
Aula Keluarga Kerajaan.
Suasana aula begitu sangat hangat.
Semua keluarga inti maupun kerabat terdekat saat ini sedang berkumpul.
Lucy berjalan menghampiri semuanya.
" Selamat ulang tahun kakek " Sapanya sopan.
Gadis bertopeng itu tersenyum, sehingga memikat kedua pangeran yang hampir melupakan siapa sosoknya yang sebenarnya.
Tentu saja, mereka sudah sangat lama tidak berjumpa. Saat itu, Lucy sendiri masih berusia 12 tahun,
" Lucy cucuku tersayang terimakasih ucapannya, ayo kemarilah" ajak sang kakek memerintahkan Lucy untuk mendekat.
Pangeran Steven dan juga Pangeran Shiv mengerutkan keningnya, dan sedikit tercengang saat tau bahwa itu adalah Putri Lucy Jolicia , yang tidak lain merupakan adik mereka sendiri.
" Salam kakek Admaja, Ayah, paman, dan kakak Pangeran" ucapnya seraya menghormati orang yang lebih tua darinya.
" Cucumu Lucy sudah sebesar ini rupanya. Saat itu kau masih sangat kecil sekali. Sekecil ini " ucap Tuan Admaja sembari mengusap kepala gadis itu, dan mempraktekan ukuran bocah 7 tahun.
Semua keluarga tersenyum, begitupun dengan Lucy.
Mendengar bahwa itu memang benar Lucy Jolicia, Kedua Pangeran pun akhirnya mendekati sang adik.
" Kau kah ini ?" Pangeran Steven menatap sang adik , begitu juga Pangeran Shiv.
Perlahan Lucy membuka topengnya,
" Tentu saja " ucap Lucy tersenyum manis.
Mereka pun akhirnya saling berpelukan.
Melihat keharmonisan itu, Raja Juliyus sangat terharu
__ADS_1
" Hekhem, sepertinya kau di kelilingi cucu yang begitu menyenangkan rupannya. " Sapa Tuan Admaja yang pada saat ini duduk di sebelah dirinya.
" Kau tau Admaja, mereka semua adalah harta yang sangat berharga di bandingkan apa yang kupunya saat ini"
" Kau benar, keluarga adalah segalanya"
Juliyus yang mulai memahami sesuatu, menatap Admaja perlahan.
" Mereka juga keluargamu bukan "
" Haha, iya " Tuan admaja berusaha menetralkan perasaannya.
Meskipun sebenarnya, ia masih memikirkan tentang keluarganya sendiri.
Dari seorang istri yang telah tiada, istri yang sangat ia sayangi, bahkan Seorang Putri yang sangat berharga,
Zoya ?
Iya , Zoya Admaja.
Raja Juliyus yang melihat raut wajah Admaja berubah begitu sangat mengerti tentang apa yang ada di dalam pikirannya.
" hem, aku mengerti tentang kerinduanmu. Kau merindukan Putrimu Zoya bukan ? Sebagai Ayah Zoya kedua, aku juga sangat merindukan Putriku itu." ucap sombong Juliyus mencairkan suasaana.
" Heh, hanya aku ayahnya " cibir Admaja tak terimah.
" Hahaha, iya-iya Zoya kecil yang manis, ia bertumbuh dewasa dengan cepat di depan mata kita berdua" Raja Juliyus bahkan mengingat semua kenangam tentang Zoya, mereka berdua pun bersama mengenang sosok Zoya di antara bayang-bayang cucu mereka yang saat ini sedang bersama.
Zoya, dan seluruh Pangeran Kerajaan Machenzie begitu sangat akrab dengannya.
Keseharian Zoya pun tidak luput dari istana.
" Kakek , apa yang sedang kalian berdua pikirkan ?" Suara itu berhasil menyadarkan kedua kakek-kakek itu dari lamunannya.
" Garendra ? " ucap Tuan Admaja terkejut.
__ADS_1
Setelah itu, Admaja berusaha mengkondisikan keadaan dengan baik.
" Haha, kita hanya mengenang masa lalu bersama, iya tentu saja. Bukan Begitu Juliyus ?" Admaja menatap Juliyus dan keduanya pun saling mengangguk.
" Masalalu ? Masa lalu apa ?" tanya Garendra penasaran.
" Itu hanya masa lalu kakekmu ini dengan Raja Juliyus yang dulunya bisa bersahabat, samapai awet hingga sekarang" kilah Tuan Admaja mengelak
" Ohh" Dengan datarnya, Garendra seolah mempercayai.
Ia tidak terlalu mengerti pikiran orang tua di hadapannya saat ini. Garendra tidak mampu membaca isi pikiran dari kedua orang di hadapannya saat ini.
Seolah mereka memiliki kekuatan pelindung berlapis yang tak dapat di tembus olehny.
Entahlah, Garendra sering kali mengeluh dan memepertanyakan kenapa hal tersebut tidak bisa terjadi.
" Ada apa nak ?" tanya Admaja seolah mengerti.
" Ada yang harus aku bicarakan , ku harap kakek bisa memeliki waktu minum sebentar bersama denganku" ucap Garendra sedikit tersenyum.
" Baiklah, Juliyus terimakasih atas jamuannya. Kau tau bukan, setelah Zoya, Garendra adalah satu-satunya cucu yang paling berharga bagiku" bisiknya pelan.
" Dan kau tau, Garendra juga cucuku, haha" Juliyus sedikit tergelak.
" Iya-iya, kau suka sekali merebut kepunyaanku, dan menyamakannya" ucap kesal Admaja.
Melihat itu, tentu saja itu membuat Raja Juliyus merasa bahagia.
Tapi meskipun begitu, Raja Juliyus sangat menghargai sahabatnya itu.
To be continue
# Like, Comen, dan Vote ya guys jgn lupa !
______
__ADS_1