
" Kenapa kau datang kemari ?" ujar Garendra menatap Lucy seakan mempertanyakan sesuatu.
" Sebenarnya, ada hal penting yang ingin ku sampaikan. Tapi 1 bulan belakangan ini kau menghilang, jadi aku tidak dapat menemukanmu. Untungnya kakekku bilang kau ada disini, lalu aku kemari " jelasnya Lucy santai,
" Hal penting apa ?" tanya Garendra, sembari mengotak atikan ponselnya sendiri, matanya menatap ponsel yang ada di tangannya, akan tetapi telinganya mendengar apa yang Lucy bicarakan.
" Sebenarnya.." Lucy terhenti berucap, ia melirik dua orang yang pada saat ini sedang menatapnya dalam diam.
" Bicaralah, mereka saudaraku tidak masalah jika mereka berdua mendengar" ujar Garendra seolah mengerti apa yang sedang Lucy pikirkan.
" ohh, em baiklah. 1 bulan belakangan ini kau kemana ? Kau tau, sesuatu yang besar terjadi, aku tak menyangka kakek Admaja benar-benar bisa menjatuhkan perusahaan PT.Naga Merah. Tapi, dampaknya berpengaruh dengan politik yang ada di istana, kakek ku sedang mengalami masalah, kau harus membantunya" Jelas Lucy yang mulai serius .
" Apa ? " Garendra yang sibuk dengan poselnya kini terhenti, ia terkejut setelah mendengar istana mackhenzie saat ini sedang mendapat masalah.
" Bagaiman bisa ? Seharusnya istana tidak ada kaitannya dengana ini" jelas Garendra yang pada saat jni mulai berpikir.
" Ya , tapi kau masuk Accademy melalui kakek ku bukan, jadi tentu saja ada hubungannya" ujar Lucy menatap Garendra dengan sengit.
Sejenak Garendra terdiam, ia bingung harus melakukan apa.
Di tengah-tengah keheningan, Edgar melirik kedua orang di depannya saat ini sedang mulai serius.
Ia tak paham apa yang telah mereka bicarakan.
" ehem, adakah disini yang bisa menjelaskan apa yang sedang kalian bahas ?"
" Hm iya, istana apa yang kalian bicarakan, sepertinya sedikit menarik" sambung Griffith yang mulai menangahi pembicaraan mereka.
__ADS_1
Garendra yang memperhatikan itu, seketika memiliki ide .
"Baiklah, aku akan membantumu" ujar Garendra, seketika membuat Lucy merasa senang.
Dengan percaya diri , ia pun berdiri dan menyodorkan sesuatu ke hadapan Lucy
"Ambil itu, ku yakin benda itu akan membantu"
" Apa ini ? " Sejenak Lucy terdiam, iya seolah pernah melihat benda tersebut, tapi dia lupa dimana.
" Jepit rambut emas ?" gumam Lucy dalam hati.
" Apa ini penting ?" Ujarnya seakan mempertanyakan.
" Mungkin, tapi setidaknya itu sedikit berguna"
Lucy pun mamasukan jepit rambut emas itu ke dalam tas nya.
Garendra melirik ke dua saudaranya.
" Tepat sekali, kalian bisa membantuku" dengan senyum penuh arti membuat Pangeran Griffith dan Edgar merasa curiga
" Sial, apa arti tatapan itu " pikir Kedua Pangeran seolah mereka akan segera di jadikan sebuah umpan.
3 Hari berlalu
Benar saja, hari ini kedua Pangeran sedang menggunakan pakaian wanita, mereka mulai membaur menjadi mata-mata di sebuah perusahaan.
__ADS_1
" Dasar, kakak tertua laknat. Bagaimana bisa Pangeran tampan seperti ku berpakaian seperti ini" Geram Pangeran Grifffith yang kini merasa sangat kesal.
Dengan kharisma keduanya, semua mata memandang kehadiran sosok mereka.
Tak di sangka, kehadiran mereka berdua sangat menjadi sorotan.
" Siapa mereka, cantik sekali " puji salah satu karyawan perusahaan tersebut.
Bagaimana tidak, sebagai seorang Dewa kulit mereka sangat putih bersih.
Dan ketampanan mereka berhasil mengubah kecantikan yang alami.
Banyak staf yang sedang bekerja pun terhenti saat melakukan aktifitas melihat kehadiran keduanya.
Di kejauhan, sebuah liff terbuka. Jerry yang pada saat itu baru saja belajar tentang bisnis, tak sengaja melihat keduanya.
" Siapa mereka ?"
"
_____
MAAF SEMALAM GK SMPAT UPDATE, AUTHOR SEHARIAN SDG SIBUK . JADI KETIDURAN.
**JANGAN LUPA LIKE , COMEN DAN VOTE YA !!
NEXT CHAPTER**,
__ADS_1