
## SEBELUM BACA !! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK##
🍂🍂
.
Saat ini, semua anggota keluarga sudah bersiap di depan kediaman.
Kecuali Gween.
" Apa kalian semua sudah siap? " ujar Panglima Avyram di dalam kereta.
Hellena dengan seringai liciknya menjawab di Kereta yang berbeda.
" Iya ayah... "
" Hei, Gween belum hadir. " Serga Hera menatap Hellena tajam.
" Diamlah.. Biarkan saja. Di belakang masih ada satu Kereta untuknya. " jawab Hellena datar.
" Tapi.. itu Kereta para pelayan. Jika Ayah tau, kau akan mendapat masalah " Hera tak habis pikir dengan saudara kembarnya ini, bagaimana bisa Hellena memperlakukan saudaranya sendiri seperti itu.
" Hera, aku tak ingin kau ikut campur dengan masalah ini. Anggab kau tak mengetahui apa-apa. " Hellena menatap tajam saudara kembarnya itu.
" Baiklah. jika kau mendapat masalah. Ingatlah satu hal, aku tidak mau ikut campur dengan urusanmu. Jangan pernah mau menyeret namaku, kau dengar itu? " Balas Hera tak kalah tajamnya.
Hellena mendesih, ia sangat santai menanggapi saudara kembarnya itu.
Kereta pun bergerak,
Sementara itu,
" Apa-apaan ini ? " gumam Gween kesal, mendapati pintu ruangannya terkunci.
Ceklek... Ceklek...
__ADS_1
Gagang pintu ruangannya sedari tadi tak dapat terbuka.
" Sial tanganku sampai sakit " seketika Gween teringat akan sesuatu, " Aku tidak akan mengampunimu jika ini adalah ulahmu sendiri " ujar Gween dengan emosi.
Dengam menggunakan kekuatannya, akhirnya pintu pun terbuka.
" Kenapa tidak terpikirkan sedari tadi " geram Gween kesal.
Ia sangat tidak ingin terlambat.
Saat hendak berjalan menghampiri rombongan, matanya melihat laju kereta sudah sangat jauh dari kediaman.
" Aku tidak akan memaafkan perbuatanmu kak, lagi dan lagi, terus dmsaja seperti itu" Gween merutuki kejadian pintu terkunci harii ini, dan si pelaku.
Saat setelah tidak ada satu pun kereta yang tinggal untuknya, Gween hendak berjalan sendiri mencari Kereta yang bisa di tumpangi untuk keistana.
Gween mencoba mencari cara, tiba-tiba tatapananya jatuh, matanya kini melirik satu kuda yang terikat di sisi kediaman.
Dengan kecerdikannya, akhirnya Gween berjalan melepas kuda terdebut.
" Menurutlah, kau akan mengantarkanku ke istana malam ini. " ujar Gween sembari berbisik , kepada kuda kesayangan sang ayah.
Saat setelah anggota Kediamannya tiba di istana.
Dan turun dari kereta.
Tepat pada saat itu, Gween datang bersama kuda besar milik sang ayah.
Suara khas kuda menyeruak...
Gween segera menarik pacuannya.
Kuda berhenti tepat di hadapan semua orang.
Pangeran Avyram sangat terkejut dibuatnya, bagaimana bisa gadis ini datang menaiki kuda perangnya.
__ADS_1
Dan sejak kapan, kuda miliknya bisa di taklukan oleh Gween selain tangannya sendiri. Karena kuda tersebut tak bisa di sentuh oleh siapapun selain dirinya.
Sementara itu, Hellena, terdiam.
dan tak percaya melihat Gween bisa menunggangi seekor kuda perang yang ganas milik sang ayah.
" Kau dalam masalah " bisik Hera menakuti saudara kembarnya itu.
Gween turun dari atas kuda tersebut, dan menemui sang Ayah.
" Apa ini, kenapa kau berada di atas kuda Ayah ? Bagaimana bisa kau tidak di dalam kereta? " ujar sang Ayah menatap Gween tajam.
" Ayah.. tidakkah kalian telah meninggalkanku sendiri di kediaman. Maaf atas kelancanganku karena telah menggunakan kuda berhargamu " ucap Gween seraya menunduk, pura-pura sedih dan mebela diri.
" Apa...? Jadi kau tertinggal? " Mata Panglima Avyram kini melotot ke arah Hellena.
Hellena yang merasa, ayahnya menatap tajam ke arahnya, menelan salivanya, dengan cepat ia menunduk kan kepalanya.
" Mohon maafkan saya ayah, Sesunghuhnya aku mengira adik Gween telah naik ke dalam kereta belakang, saya tidak tau jika Gween tertinggal "
" Kereta belakang? Apa kau bilang kereta pelayan..? Hellena!!! (setengah berteriak) kau tau apa kesalahanmu, secara berterus terang itu berarti kau telah merendahkan martabat adikmu sendiri, sebagai seorang putri Kediaman Dionne, jika kau sudah tau dan melihat di kereta pelayan tadinya, kau seharusnya memanggilnya untuk naik kereta yang sama denganmu, tapi kau malah membiarkannya di dalam kereta pelayan " ujar Sang ayah melotot dengan tajam.
" Tidak Ayah, bukan maksud saya menghina adik ketiga, Saya hanya tak sengaja dan sudah salah mengenali" tunduk Hellena dengan ekspresi takut di wajahnya.
Panglima Avyram menghela nafas.
" Karena keteledoranmu, kau harus di hukum. Setelah pulang dari istana ini temui ayah " ujar Panglima Avyram begitu tegas,
" Baik ayah, saya menerima hukuman tersebut"ujar Hellena sembari meremas bajunya,
Seutas senyum mengejek terukir d wajah Gween.
" Ups..Maaf kan aku kak. Kau sendiri yang telah mencari kesalahanmu sendiri" gumam Gween dalam hati, sembari menyunggingkan senyumnya.
Di sisi lain, ada sosok yang terus mengawasinya.
__ADS_1
# Next nanti siang atau sore ya...
Jangan lupa LIKE. COMEN, DAN VOTENYA!