TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2: Siapa Dia??


__ADS_3

( Novel ini dalam tahap Review dari tadi malam, sebenarnya author udh UP serentak dengan Novel bab sebelumny, tapi bab ini sampai sekarang masih dlm tahap review. Jika Novelnya update saat siang hari, mohon maaf bagi yang berpuasa...)


.


##SEBELUM BACA! ! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!!!!


🍂🍂


.


Malam semakin larut, yang mana hanya ada cahaya bulan yang menyinari.


Terang, Gween menatap Cahaya bulan itu sembari tersenyum.


Saat ini Keluarganya semua menginap di Kerajaan Thedors. Tak terkecuali dengan dirinya.


Gween menempati kamar Khusus dari Permaisuri sendiri, karena ia mampu menarik hati Permaisuri Kerajaan Thedors, Permaisuri Hayna bersikap baik kepadanya.


Permaisuri memberikan Sebuah kamar yang bersampingan dengan Keturunan Kerajaan.


Tanpa sadar, Gween lupa kamar kediaman mana yang di maksud oleh Permaisuri..


Setelah merasa yakin, ia memasuki sebuah kamar kediaman di sudut kanan istana,


Pintu terbuka, Gween yakin, jika ini adalah kamar peristirahatannya, karena pintu tersebut tidaklah di kunci sama sekali.


Saat memasuki ruangan tersebut, Gween terperangah.


" Benarkah ini? ini sungguh mewah... " ujar Gween menatap tak percaya, Ruangan yang begitu besar, memiliki ukiran emas di sekelilingnya.


Setelah beberapa saat mengagumi tempat terdebut.


Gween hendak menyegarkan tubuhnya.


Ia memasuki pintu sisi lain dari ruangan, yang menghubungkan ke tempat kolam pemandian besar yang cukup luas untuk dirinya seorang, uap air panas cukup mengebun di dalam ruangan.


Sehingga sedikit minim penglihatan, pantulan bulan di kaca langit-langit atap menembus kedalam kolam pemandian.


Perlahan Gween melepas pakaiannya, helai demi helai.


Setelah semuanya terlepas, Gween memasukan kaki nya terlebih dahulu ke dalam kolam pemandian.


Ia berjalan menuju tengah-tengah kolam, menceburkan diri, merasakan sensasi mandi air hangat di malam hari. Air tersebut sedikit memberi pijatan lembut di tubuhnya.


Gween memejamkan matanya,


Seraya melakukan perendaman.


Tanpa di sadari oleh dirinya, sosok lain memasuki ruang pemandian tersebut.


Dia adalah Pangeran Helios Hayden.

__ADS_1


Ia pun melepaskan pakaiannya, setelah menuju kolam pemandian, Pangeran Helios Hayden menginjak sesuatu di kakinya, matanya kini turun melihat apa yang telah dirinya injak.


Sebuah Gaun?


Tapi tak begitu jelas.


Dengan tajam, Helios Hayden menatap tiap sisi kolam pemandian tersebut.


Matanya mengedar, dan berrhenti setelah menangkap sosok wanita berada di tengah-tengah pemandian tersebut.


Di dalam kolam, ia melirik ada sosok wanita yang sedang berendam di sana.


Tapi Helios tak terlalu melihat dengan jelas, seperti apa wajahnya.


Sehingga dirinya menarik kesimpulan, bahwa itu adalah selirnya sendiri, yang mencoba merayu untuk bisa bersamanya.


Helios sangat tak suka, seseorang masuk ke dalam kediaman pribadinya, meski itu adalah seorang selir sekalipun. Tak pernah satupun wanita berani masuk kedalam kediamannya.


Tapi! Wanita ini sungguh berani sekali! Berani mengabaikan aturannya.


" Aku telah memperingatkan kalian bukan! Jangan pernah melanggar aturanku! " gumam Helios dengan tatapan tajamnya.


Helios terus berjalan menyusuri air kolam tersebut, dirinya pun juga tak mengenakan sehelai benang sedikitpun.


Dengan tanpa rasa malunya, Helios Hendak membuka suara,


Tiba-tiba, cahaya bulan terus bersinar ke arah tubuh wanita yang berada di hadapannya saat ini.


Helios memicingkan matanya...


Keraguan mulai tertanam di benaknya, ia tak yakin jika itu adalah Salah satu Selirnya, Kulit yang kontras itu terlalu bersinar, kabut uap semakin tebal, Sosok wanita tersebut tiba-tiba saja berbalik ke arahnya.


Deg..


Helios terdiam..


Seakan berhenti bernafas.


ia tertegun


Siapa Dia?


Helios tak mengenali sosok wanita tersebut.


Ia sangat berbeda , auranya yang begitu lembut dan tenang di bawah pantulan sinar bulan.


Begitu bercahaya.


Helios menelan Salivanya.


Ia sedikit memundurkan langkahnya.

__ADS_1


Beruntung, keberadaannya saat ini tak terlihat.


Kabut semakin tebal,


Sosok itu adalah Gween yang tak di kenali olehnya.


Tanpa Gween sadari jika ia dalam pengawasan seseorang, Gween masih menikmati acara merendamkan tubuhnya ke dalam air, sesekali ia menyelam.


dengan santainya ia menuju sisi kolam dan selesai dengan ritual mandinya.


Seluruh tubuhnya terekspos sangat jelas.


Helios memalingkan wajahnya,


" Sial.. " gumamnya dalam hati, dengan wajah yang sangat merah.


Saat setelah Gween melewati dirinya.


Dengan cepat Helios menarik pergelangan tangan itu.


Sontak saja Gween sangat terkejut.


Dan ia membelalakan matanya.


" Siapa kau? " ujar Helios menatap Gween dengan pandangan mata yang sangat dalam.


Seakan menusuk pandangan mata yang ada di hadapannya saat ini.


Gween tercekat.


" Pa-pangeran Helios " Gween mati langkah.


Apa ini?


Bagaimana bisa ada Pangeran Helios di sini.


Gween masih diam membatu di tempat.


Mata yang seolah seperti mengintimidasi , langsung menyadarkannya.


"Lepaskan!! " Gween berusaha memberontak, dan hendak melepaskan diri dari cengkraman Helios.


" Siapa yang menyuruhmu memasuki Kediamanku? " Nafas itu semakin mendekat ke arahnya, Gween tak bisa Berlama-lama berada dalam kungkungan Pangeran Helios.


Gween menyadari posisinya saat ini,


Tidak lah menguntungkan!!!


( Novel ini dalam tahap Review dari tadi malam, sebenarnya author udh UP serentak dengan Novel bab sebelumny, tapi bab ini sampai sekarang masih dlm tahap review. Jika Novelnya update saat siang hari, mohon maaf bagi yang berpuasa...)


# JANGAN LUPA, LIKE, COMEN, DAN VOTE YA!

__ADS_1


__ADS_2