TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
TERSEDAK !!!


__ADS_3

" Hei itu Dewa Leonard , Dewa kepercayaan yang Mulia, dirinya hadir di atas sana. Pesonanya pun tak pernah pudar, begitu sangat cocok berada di samping yang mulia Dewa Agung kita " ujar beberapa dari kaum Dewi .


" kau benar..... "


Leonard sedikit membungkukan tubuhnya,


Salam hormat hamba Dewa.


" Leonard, ada apa? Kehadiranmu di alam Nirwana pasti memiliki tujuan ? Tidak mungkin kau meninggalkan pengawasan di Kerajaan Timur begitu saja.


" Dewa, seperti dugaanmu. Kehadirannku disini ingin melancarkan situasinya. Saya yakin, Dewa tidak ingin berada dalam situasi seperti ini. Sudah saatnya lah Dewa mengambil langkah tindakan yang semestinya " ujar Leonard dengan mimik wajah serius.


" Apa kah semua ini ada hubungannya dengan...." Arthur menatap keberadaan Permaisurinya itu.


dan Leonardpun mengangguk.


ia Leonard lah yang memberi dorongan terhadap Dewi Azoya memasuki barisan Para Dewi pilihan Alam Nirwana.


" Hari ini adalah dimana Alam Nirwana, dan Kaum Langit harus mengetahui kebenarannya yang mulia" ujar Leonard dengan tatapan mata menunduk hormat.


" hmm... "


Tap tap tap

__ADS_1


Langkah kaki pun berjalan mendekati keberadaan mereka.


" Salam Hormat yang Muliaku Dewa Agung. Hari ini, Rapat Akbar telah di mulai. Sebagai perwakilan semua kaum Dewa dan Dewi di Alam langit ini, mengharapkan yang terbaik dari tujuan besar kita semua yang berada di sini. " ujar Penasehat petinggi urusan Langit.


" yang mulia, Alam Nirwana telah memberikan hadiah terbaik untuk Yang mulia Dewa Agung"


"Besar harapan kita semua mengharapkan calon pendamping yang pasti di sisi yang mulia Dewa. Meraka adalah Dewi pilihan dari Alam Nirwana.... " ujar Penasehat tersebut.


"Benar yang mulia, Dewi-Dewi ini berasal dari Keturunan Dewa yang luar biasa di Nirwana. Pendidikan dan latar belakang yang menjamin sangat bagus sebagai calon seorang Dewi Agung masa depan, rapat akbar ini bertujuan untuk pemilihan calon pendamping yang mulia, silahkan Yang mulia menyeleksi kembali " ujar Mentri petinggi lainnya datang menghampiri.


Arthurpun berdiri beranjak dari kursi kebesarannya.


" Sebagai seorang Dewa panutan, Aku sangat berterimakasih atas antusias dan kepedulian kalian untuk Alam Nirwana. Aku sendiri hanya Akan memilih beberapa Dewi untuk di seleksi, selebihnya Silahkan kembali! " ujar Dewa Arthur tegas.


"Hanya beberapa yang akan di seleksi ? Semoga saja kita terpilih Dewi " ujar Dewi Miya cemas.


Arthur mengedarkan pandangannya, sejenak berhenti menatap kehadiran Azoya yang sangat acuh dan dingin kepadanya.


" Hm.. Setelah ini jangan harap kau bisa lepas dari dekapanku Sayang! " gumam Arthur pelan dengan menyunggingkan senyumannya.


" Dewi ..." Arthur menunjuk ke arah Dewi Luo Yi, dan beralih menunjuk kearah Dewi Chang e, dan Dewi Ivy.....


Setelah itu, tangannya pun berusaha mengedar, dan menatap keberadaan Azoya.

__ADS_1


" Apa hanya perasaanku saja, tatapan Dewa ini seperti sedang menghujam kepadaku! " Gumam Azoya dalam hati..


" Apa aku mengenalnya? Wajahnya begitu sangat tidak asing. Siapa Dewa Agung ini? "Azoya berusaha menyelidiki Identitas dari Dewa di hadapannya dengan berusaha membuka mata ketiganya yang telah menyatu dengan kekuatan penjaga Sun.


Setelah beberapa saat, Azoya tidak bisa menemukan petunjuk apapun. " Ba-bagaimana bisa ? Apa kekuatannya setinggi itu, bahkan kekuatan Mata Ketiga inipun tak mampu menembus jati dirinya "gumam Azoya dalam hati, dan seperti tersedak air liurnya sendiri, Tenggorokannya terasa sakit, dan terbatuk-batuk.


" uhukk... uhukkk "


" Hei, bagaimana bisa Putri ini tidak memiliki kesopanan dalam menghadapi rapat akbar " ujar beberapa dari kaum para Dewa dan Dewi.


Azoya berusaha menahan rasa sakit di tenggorokannya, dan menundukan kepala. Azoya tau dirinya telah menjadi sorotan disana. Bukan karena dirinya takut, tapi Azoya menghindari tatapan seseorang, Terlebih lagi Dewa yang saat ini sedang menatap dirinya. Azoya tidak ingin , kegiatan memata matainya, di ketahui oleh dirinya


" Maaf Dewa. Putri ini tidak sengaja melakukannya" Ujar Dewi Luo Yi menunduk hormat berusaha menyelamatkan Azoya.


" Apa? Dewi, bagaimana bisa kau menilai dia sengaja atau tidak, kita tidak bisa tau kepribadiannya" ujar Dewi Ivy menyela


" Diamlah, " Dewi Luo Yi menatap Dewi Ivy tajam " Jika Dewi terus berbicara. Dewi akan tau kemarahan yang mulia seperti apa " sambung Luo Yi


Dewi Ivy pun terdiam .


# JANGAN LUPA LIKE, COMEN, DAN VOTENYA...


Terimakasih atas kesetiaan kalian

__ADS_1


..


__ADS_2