilau. Kedua Pangeran melihat itu
" Bu-bunda ?" Teriak Edgar dan Griffith serentak.
#Terimakasih buat kalian yang masih setia menanti ceritanya.
Maafkan atas keterlambatannya.
Di karenakan Author baru srmpat menulis lagi, ada suatu hal yg gk bs author jlaskan kepada kalian.
( Jangan lupa untuk tetap , like. vote, dan komennya untuk cerita TPYJ ini yah)
See You all
__ADS_1