
" Pangeran Mahkota Kerajaan Thedors, Pangeran Helios Hayden tiba " ujar Prajurit penjaga tersebut.
Pangeran Helios melangkah kan kakinya dengan gagah, tubuhnya yang lebar dan tegab, dengan sorot mata dinginnya.
Matanya yang tajam, setajam elang.
Membuat semua orang menunduk ngeri.
Pesona Pangeran Helios Hayden juga sangat memikat semua orang, akan tetapi predikat Cold Blooded Prince pada dirinya, membuat para wanita tak bernyali mendekatinya. Meskipun mereka begitu sangat ingin sekali.
Helios Hayden juga memiliki beberapa Selir, tak satu pun dari mereka yang ia sentuh. Pernikahan baginya, hanyalah lambang politik sebagai pengikat antar sesama Kerajaan.
Salah satu selir yang ia nikahi, saat berusia 17 tahun, tepat saat pengangkatan dirinya sebagai Putra Mahkota adalah Selir Alceena Jace, seorang Putri dari Yunani. Selir kedua Selir Liana, Putri dari Mentri keuangan Kerajaan Thedors. Selir ketiga Agacia Kalandra , Putri Mahkota sebuah negara yang ia taklukan, dan menikahinya sebagai lambang pengikat kedua Kerajaan.
Ketiga selir itu kini resmi tinggal di Kediaman Besar, dimana Keluarga inti berada.
Meski semua selir hidup dengan bergelimbang kemewahan. Tapi sayang, Helios Hayden tak mempedulikan mereka sama sekali.
" Uhuk... uhuk.... " Gween terbatuk saat mendengar ucapan Prajurit kerajaan tersebut, yang mengatakan bahwa orang itu adalah Pangeran Mahkota Kerajaan Thedors.
" Jadi dia Helios Hayden yang selalu paduka Raja bicarakan bersama Ayah Avyram " ujar Gween tak percaya.
Gween pernah mendengar akan kehebatan Helios Hayden yang begitu tak tertandingi.
Selain mengagumi sang ayah, Gween juga mengagumi Pangeran Helios Hayden yang selalu menjadi pembicaraan Panglima Avyram akan kehebatannya. Seorang yang selalu dirinya ingin panggil Paman Helios.
__ADS_1
Dulu, saat berusia 9 tahun.
Gween ingin sekali berjumpa dengan sosok Helios Hayden.
" Pri-pria itu Helios Hayden... Di-dia paman Yang..... " Gween membeku di tempat, mulutnya menganga seakan tak percaya, " Tidak mungkin " lirih Gween sangat pelan. Dia pikir Helios Hayden adalah Pria berumur, sehingga selalu ia sebut Paman Helios.
" Bagaimana mungkin aku mengagumi, Pria menyebalkan tersebut. Ck... sangat menyebalkan" gumam Gween dalam hati. Sembari menatap punggung Helios Hayden dengan tatapan mata sinisnya, dan sangat dingin, Gween masih mengingat kejadian saat insiden penabrakan yang baru berlalu.
Dari kejauhan, Helios Hayden merasa seakan ada aura dingin sedang mengintimidasi dirinya.
Tubuhnya seakan sensitive akan sesuatu.
______
Sifat : Arrogan, dingin, dan kejam.
______
" Memberi Hormat kepada Ayahanda dan Ibu Suri " ujar Pangeran Helios Hayden, menekuk satu kakinya ke lantai, tangan kanannya menyilang menyentuh dada, sedangkan tangan kiri menjadi penopang tubuhnya seraya memegang sebuah pedang. Sebagai tanda penghormatan.
" Selamat datang kembali Putraku " ujar Raja Thedors dengan bangganya.
Setelah itu, Permaisuri menyentuh Pangeran Helios Hayden. Air mata jatuh di wajahnya, menandakan kerinduan yang sangat mendalam.
__ADS_1
" Semoga panjang umur nak... " Ujar Permaisuri Thedors.
Helios yang melihat air mata kerinduan di wajah ibu Suri, pun menyeka wajah sang ibunda .
Helios menyentuh kaki sang ibunda, seraya memberi penghormatan. Wanita yang paling ia sayangi dan hormati adalah ibundanya sendiri.
Helios Hayden berdiri dari tempatnya. Dirinya duduk bersebelahan dengan Raja Thedors.
Sementara itu, Ketiga Selir Helios muncul dengan penuh sorotan akan kemewahan dan kecantikannya.
๐Selir Alceena Jace
Putri dari Yunani
.๐ Selir Lianna
Putri dari Mentri Keuangan Kerajaan Thedors
( bersambung )
# jangan Lupa like, komen, dan votenya.
__ADS_1