
Pagi itu, Helios membuka matanya.
Kepalanya masih terasa pusing.
Saat hendak meminjat pelipisnya,matanya kini membulat sempurna saat mengetahui kondisi tubuhya terikat semua. Dan suasana kamar yang begitu berantakan. Dengan bantal betebaran di mana-mana, selimut yang terolok di lantai. Serta kondisinya terikat tanpa menggunakan pakaian.
Helios merasa seperti harga dirinya sebagai Putra Mahkota tercabik-cabik.
Lalu, perlahan Helios mencoba mengingat kembali tentang apa yang terjadi semalam.
Helios menggertakan giginya.
" Dasar kucing liar... Tunggu aku akan menemukanmu secepatnya " Dengan segera, Helios memutus ikatan tersebut, menggunakan tenaga dalamnya,
Ptasss...
Suara terputusnya ikatan yang melilit tubuhnya.
Hellios segera beranjak dari atas ranjang. Ia membereskan semua kekacauan yang terjadi di kamar kediamannya.
Hellios tidak ingin ada yang mengetahui hal yang sangat memalukan seperti ini.
Setelah itu. Hellios membersihkan diri.
Lalu beberapa saat berlalu, kini ia telah mengenakan pakainnya kembali.
Pakaian yang sangat gagah, memancarkan aura ketegasan yang luar biasa. Putra Mahkota yang menjadi kebanggaan Kerajaan Thedors. Kini keluar dari Kediamannya.
Sorot matanya, mengawasi satu persatu.
Saat di luar, beberapa orang kepercayaannya telah menunggu kehadirannya.
Helios, melemparkan tatapan yang sangat mengintimidasi.
Lalu ia memanggil Salah satu pengawal kepercayaaannya, di perintahkannya untuk masuk, Helios menatap Pengawal tersebut dengan aura membunuhnya, di perintahkannya segara pengawal tersebut untuk menyelidiki sesuatu yang telah terjadi tadi malam di Kediamannya.
Pengawal tersebut tercengang, dan berkeringat dingin. Lalu menuruti perintah dari Pangeran Helios.
" Baik Tuan, Kami akan segera menyelidikinya "
Helios telah menyebutkan ciri spesifik yang ada pada wanita itu, ia telah menyebutkan semuanya. Sosok wanita yang memiliki Kulit Putih bercahaya.
Kecuali... Sebuah nama yang terukir dipunggungnya, Hellios samar-samar mencoba mengingat ukiran nama itu, tapi akibat pengaruh alkohol dan obat tidur, kepalanya masih sangat sakit, ia tak bisa mengingatnya.
Dengan cepat, para pengawal bergegas menyelidiki hal tersebut.
__ADS_1
______
Di sisi lain, Gween membersihkan tubuhnya.
Dia berhasil menuju Kediaman yang di tujukan Permaisuri untuknya.
Tadi malam, seorang pelayan menemui dirinya yang tak berada di dalam kediaman .
Entah apa nasibnya yang sedang beruntung, akhirnya Gween berhasil beristirahat dengan baik.
Pagi ini, Gween melihat pantulan tubuhnya di depan sebuah Cermin.
Tubuh yang sangat mengenaskan, terutama di bagian bibir dan leher, beserta pergelangan tangannya.
Gween masih merasakan perih dan ngilu di bibirnya yang sedikit bengkak akibat gigitan Pangeran Helios tadi malam.
Serta lehernya terdapat banyak bercak merah, sungguh sangat memalukan.
Tangannya sedikit terdapat memar di bagian pergelangannya, membuat ia meringis.
Saat memutar punggungnya, Gween teringat jika ia memiliki sebuah ukiran yang berkilauan disana. Sangat indah, itu adalah Namanya.
Nama yang ada sejak ia kecil.
Saat Gween hendak berbalik, Gween kembali ke pantulan cermin tersebut, dan terpaku di ujung dari akhiran namanya.
Ucapan Pangeran Avery sempat terngiang-ngiang di telinganya.
" Z menunjukan lambang kepemilikan seseorang..? " gumam Gween dalam hati.
" ZBeauty Anggel...ZY"Food Restaurand,... dan Z Smartphone... " Gween menyebutkan satu persatu lambang Z yang ia ketahui...
" Apa hanya kebetulan? Mengapa aku memiliki lambang Z di ujung nama yang ku miliki...." Gween masih termenung
Tok.. Tok...
Gween menoleh, mendengar seseorang yang sedang mengetuk pintu ruangannya.
Segera Gween menutup kembali tubuhnya, dan mengenakan sebuah Jubah mandi yang telah di persiapkan pelayan. Lalu menutupi bekas merah yaang ada di lehernya menggunakan bedak yang kontras dengan warna kulitnya dan sudah tersedia di dalam kamarnya. Gween benar-benar beruntung.
Untuk Lambang Z dan Z yang terdapat pada Namanya itu, Gween akan segera menyelidikinya nanti...
Suara langkah kaki pun memasuki ruangan tersebut.
" Nona.. Saya membawakan sarapan untuk Nona, silahkan untuk menikmatinya "
__ADS_1
Gween pun mengangguk, pelayan tersebut meletakan sebuah nampan di atas meja yang terdapat di dalam kediaman .
" Nona.. Jika nona membutuhkan sesuatu, yang mulia Permaisuri memberi Perintah untuk saya membantu apapun keperluan Nona selama berada di Kerajaan Thedors "
" Hm.." Gween mengangguk " Siapa namamu? " ujar Gween seraya beranjak, mengambil sarapan yang telah di bawahkan seorang Pelayan untuknya.
" Saya Meimei Nona,,," jawab Meimei menundukan kepalanya.
Gween memasukan sarapannya ke dalam mulut.
Setelah itu, Gween mendengar suara berisik di luar ruangannya.
" Apakah kau tau Meimei, itu suara bising apa di luar sana? " ujar Gween masih dengan anggunnya sambil mencapit makannan.
" Ah.. itu dari Sisi Timur Nona, itu berasal dari Kediaman Yang mulia Putra Mahkota " ujar Meimei spontan mengangkat kepalanya menghadap Gween.
Gween sesaat berhenti,
" oh yah, Pangeran Mahkota ? Apakah kau tau apa yang sebenarnya telah terjadi " Gween memasang raut wajah polosnya, seakan tak tau apa-apa..
Kebetulan sekali. Sisi ruangannya sangat dekat dengan Kediaman Pangeran Hellios. Jadi Gween bisa mendengar kebisingan yang ada di luar. Sisi Kediaman yang ia tempati pun berdampingan dengan Kediaman Pangeran Hellios.
" Sepengetahuan hamba, tadi malam terjadi sesuatu di dalam Kediaman Pangeran Mahkota, lalu Pangeran Mahkota memanggil beberpa Pengawal yang berjaga, dan menghukum para pengawal tersebut karena tidak berjaga dengan baik disekitar Kediamannya. Pangeran Mahkota marah besar. Setelah itu, Pangeran mengutus seseorang kepercayaannya untuk menyelidiki siapa yang masuk ke dalam kediamannya dan menyebabkan kekacauan. Hamba tidak tau seperti apa kronologi pastinya Nona, Tapi Pangeran Helios marah besar" ujar Meimei menjelaskan.
Gween pun terkekeh penuh dengan kemenangan di dalam hatinyaa
Tentu.. Tentu saja Helios akan sangat marah.
Karena. kondisinya begitu sangat mengenaskan dan tragis.
" Hahaha...... " tanpa sadar Gween tertawa, dan mengagetkan Meimei.
" Nona.. ada apa? " tanya Meimei bingung, pasalnya dirinya tidak menceritakan cerita lucu.
Gween tersadar, dan kembali ke ekspresinya semula, ia langsung memasang wajah santainya.
" Tidak apa-apa, semalam saya mengingat sesuatu yang sangat lucu sekali. Sehingga terbawa suasana. " ujar Gween menutup apa yang terjadi sebenarnya.
" Oh ya.. Hal apa itu Nona? " ujar Meimei polos bersemangat untuk mendengarkannya juga.
" itu.... Rahasia " ujar Gween tersenyum penuh arti.
Meimei murung, karena Gween tak mau membagikan cerita lucu itu kepadanya.
" Nona.. saya jadi penasaran " ujar Meimei bergumam dalam hati.
__ADS_1
🍒🍒🍒
# JANGAN LUPA, LIKE, COMEN. DAN VOTE YA!!!!!!!!!!!!!!!!