
flashback on
Sesaat sebelumnya, Kaisar Rou mendengar jika Kaisar Arlong akan mengadakan kompetisi, untuk kedua putrinya, Putri Azoya dan Putri Edura.
Kaisar Rou pun mengernyitkan dahinya, dan bertanya kepada putranya sendiri.
" Siapa Edura ? Apa itu anak kedua mendiang Permaisuri sebelumnya ?" tanya Kaisar Rou kepada Pangeran Rendra . Sebetulnya Pangeran Rou masih belum mengetahui, jika Selir Dora adalah Selir Kaisar Arlong, lebih tepatnya Mantan Selir. Dulu sekali, pada saat datang kedua kalinya di Kerajaan Naga, Kaisar Rou, hanya mengetahui satu orang Putri Kerajaan Naga yang terasingkan.
" Bukan Ayah . Putri Edura adalah anak kedua dari seorang Selir, Selir Agung !" ujat Rendra
" Selir Agung ?" tanya Kaisar Rou bingung, sungguh ia menyesal tidak bnyak mengetahui tentang sahabatnya itu, karena terlalu sibuk urusan politik Kerajaan. Karena yang Kaisar Rou ketahui, Kaisar Arlong sangatlah besar mencintai Permaisuri Ziyah.
Sedangkan, Pangeran Rendra sudah mengenal dan mengetahui semuanya dari dulu.
" Selir Dora ! Mantan Selir Agung Kerajaan Naga !" ujar Rendra, dan menceritakan segalanya, kenapa Selir Dora di cabut gelarnya sebagai Selir, dan juga Selir Agung. itu bermula Pada saat pemilihan Calon Permaisuri Pangeran Arthur di Kerajaan Timur.
Saat mendengar nama Selir Dora di sebut , Kaisar Rou langsung membelalakan matanya, tubuhnya begetar, mengingat suatu kejadian yang pernah terjadi di masa lalu yang selalu menghantuinya.
Setelah beberapa saat pikiran menguasai dirinya, Kaisar Rou menyadari sesuatu, tentang Putri Edura.
flashback off
Kompetisi sedang berlangsung !
Aroma masakan dari keduanya menyebar ke mana mana, angin yang bertiupan, membuat semua orang berhasil mencium aroma khas masakan mereka, yang berhasil menggugah selera makan itu.
Tak tak tak
Suara pisau Azoya berbunyi dengan sangat cepat.
Dengan ke ahlian tangan dalam memegang pisau, semua orang terperangah.
"Da dagingnya benar benar hancur !"
" Dia membuatnya benar benar seperti bubur !"
Semua orang terkejut menyaksikannya.
" Apa !! Tehnik memegang pisaunya sungguh sangat cepat " gumam Seorang Kepala Koki kerajaan.
Setelah itu , Azoya membela sebuah tulang iga, dan memasukannya ke campuran air yang sangat mendidih.
Tak Tak Tak.
Kedua tangannya kini memegang pisau kembali.
Dengan sangat cekatan, benar benar pisau tersebut seperti menari nari di tangannya.
Swing....
Sebuah , peputaran pedang mengudara , jari jemari mengayun membentuk sebuah tarian indah untuk sesaat .
" Akan aku tunjukan keahlianku yang sebenarnya " gumam Azoya dalam hati.
Kepala koki dan Para Koki lainnya berjalan mengamati cara memasak dari kedua putri kerajaan tersebut.
Azoya yang sedang fokus memasak, tidak terlalu memperhatikan. ini adalah masakan Keduanya Sebelumnya Azoya telah membuat Masakan utama , yang pertama sebuah Pizza berukuran jumbo, dengan toping daging sapi, sayuran, dan keju mozarella yang meleleh, di tambah wewangian daun kemangi yang harum, bedanya Pizza ini memiliki tekstur tepian yang sangat lembut, tidak seperti Pizza pada umumnya yang tipis dan renyah.
Yang Kedua Perpaduan antara Daging Sapi dan tulang iga.
Sedangkan Putri Edura, tak kalah menarik perhatian mata semua orang.
Sesekali Edura melirik sekilas ke arah Azoyah.
Dirinya sempat terkejut melihat kecepatan tangan yang di miliki Azoya, yang seperti sebuah kung fu.
" heh, untuk apa kemampuan seperti itu, terlalu berlebihan ! Belum tentu makannanya semenarik penampilannya " gumam Edura meremehkan
Edura membuat sebuah ukiran ssepasang Naga terbang yang cantik dari sebuah sayur.
Semua orang menatap takjub.
Dan Olahan daging sapi yang dibuat menjadi bistik khas kerajaan. Di tata rapi dalam sebuah wadah dengan ukiran yang tak kalah menarik.
" Karya seni yang indah, dan sangat wajar Putri Edura di berkati dengan pendidikan yang sangat baik semasa dirinya di istana" Ujar Perdana Mentri Kerajaan Awan Fexui
" Putri Azoya juga menunjukan bakat yang luar biasa, meski dirinya tidak di bekali pendidikan yang baik, rumor tentangnya juga sudah menyebar ke mana mana, tentang kemampuannya dalam mengalahkan beberapa putri terhebat kerajaan. Dan kau lihalah itu, perhatikan tehnik yang dia pakai, seperti sebuah kung fu !"ujar Tangan Kanan Raja Kerajaan Awan, Xena. dengan cermat Perdana mentri Fexui pun memperhatikan.
" Hah ? i itu Kung fu Tarian Pembangkit , Ba bagaimana bisa gadis ini menguasainya. Hanya garis keturunan sang dewi yang bisa menguasainya " gumam Fexui dalam hati sangat terkejut, fexuipun melirik Raja Zhen Kerajaan Awan, dan benar saja, seperti dugaannya, bukan hanya dirinya yang terkejut, melainkan Raja Zhen pun juga ikut merasakannya.
Meskipun tarian tersebut, di tutupi dengan Kung Fu keahlian tangan. Tapi Tarian Pembangkit yang di miliki gadis itu, tanpa sengaja mencuat sungguh sangat melekat pada dirinya, dan hanya Keluarga Kerajaan Awan saja yang mengetahui tentang Tarian Leluhur itu. Yang sangat berguna membangkitkan sebuah perisai pelindung semesta dari kegelapan pada abad ratusan tahun lamanya.
" Kau kah ini ? " Lirih Raja Zhen pelan, Mata yang tak henti hentinya menatap keberadaan Azoya.
" Akhirnya Ayah menemukan keberadaan mu di dalam tubuh gadis bercadar ini !" ujar Raja Zhen tersenyum bahagia .
" Raja Zhen ?" panggil Fexui
" Saya tau apa yang akan Perdana Mentri Fexui katakan ! Mulai dari sekarang, untuk Xena tolong pastikan satu hal, Jaga dan lindungi Putri Azoya. Karena dia adalah Putriku yang terpisah 300 tahun yang lalu. Ramalan mengatakan 300 tahun mendatang , Putri akan kembali, dan saya sangat yakin, jika Azoya adalah Putri Kerajaan Awan, Saat ini tepat sudah hari kehilangan Putri Kerajaan Awan yang ke 300 tahun." Ujar Raja Zhen tegas dan setengah berbisik.
" Baik hamba akan laksanakan perintah Raja " ujar Xena.
Setelah beberapa saat, Gurih dari rebusan tulang iga kini menyebarkan bau yang sangat menggugah selera, Bau yang sangat unik , dan beberapa bola bola kecil pun mulai mengapung di permukaan.
" Masakan seperti apa yang sedang Putri buat ?" tanya salah seorang Koki yang tiba tiba saja penasaran menyaksikan ke ahlian memasak Azoya dan tanpa sengaja melihat bentuk unik mengapung seperti bola.
" ini adalah olahan daging sapi yang sudah menjadi bulat, seperti Bakso chef " ujar Azoya.
" Bakso chef ?" ujar Koki tersebut bingung,
__ADS_1
Azoya pun terkekeh memperhatikan mimik wajah bingung dan sekaligus lucu dari koki tersebut.
Sementara orang orang yang melihat percakapan antara Azoya dan Seorang kokipun begitu sangat antusias.
" Wah, itukan koki yang sangat terkenal itu, dan lihatlah, dia berhenti menyaksikan Putri Azoya memasak. Pasti masakan Putri Azoya mampu memikat koki terkenal itu, ini sangat jarang terjadi." ujar salah satu Tamu kerajaan
" Kau benar, Dia Koki yang sangat terkenal, Koki Mayko Han. Seorang koki dingin yang sangat ketat dan sangat perfect dalam memasak. Pasti masakan Putri Azoya luar biasa menarik perhatiannya." sambung Tamu kerajaan tersbut.
Sama halnya dengan para Rakyat Kerajaan Naga, mereka yang melihat itupun juga menjadi penasaran dengan apa yang telah Putri Azoya masak.
Sementara itu, Azoya yang masih terkekeh menjelaskannya kepada Koki tersebut.
" Bakso itu sebutan untuk Daging yang sudah digiling, atau di haluskan dan di padukan dengan tepung tapioka , lalu di bentuk menjadi bulat ." jelas Azoya .
" dan chef itu sebutan seorang koki hebat, aku memanggil anda chef !" ujar Azoya tersenyum simpul di balik cadarnya.
Koki itu merasa malu dan tersanjung dengan sebutan kata chef hebat. dan tersenyum
" hmm Chef, baiklah. Saya kira saya menyukai nama itu Putri, dan saya tertarik dengan menu yang putri masak ini. Saya kira, saya ingin menjadi yang pertama yang menyicipinya"
" Baik chef " jawab Azoya
" silahkan di lanjutkan " Chef koki itu pun pergi berlalu
Edura yang melihat percakapan Azoya dan Koki itupun menatap tidak suka .
"Aku tidak akan kalah darinya " gumam Edura dalam hati.
Saat ini kedua Tuan Putri Kerajaan Naga sudah hampir menyelesaikan semua masakannya...
Yang terakhir mereka sedang membuat sebuah minuman penutup, berbahan Daun Teh.
Edura sendiri membuat sebuah Minuman panas, ber aroma wangi, dengan Teh hijau yang di kukus. dan manis sebuah madu.
Sedangkan Azoya sedang berusaha memikirkan sesuatu.
" Disini tidak Ada es !" gumam Azoya dalam hati, "dan kalaupun ada, harus di bekukan terlebih dahulu di gunung es . Itupun jaraknya sangat jauh dari sini" Azoyapun menggigit jarinya seolah sedang berpikir.
" Dia sedang apa ? Kenapa dia melamun ?" Ujar Pangeran Arthur yang menatatp dari kejauhan.
Setelah beberapa saat, Azoya memutuskan menggunakan kekuatannya., di ambil sebuah wadah yang berisikan air yang telah matang.
" Elemen es, keluarlah, " teriak Azoya mengeluarkan Elemen Es dari telapak tangannya.
*Syutt....
Sebuah cahaya putih kebiruan pun muncul dan melingkar lingkar di setiap jari tangannya*.
Sontak saja, semua orang terkejut , dan menatap takjub.
Di sentuhnya cawan berisikan air itu, dan membuat air tersebut membeku seketika.
" He hebat.. Tehniknya benar benar luar biasa. Airnya berubah menjadi beku"
" Apa yang ingin di buat Putri Azoya dengan Air beku tersebut, ?"
Rentetan rentetan pertanyaan pun muncul di benak semua orang. Begitupun Para koki kerajaan.
*krak...krak...
Bunyi pecahan es pun terdengar, Azoya menghancurkan es beku tersebut menjadi seperti balok balok kecil .
Setelah itu Azoya membuat sebuat teh tumbuk, lalu di seduhnya, setelah beberapa saat, teh itupun di saring kembali, dengan Perpaduan Manis dari Madu dan daun mint,
Balok balok kecil dari Es itupun di cemplungkan ke dalamanya.
Buliran buliran uap dingin dari cawan tersebut pun keluar dan berjatuhan, menambah senssasi segar dan hiasan minuman yang luar biasa*.
Menu pun terhidangkan sempurna di atas meja besar.
Para Koki kerajaanpun mengamati dan memperhatikan masakan kedua Tuan Putri tersebut di sebuah meja yang berbeda.
Semua Koki melirik masakan Azoya.
Mulai menilai dan juga memberikan pertanyaan. dan agak sungkan meminum dan memakan masakan yang terbilang sangat aneh itu, Meskipun tampilan dan Aromanya sangat menarik dan menggugah selera. Koki Mayko Han pun menghela nafasnya
" Saya yang akan menyicipinya pertama kali "
Koki Mayko Han pun berjlaan menghampiri Hidangan makanan yang telah Azoya buat.
" Apa kah ini baksonya putri ? Tanya Koki Mayko Han.
Azoyapun mengangguk, dan mengajarkan cara penyajian bakso ke dalam sebuah wadah kecil tersebut.
" Aromanya Gurih dan wangi" ujar Koki Mayko Han,
dan mulai Mengapit bola bola kecil itu dengan sumpit, Koki Maykopun dengan pelan mulai memasukan makanan itu kedalam mulutnya, semua orang yang melihat itu sungguh sangat tegang dan penasaran dengan rasanya. Sungguh mereka semua tidak sabar menantikan jawaban dari Koki Mayko Han.
Dan ,
Bakso pun tergigit sempurna.
Glek...
Demi langit dan bumi, Koki Mayko Han mematung di tempat, Seolah sedang merasakan sensasi sensasi dari memakan bola bakso tersebut.
" Ba bagaimana Koki ?" tanya salah satu koki lainnya cemas.
" I ini daging ?" lirih Koki Mayko Han pelan menatap Putri Azoya
__ADS_1
" iya chef " ujar Azoya, seraya mengangguk pelan.
" Chef ?" ujar para koki bersamaan.
Azoyapun kembali terkekeh kecil di balik cadarnya.
Sementara itu, Koki Mayko Han pun , masih tepaku di tempat, sambil memegang sebuah cawan kecil berisikan Bakso.
Lalu Koki Mayko Han pun mwndekatkan cawan kecil itu kedalam mulutnya,
*Glek glek
Bunyi tegukan kuah gurih dari tulang iga sapi pun menari nari di mulut Koki tersebut.
Dengan perasaan yang bebinar,
Koki Mayko Han pun , melahap habis bakso yang berada di cawan tersebut.
dan menambahkan kembali bakso ke dalam cawannya*.
" Apa !! Dia sungguh menghabiskannya ?"
" Hey, apakah seenak itu ?"
Semua kokipun mendekat. Koki Mayko Han pun fokus dengan makananya, tanpa mempedulikan para Koki lainnya yang bertanya.
Dengan berani, mereka semua mengambil dan memakan sesuatu yang di bilang Bakso tersebut.
Kress... kress..
Gigitan gigitan bakso pun mulai terdengar di mulut mereka masing masing.
Tanpa mengucap apapun lagi, mereka begitu sangat menikmatinya.
dan bahkan mengeluarkan air mata.
" Untuk pertama kali rasanya lidahku ini menari nari merasakan masakan yang sangat lezat seperti ini. Masakan ini tidak pernah ada dimana mana " ujar salah satu Koki tersebut terharu.
Edurapun yang melihat ekspresi dari para koki tersebutpun mengepalkan tangannya. Pasalnya, saat para Koki itu menyantap makanannya tadi, tidaklah memberikan ekspresi seperti itu.
" Roti ini enak sekali ?" celetuk salah satu koki yang sedang memilih menyicipi sebuah Pizza. Koki Law namanya.
" Apa itu Roti ? Kenapa ada taburan di atasnya ?" tanya Koki Mayko Han terhadap Azoya.
" Itu adalah Pizza chef, di buaf dengan cara di panggang, dan deberi taburan sayur dan juga daging, Asam gurih dari Pizza tersebut di campur dengan sebuah saos tomat dan juga Keju , " jelas Azoya
dan di angguki mengerti oleh Para koki tersebut.
Dari kejauhan semua mata sedang menatap ngiler ke arah masakan yang telah Azoya buat. Mereka semua sungguh merasa penasaran melihat ekspresi para koki yang terlihat sangat menikmati itu.
" Yang mulia, Permaisuri juga ingin mencicipi masakan dari menantu Permaisuri kita ?" rengek ibu Permaisuri Arthur yang sudah sangat ngiler di buatnya.
" Tunggulah setelah ini Permaisuri, Makanan itu kita semua akan memakannya" ujar Kaisar Gui menenangkan Permaisurinya itu.
Pangeran Arthurpun tak kalah inginnya menyicipi makanan yang telah Permaisurinya itu buat.
Begitupun Dengan Kaisar Arlong, Raja Zhen, dan para petinggi lainnya.
Mereka semua sudah sangat tidak sabar.
Setelah selesai menyantap makanan yang di masak Putri Azoya.
Kini Azoya memberikan sebuab minuman penutup untuk para koki tersebut.
" Apa kah Teh yang dingin bisa di minum ?" gumam mereka bersamaan.
Dengan sangat ragu-ragu, mereka semua meneguk teh dingin tersebut !
" I ini,, se segar sekali !"
" Benar, Aromanya sangat menyegarkan"
" Aroma dari Daun mint dan batu esnya sangat menyegarkan dan menyejukan ditenggorokan "
" Perpaduan rasa yang sangat unik"
Mereka semua mengagumi hasil masakan dari Putri Azoya.
" Anda luar biasa Putri, Kami sebagai seorang koki masih harus banyak belajar lagi tentang menciptakan sebuah makanan lezat seperti ini" ujar Koki Mayko Han. dan di angguki setuju oleh para koki lainnya.
Keputusan para koki pun final, mereka semua menyukai hasil masakan dari Putri Azoya.
dan tentu saja mengundang berbagai rasa penasaran bagi kalangan yang tak dapat menikmatinya secara langsung.
Ada rasa sedih dan juga kecewa, bagi mereka yang tak dapat menikmati.
" Ba bagaimana bisa masakan aneh itu mengalahkan masakan kelas atas miliku " ujar Edura tak terima.
" Sungguh aku telah kalah telak darinya."
Edura pun mengepalkan tangannya , dan harus menerima kenyataan pahit atas kekelahan dirinya.
.
# Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya !
DAN VOTE NOVEL INI SEBANYAK BANYAK YA !
TERIMAKASIH .
__ADS_1