
" Terimalah serangan dariku ! Phyton Hitam Seraang...!" teriak Edura
" Heh, sepertinya kau niat sekali ingin membunuhku " ujar Azoya sinis
" Baiklah, Aku akan memperlihatkanmu seperti apa kekuatan sesungguhnya !"
" Sea, urus Ular Hitam itu, Aku akan melawan Dirinya...!" Azoya menunjuk Edura dengan penuh penekanan.
" huh, kau pikir Aku takut, Aku akan membunuhmu.." teriak Edura lantang.
Sontak saja, semua orang merasa terkejut dengan penuturan Edura.
" Bagaimana bisa, seorang saudara demi sebuah tahta, berani bicara sekasar itu. Seperti ini kah sifat seorang Putri. Memalukan !" gumam Kaisar Arlong dalam hati.
" Ini pertarungan, tentu saja Putri Edura mengucapkan itu . Tahta adalah penentu segalanya !" ujar beberapa orang yang berada di sana.
Mereka semua sangat intens memperhatikan pertarungan sengit tersebut.
Dari kejauhan , Kaisar Rou telah membekap Selir Dora, dengan beberapa pengawal pribadi dari istananya.
Karena sebelumnya, Selir Dora hendak melakukan percobaan pembunuhan terhadap dirinya.
Selir Dora merasa, posisi dirinya dan anaknya sungguh sangat terancam jika Kaisar Rou mengungkap semua kebenaran tentang identitas Edura di khalayak umum. Dan sudah di pastikan , martabat dirinya yang sudah hancur,akan semakin hancur kembali .
Akan tetapi rencananya telah sangat gagal. Dirinya menggali kuburannya sendiri.
Melakukan percobaan pembunuhan terhadap Kaisar, maka Hukumannya adalah Mati.
Selir Dora di seret, menuju Arena pertarungan yang saat ini sedang berlangsung sengit.
Semua orang mengalihkan pandanganya, dan berfokus menatap intens akan kehadiran Mantan Selir Agung Kerajaan Naga itu.
Kaisar Arlong yang melihat tepi Arena pun, langsung berdiri dan sangat terkejut.
" Siapa yang berani beraninya membebaskan dirinya dari tahanan !" teriak Kaisar Arlong murka .
" Maaf hamba lancang yang mulia kaisar. Sebenarnya, dari mata mata sendiri mengatakan, jika Putri Edura sendirilah yang membebaskan ibunya, di saat Kaisar sedang menderita sakit tempo lalu !" ujar Panglima perang murong, Di saat itu dirinya sedang melakukan pelatihan ilmu bela diri. Dan beberapa hari sebelumnya, mengingat kondisi yang mulia Kaisar belum terlalu pulih, maka seorang mata mata kerajaan menyampikannya langsung kepada dirinya.
Kaisar Zilong mengepalkan tangannya.
Di saat serangan hampir di lancarkan, Mata Edura menatap ke arah Selir Dora.
Seranganpun terhenti, merasa lengah, Azoya pun melancarkan serangannya...
DUARRRR...
" APA !!" Edura membelalak kaget, Seketika dirinya tak dapat mengelak.
Sebuah kekuatan menghantam langsung kemampuan dirinya.
Phyton Hitampun sebelumnya telah di taklukan, dan berhasil berpindah tangan kepemilikan,
" Tidaaaaak..!!!" teriak Selir Dora
" uhukk..uhukk "
__ADS_1
Darah segar berhambur keluar dari dalam mulut Edura
Waktu masih tersisa beberapa menit lagi .
Edura bangkit dengan luka lukanya.
" A aku tidak akan kalah sremudah itu darimu !" ujar Edura terbata bata.
Edura mengumpulkan seluruh Energi Qi nya.
Tubuhnya melayang di udara, dengan sebuah kekuatan yang memancar di sekitar tubuhnya.
Edura merapalkan sebuah Mantra.
" Akan ku lenyapkan Dirimu Azoya ! Aku akan menghancurkan semuanya. "
Di sisi lain.
Tap Tap
" Salam hormat hamba Yang mulia Kaisar. Hamba ingin menyampaikan sesuatu !
Kaisar Arlong pun menatap penuh tanya
" katakanlah " jawab Kaisar Arlong
"Sebelum bertanding, Putri Azoya meminta hamba memeberikan ini kepada yang mulia " ujar salah satu Tabib senior istana Kerajaan.
" ini , ? Apa ini ?" ujar Kaisar Arlong bingung.
Tabib Kerajaanpun menjelaskan semuanya.
Brakk....
Pintu besar di salah satu lorong pun terbuka .
Semua orang menatap terkejut saat Seorang Putri di istana menghampiri mereka yang berada di sana.
Iya, tempat itu adalah tempat Semua keluarga Tabib tabib besar istana tinggal .
Saat itu, semua orang sedang melakukan aktivitasnya, meracik, dan membuat ramuan obat obatan.
" Salam Tuan Putri , ada gerangan apa sehingga Tuan Putri langsung menemui kami semua yang berada di sini ! Apakah ada situasi Darurat yang bisa kami bantu " tanya Kepala tabib senior tersebut.
Azoya mulai berbicara atas tujuannya.
" Apakah cawan ini milik kalian ?"
Azoya menunjukan sebuah cawan terhadap tabib tersebut.
Mereka semua bingung
" Sepertinya itu tidak berasal dari sini Tuan Putri !" ujar Kepala Tabib Keraaan.
" Cawan ini adalah cawan yang berisikan obat yang tertuju untuk Kaisar. Jika cawan ini, bukan dari kalian. Kenapa selama berhari hari Kaisar selalu meminum obat dari cawan ini ? Lantas, Apa Fungsi kalian disini sebagai tabib, jika kalian tidak mengontrol kesehatan Kaisar !!!!" bentak Azoya murka.
__ADS_1
Semua tabib tertunduk.
Melihat Aura membunuh dari Wajah seorang Putri yang selama ini mereka kira sangalah lemah, terbyata auranya bisa Semenakutkan itu.
Seketika, Kepala Tabib pun dengan berani angkat bicara, dan menyampingkan rasa takutnya.
" Maaf atas keteledoran kami Putri, Sesungguhnya, Kami sudah berusaha melakukan sesuai tugas kami. Kami sudah membuat Ramuan untuk kesembuhan Kaisar.!" ujar Kepala Tabib tersebut . " Sebenarnya, kami sudah meneliti semua tentang kesehatan Yang mulai !" ujar Kepala Tabib istana lagi dengan jujur.
" Meneliti ? "
Azoya sangat terkejut mendengarnya, Jika mereka semua sudah meneliti.
Kenapa Kaisar bisa semenderita itu di istana dengan rasa sakit yang menderanya beberapa hari ini.
Azoya sangat geram.
" Yang mulia Kaisar Arlong sebenarnya terkena Racun mematikan . Kaisar Terkena Racun Kalajengking. Kami sudah berusaha membuat ramuan obat untuk yang mulia, meski tidak sepenuhnya bisa sembuh langsung, jika Kaisar rutin meminum obatnya, Maka kesehatan yang mulia pasti akan berangsur pulih meski memakan waktu yang lama" jelas tabib tersebut.
" Apa kalian langsung memberikan Ramuan Obat tersebut dengan Kaisar ?" tanya Azoya penuh selidik.
" Ti tidak Putri " jawab Tabib tersebut gugub, mereka sangat takut, jika mereka memang telah teledor.
" Jelaskan Semuanya !" titah Azoya geram
" Sebenarnya, Yang selalu mengantarkan Ramuan tersebut, adalah Putri Kedua, Edura. Putri Edura, mengambil Ramuan itu langsung dari Kami, Karena Putri mengatakan itu perintah Kaisar Langsung. Beliau tidak ingin bertemu siapapun secara langsung" jelas Tabib istana
Azoya memicingkan matanya, Dirinya tidak menemukan kebohongan dimata tabib tersebut. Azoya melakukan hal itu, takut jika para tabib tersebut bersekongkol.
Dan Azoya mulai menceritakan yang sebenarnya.
Di mulai dari sebuah cawan. Cawan obat yang merupakan langsung dari tabib, menjadi cawan yang telah berganti, yang ternyata cawan tersebut berisikan Racun kalajengking.
Sontak saja semua tabib sangat terkejut mendengarnya.
Azoya meminta tabib itu menceritakan kebenarannya terhadap Kaisar, dan meminta memberikan sebuah botol obat ramuan langsung kepada beliau. Sebelum itu semua tabib telah memeriksa dan meneliti isi dari botol tersebut. Sungguh mereka semua kaget.
Pasalnya botol tersebut, berisikan obat Penangkal terbaik Nomor 1 yang pernah ada.
flashback off.
Kaisar Arlong mendengar penuturan dari tabib tersebut sunggub sangat murka.
Saat Kaisar Arlong ingin berteriak menghentikan Acara kompetisi.
Tabib tersebut menghentikannya,
" Maaf yang mulia, Tuan Putri Azoya ingin menghukum Putri Edura dengan caranya sendiri !" ujar tabib tersebut.
Tapi sayang, Kaisar Arlong mengabaikan ucapan tabib tersebut.
.
( Maaf ya semalam Author ketiduran, )
#jangan lupa tinggalkan jejaknya !
__ADS_1
Dengann like, Comen , dan Vote sebanyak banyaknya.
(maaf jika ada typo)