TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
Ikan Bakar!


__ADS_3

Di Depan mereka saat ini ada sebuah sungai yang terbentang begitu luas.


Azoya dan Rue langsung melesat menuju sungai tersebut.


Saat semakin mendekat, Azoya begitu takjub melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


Sebuah Air terjun menjulang tinggi bersembunyi di balik kabut tebal.


Mengairi sebuah sungai yang sangat bersih dan bening.


" Rue, Kita istirahat disini" ujar Azoya, Rue pun membungkukkan tubunhya, dan membiarkan Azoya turun dari tubuh berbulunya.


Azoya memperhatikan Air terjun tersebut, matanya menyapu memandangi keindahan alam yang tiada duanya itu.


" Sejuknya..... "


piuh.....


Azoya menghirup udara segar, dan menghembuskannya.


Gemercik air ia sentuh.. Tangannya melambai seolah merasakan kesejukan.


Seketika Azoya terkejut, melihat Rue yang menyeburkan diri ke dalam aliran sungai air terjun tersebut.


" Oh astaga Rue, kau mau apa? " teriak Azoya kaget.


Rue mengeluarkan bunyii khasnya, seraya mengepakan sayapnya.


Air pun berkecipak dan muncrat kesana kemari....


" Ha.. ha.. Rue kamu membuatku kaget, ternyata kamu hanya ingin bermain dengan air sungai itu "ujar Azoya tertawa sembari menggelengkan kepalanya menatap tingkah Rue yang sangat lucu bagi Azoya.


Rue berteriak bahagia, seolah hal ini sangat menyenangkan baginya.


Setelah beberapa saat, Rue melemparkan beberapa ikan yang cukup besar ketepian


" Wah, Rue kamu hebat sekali... sepertinya kita bisa makan saat ini " ujar Azoya tersenyum seraya membanggakan Rue yang sangat pengertian untuknya.


" Ayo kemarilah.... "


Azoya mengajak Rue untuk menepi.


Setelah beberapa saat,

__ADS_1


Rue meringkukkan tubuhnya di samping Azoya yang pada saat ini membakar ikan yang telah mereka poroleh.


Harum dari ikan bakar begitu sangat menyeruak, dan menggoda hidung.


Azoya sudah tak sabar ingin menyantapnya.


Sementara itu, di Alam Nirwana.


" Eh. . kemana adik Dewi? " ujar Pangeran Xian Zhen terkejut. Begitupun dengan Pangeran Zhou Xuan Zhen.


Dan semua para Dewa - Dewi di buat bertanya, kenapa sosok Azoya menghilang dari alam ilahi .


Mereka semua tidak mengetahui. jika saat ini, Azoya masih menggunakan kekuatan peralihan atau kekuatan tak terlihat.


Tapi tidak bagi Raja Zhen, dan Arthur.


Mereka tau kemana Azoya berada.


Karena kekuatan yang tinggi mampu melihat dan mendeteksi meskipun itu tembus pandang.


" Dari mana Dewi zoya mendapatkan Burung Garuda itu? " gumam Raja Zhen terkejut. " Bukankah Keturunan Garuda telah musnah"


Sementara itu, Dewa Arthur yang pada saat ini memperhatikan tingkah Permaisurinya itu, merasa tersenyum.


" Apakah dirimu selapar itu sayang? " gumam Arthur, yang melihat Permaisurinya sangat lahap memakan ikan besar yang telah di bakar.


" .. Dewa? " panggil Leonard menatap ada yang aneh erhadap Tuannya itu.


Arthurpun segera tersadar, dan menyentuh mulutnya dengan gaya cool.


" Apa Anda perlu sesuatu Dewa? " tanya Leonard merasa ingin tertawa menatap mimik wajah Arthur.


" Aku ingin ikan bakar. " Jawab Arthur sekenanya, tanpa menatap wajah Leonard.


" Apa? i-ikan bakar? Apa yang mulia sedang lapar? " tanya Leonard memastikan.


" Iya saya lapar, saya ingin ikan Bakar segera "ujar Arthur tegas tanpa ingin di bantah.


" Baik Dewa... " Leonardpun segera berlalu, memanggil beberapa pengawal, untuk segera membawa ikan Bakar kemari.


Para pengawal pun menunduk, dan bergegas menyediakan Ikan Bakar tersebut.


Setelah beberapa saat, Seorang Koki masuk menghidangkan ikan bakar yang Dewa Arthur inginkan.

__ADS_1


Arthur yang melihat ikan bakar yang terhidang di hadapannya, segera menyantapnya .


Koki, dan semua Dewa menatap yang mulia Dewa Agung mereka dengan perasaan bertanya-tanya. Sebab, pada saat acara besar seperti ini, yang mulia Dewa mereka itu tidak pernah bertingkah seperti ini, apa lagi meminta sebuah ikan bakar untuk di makan.


Tingkah konyol sang Dewa pun menjadi sorotan, dan hiburan.


Seketika, saat Arthur hendak mengangkat kepalanya, semua orang yang menantap dirinya pun tertunduk takut


Seakan tak terjadi apapun, Arthur terus menyantap makannannya. Beda halnya dengan para Dewa lainnya pun, merasa lega. Karena Dewa Agung tidak curiga bahwa mereka sedang menatap tingkahnya itu.


Seperti telepati keinginan, Arthurpun merasakan apa yang di rasakan Permaisurinya.


Kembali ke Alam Ilahi,


Saat ini, Azoya melakukan perjalanannya kembali,


_______


Gerbang Kerajaan Alam Ilahi


Para Dewi telah tiba.


Ternyata gerak gerik ke tiga Dewi pun telah di ketahui.


Tiba-tiba saja, anak panah melesat, dan hampir mengenai tubuh Dewi Luo Yi.


" Kita sudah ketahuan " ujar Dewi Luo Yi berusaha mengelak Anak panah yang meluncur.


" Sial, mereka sangat hati-hati" gumam Drwi Luo Yi.


Begitupun dengan Dewi Chang E, dan Dewi Ivy....


" Mau bagaimana lagi, kita harus menghadapinya " ujar Dewi Chang E..


" Tidak Dewi, kita butuh strategi.. Sebaiknya kita mundur" ujar Dewi Luo Yi


" Dewi Luo benar, jika tidak identitas kita akan ketahuan karena menyelinap masuk ke dalam Alam ilahi ini " ujar Dewi Ivy membenarkan.


" ..." Chang e pun terdiam tanpa berkata. Ia pun mengikuti ke dua Dewi tersebut.


Whooshhhh,,, sebuah pesan angin datang ke hadapan empat para Dewi.


" Batu Kristal suci tersembunyi di balik bukit kerajaan " Isi dari pesan Angin tersebut pun langsung lenyap setelah menyampaikan informasi penting.

__ADS_1


" Bukit kerajaan? Hm... itu berarti, Berbalik arah dati gerbang Istana Alam Ilahi. " ujar Chang e dalam hati.


# Like, Coment, Vote nya jangan lupa ya!


__ADS_2