TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3 : Episode 31 " Pin"


__ADS_3

...# Harap Tinggalkan Jejak Terlebih Dahulu...


.


_____


Dukh....


" Ahh...." Ringis Lucy merasakan sakit di bahunya.


Ia pun menoleh ke samping dan melihat siapa yang menabraknya dengan sengaja.


Yang tak lain adalah Lydia dan Gengs.


Lucy sangat muak melihat mereka semua.


" Apa kau melihat poster undangan ini ? Ck... Stylemu sangat tidak cocok, kau tau pesta ini pesta mewah berkelas, sangaat tidak pantas jika wanita cupu sepertimu menghadirinya." Sindir Grace.


" Oh ya, siapa kalian menentukan pantas dan tidak pantasnya ? Apa kalian salah satu anggota kerajaan ?" sahut Lucy menatap mereka intens dengan pandangan sinisnya.


Viola yang mendengar itu menyahut.


" Kau berani kepadaku ? Apa kau lupa, siapa aku ? Aku juga salah satu anggota kerajaan... Tentu aku sangat tau jelas seperti apa pesta kerajaan tersebut, pasti akan di gelar dengan sangat mewah. Maka dari itu, bercerminlah, dan lihat penampilanmu " sindir Viola sombong sembari mengejeknya.


Garendra yang beberapa saat yang lalu pergi ke toilet, kembali dan melihat Lucy sedang bersama seseorang.


Lucy yang merasa terhina, berusaha menahan amarahnya, ia pun hendak berjalan mengabaikan mereka.


" Mau kemana kamu ?" cegat Grace memegang lengan kiri Lucy dan mendorongnya.


____________


Malam ini, Garendra sudah bersiap dengan setelan Jas putihnya.


Sementara itu, Lucy sedang berusaha mengembalikan wujudnya yang sebenarnya, dan merubah seluruh penampilannya.


Ia pun menggunakan sebuah Gaun yang sangat Ellegant dan mewah,


Sosoknya yang cupu kini berubah 180 derajat menjadi sosok yang sangat cantik bak seorang Putri Kerajaan.

__ADS_1


Kulitnya yang putih bersih kini terekspos, dengan rambut pirang yang panjang dan bergelombang menonjolkan sosok kecantikan yang sebenarnya.


" Aku suka penampilanku" puji Lucy dengan dirinya sendiri di depan sebuah cermin. Senyum merekah di wajahnya.


Akan tetapi wajahnya tiba-tiba kembali berubah menyeramkan , ia sangat jengkel atas kejadian tadi siang.


Jika Garendra tidak menahannya, sudah di pastikan puncak kesabarannya akan di luar batas kendalinya. Ia tidak akan segan menghabisi ketiga wanita itu dengan sangat brutal.


" Grrrrr... Kalian beruntung tidak melihat sisi kejamku yang sebenarnya. " geram Lucy terhadap Lydia, Grace dan Viola.


Ia pun berjalan meraih Sebuah High Heels tinggi dan menggunakannnya. Kini begitu sempurna melengkapi penampilannya yang terlihat Ellegant dan berkelas.


Tak ada yang mengira , bahwa dirinya adalah sosok wanita cupu yang selama ini menjadi ejekan.


Lucy menyunggingkan senyumnya.


Lucy berjalan dengan sangat anggun.


Sembari memakai topeng di wajahnya.


Semntara itu, secara bersamaan.


Ketampanannya terlihat begitu kontras dengan perpaduan kemeja hijau dan jas putih perak yang sangat mendominasi.


Sedikit garis ke emasan yang mengkilau meriasi sisi pinggir jasnya.


Semakin menonjolkan sisi cool dan berwibawa penampilannya..


Ting


Pintu Lift pun terbuka


Keduanya hampir masuk secara bersamaan. Mereka Saling memandang satu sama lain.


Setelah itu secara tiba-tiba, suara seseorang menghentikan langkah keduanya.


" Tuan Muda, Nona, berhenti " teriak Harry dari kejauhan.


Tak tak tak...

__ADS_1


Langkah kakiny semakin mendekat.


" Maaf Tuan, perintah kerajaan kalian harus menggunakan ini " Harry menyerahkan 2 pin khusus untuk mereka berdua.


Dimana pin tersebut sudah di lengkapi dengan pelacak dan perekam suara di dalamnya.


" Apa ini, dan siapa yang menyuruhmu ?" sela Lucy yang tidak mengerti sama sekali.


" Ini adalah alat pelacak Nona, semua ini demi keamanan. Di dalam pelacak tersebut sudah terdapat perekam suara dan terhubung langsung dengan data komputer" jelas Harry.


" Raja Juliyus yang menyarankan, pakailah ! Ini juga akan membantu dan mempermudah sesuatu jadi jangan merepotkan " sahut Garendra dingin, ia tak ingin terlalu lama menjelaskan. Rasanya waktu semakin berjalan dan terbuang sia-sia.


Lucy menatap Garendra, entah kenapa laki-laki ini tiba-tiba saja menjadi sangat menyebalkan. Padahal sebelumnya ia terlihat begitu ramah dan baik.


" Huh"


" Apapun rencanamu, jangan menyeret diriku. Ini semua karena keamananku lebih penting, kau dengar !! Merepotkan katamu ? Ck,, Siapa juga yang ingin bergantung denganmu." Ketus Lucy sembari meraih kasar pin tersebut.


# Jangan lUpa Like dan coment yah....


" Maaf author lama update, di karenakan kondisi author blm terlalu stabil kemarin, jadi blm ada mood untuk melanjutkan.


Bahkan untuk mengetikpun, tak ada tenaga.


Kalian tahu sendiri sekarang ini lagi musim penyakit.


Sampai2 author negative thingking sendiri dengan tubuh.


Author takut terpapar virus. dan alhamdullah pas di cek, ternyata negative.


Setelah author sembuh, author benar-benar full istirahat untuk menjaga kesehatan. Tentunya belum mikirin planning menulis.


Jadi maaf ya agak lama."


Semoga kalian tetap menjaga kesehatan dimanapun berada.


Dan jangan lupa untuk menjalankan Prokes dan pakai masker !


.

__ADS_1


Next episode insyaallah malam atau besok !


__ADS_2