TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3: Episode36 "Ruang Keluarga"


__ADS_3

Setelah beberapa Jam,


Penobatan pun telah usai,


Dan resmi Jatuh kepada Pangeran Steven Arnold Machenzie, yang pada saat ini resmi menjadi Pangeran Mahkota Kerajaan Machenzie.


Ia, hanya mereka lah yang di tunjuk kerajaan.


Sebagai cucu dari putra pertama Raja yang telah tiada.


Pangeran Shiv yang melihat itupun ikut tersenyum, sedikitpun tidak ada rasa iri di dalam hati untuk saudaranya.


Mereka saling berpelukan seraya memberi selamat antar saudara, setelah itu Pangeran Shiv memberikan rasa hormatnya kepada Pangeran Steven. Steven yang merasa canggung merasa tidak enak terhadap Pangeran Shiv saudaranya itu.


Di samping itu, di sebuah sudut ruangan.


Lucy meneteskan air matanya, hanya dirinya satu-satunya cucu yang tidak di perbolehkan tampil di muka umum.


Dirinya melihat acara penobatan Pangeran Mahkota itu sembari terisak kecil dan juga bahagia.


Dari kejauhan, ia melihat sang Ayah sedang memberikan sebuah mahkota kepada Raja Juliyus, lalu memakaikannya ke atas kepala Pangeran Steven.


" Selamat kak..." lirihnya pelan seraya tersenyum haru sekaligus bersedih.


Suasana pesta yang meriah akan tetapj mendung baginya.


" Hekhem, kau disini"


Lucy menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


Ia terkejut Garendra kini tepat berdiri di sampingnya.


" Apa yang kau lakukan disini" buru-buru Lucy merapikan kembali penampilannya, ia berusaha menghapus air matanya .


Konyol ! Jelas sangat konyol sekali, bisa-bisanya orang ini melihat kondisi terburuknya ? Oh tidak !


Lucy merasa dirinya sangat memalukan, selama ini, ia tidak suka di lihat bersedih, sehingga ia lebih baik menyendiri di sudut ruangan yang sangat jauh dari para tamu undangan.


Tapi...


Garrendra berhasil memergoki diriinya yang begitu sangat memalukan.


Menurutnya ini hal yang paling sial yang pernah ia lalui.


" k-kau... Apa yang kau lakukan disini " gugub Lucy sedikit terbata yang tak berani menatap ke arah Garendra.


" Apa pentingnya untuk di ketahui olehmu" ketus Lucy tak suka Garrendra menanyai dirinya.


" Itu.." Garendra yang menyadari pertanyaan konyol miliknya memilih untuk tidak melanjutkan bicaranya. Ia pun menarik kembali kata-katanya.


Ia menyadari apa yang telah ia lakukan.


" Ck, " Garendra dengan dinginnya segera berlalu hendak menjauh dari sana.


" Tunggu " cegah Lucy


Langkah kaki Garendra kini terhenti.


" Hem"

__ADS_1


" Kau mau kemana ?" tanya Lucy


" Ada apa ?"


" I-itu, ti-tidak... Aku hanya menanyakan saja" Ucapnya terbata, sejujurnya Lucy merutuki lidanya sendiri saat hendak memanggil laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


Garendra yang merasa waktunya terbuang percuma segera mengabaikan Lucy sendiri di sana.


" Dasar " Lucy menatap sinis Garendra


" Tuan Putri, anda disini saya mencari keberadaan Tuan Putri" ucap pelayan kerajaan sembari menunduk.


" Ada apa ?"


" Anda di minta bergabung di ruang keluarga setelah ini Putri"


" Baiklah, aku akan kesana nanti" Lucy berjalan hendak meninggalkan sang pelayan.


Pelayan tersebut terdiam sembari memperhatikan langkah kaki majikannya tersebut.


Setelah beberapa saat acara penobatan selesai, dan ucapan para tamu selesai.


Raja Juliyus, memboyong anggota kerajaan Machenzie untuk ikut ke ruang keluarga istana. Tentu hanya keluarga atau orang tertentu saja bisa masuk ke dalam Aula tersebut.


Pesta masih tetap berlangsung, mereka masih menikmati sajian istana yang begitu sangat mewah.


Dan ada juga yang berfoto ria , mengabadikan momen bersejarah di dalam Kerajaan Machenzie .


# Jangan Lupa Like komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2