
Arthur terdiam. Sejenak mengetukan jari tangannya sesaat.
" Aku akan hadir.. " ujar Dewa Arthur datar.
" Terimakasih Dewa... " Dewa Surya menunduk hormat.. " Saya akan menyiapkan semuanya dengan baik" Dewa Surya pun berlalu
Arthur berdiri melangkahkan kakinya. Tubuhnya terhenti tepat di sebelah Azoya.
" Ikut denganku.. " ujar Arthur pelan
Azoya kaget. Bola matanya mengarah menatap Dewa Agung.
Dengan sedikit keraguan, Akhirnya Azoya mengiyakan.
" Ada apa..." tanya Azoya saat langkah kaki keduanya telah berhenti.
Arthur terus menatap Azoya, langkah kakinya sedikit mendekat.
" Apakah Dewi ini tidak tertarik sama sekali denganku? " goda Arthur semakin terus mendekati Azoya.
" Hah.. " Azoya terkejut, " Ma-maksud Yang mulia Dewa apa? " Azoya terus memundurkan tubuhnya.
" Apa aku tidak tampan? Kenapa sepertinya kehadiranku tidak membuatmu tertarik. " ujar Arthur menekan, ada kekesalan yang terlukis di kepalanya
" Apa yang Dewa bicarakan! Apa kita seakrab itu " Ujar Azoya sedkit kesal dengan maksud ucapan Dewa Agung, yang namanya hampir menyerupai suaminya sendiri.
Jujur, Azoya sangat deg degkan merasakan hawa aneh di hatinya, saat berdekatan dengan Dewa Agung, yang ada di hadapannya saat ini .
__ADS_1
Tapi Azoya sangat pandai menutupi perasaan ganda di hatinya.
Saat mendengar ucapan dari Permaisuri tercintanya itu, yang mengatakan mereka tidak akrab, Arthur langsung mendorong posisi tubuhnya yang hampir mendekat. Arthur meraih wajah Azoya dan menatapnya dalam dalam.
Setelah itu, Arthur menghempaskan tangannya sendiri, dan pergi menjauh
Azoya tercengang.
" Ada apa dengannya... " ujar Azoya sedikit di buat bingung dengan tingkah Dewa Arthur yang menurutnya sangat aneh.
Setelah beberapa saat, Gong Nirwana berbunyi 4 kali. Suaranya menggema.
Azoya mendengar bisik bisik dari orang sekitarnya.
" Akan ada rapat Akbar terjadi. Ini akan sangat luar biasa. Masa depan alam Nirwana bergantung terhadap rapat Akbar ini "
" Dewi benar, yang mulia Dewa Agung sangat jarang berada di Nirwana. Sampai saat ini Nirwana sedang tidak menentu "
" Dengar-dengar, Para petinggi telah memiliki daftar beberapa calonnya. Wah... Saya penasaran siapa Dewi yang beruntung tersebut . Jika di beri kesempatan, saya ingin menjadi salah satunya " ujar Para Dewi yang begitu sangat Antusias.
" Dewi yang mendampingi Dewa Agung harus lah Dewi yang memiliki kualitas terbaik. " sahut Dewi lainnya.
" Kualitas Dewi terbaik hanya dimiliki Dewi alam semesta. Kita tidak tau keberadaannya. Dengar-Dengar dia mungkin belum terlahirkan, "
" Dari mana Dewi ini tau? " sambung Dewi lainnya
" Menebak, buktinya sampai saat ini sosoknya belum lah ada yang membicarakan "
__ADS_1
Azoya tersentak, seperti ada kilatan aneh menghampiri dirinya.
" De-dewi alam semesta...!" gumam Azoya dalam hati.
" Hekhem..... " Suara bariton Dewa langit menyadarkan lamunannya.
Azoya kaget dan menoleh ke arah sang Raja yang merupakan sosok Ayahnya yang sebenarnya.
" Maaf kan Zoya yang tidak menyadari kehadiran Ayahanda " Azoya memberi hormat seraya membungkukkan badannya.
" Apa yang Putri Dewi Ayah lakukan disini " Ujar Raja Zhen bertanya.
" Zoya hanya cari kesegaran saja. Sepertinya udara disini cukup menyegarkan " ujar Azoya mencari alasan.
" Apa Putri Ayah menyukai tempat ini? " tanya Dewa langit.
" Te-tentu Ayah.... " ujar Azoya terbata.
Seutas senyum muncul di wajah Raja Zhen.
" Ayo. kita harus menghadiri rapat Akbar tersebut. !" Raja Zhen menarik pergelangan tangan Putri Dewinya itu dengan penuh kasih sayang.
# Terimakasih untuk kesetiaan kalian.
JANGAN LUPA LIKENYA, DAN JUGA KOMENNYA IYA.
DAN TERUS SUPORT NOVEL INI, DENGAN CARA VOTE SEIKLAS HATI KALIAN.
__ADS_1
SEE YOU
( Bab ini aku gak edit lagi, maaf jika terjadi kesalahan kata, pengetikan, dan banyak typo)