TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Ketahuan


__ADS_3

### SEBELUM BACA!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!!! ###:::


🍂🍂🍂


.


" Di-dia... Teman Gween " ujar Gween gugub,


" Teman ? Temanmu yang mana sayang? Ibu tak pernah melihatmu bergaul dengan seseorang akhir-akhir ini. Kau selalu mengikuti Ayahmu setiap kali melakukan pelatihan. " ujar Rose mengernyitkan keningnya.


" Kami baru saja bertemu " Gween tak tau lagi harus menjawab apa.


" Baiklah.. tapi Ibu harus mengenalnya terlebih dahulu! Ibu tidak ingin kau mengenal seseorang yang salah " tegas Rose.


" Nanti aku akan membawanya bertemu denganmu bu " Gween terpaksa mengucapkan kata seperti itu.


Apa mengenalkannya?


Apakah dia sedekat itu?


ohh tidak, Gween apa yang kau lakukan.


Gween berkutat dengan pikirannya sendiri...


" Beristirahatlah, ibu akan keluar. Maaf telah mengganggu waktu istrahatmu sayang " Rose mengelus puncak kepala Gween.


" Tidak apa-apa bu. Baiklah sampai jumpa"


Setelah kepergian Rose, Gween kembali merebahkan tubuhnya.


Berangsur-angsur,,, matanya kini perlahan tertutup dan mulai memasuki alam bawah sadarnya.


🍂🍂🍂🍂


Hari ini Gween telah bersiap dengan baju tertutupnya kembali, hanya saja, Gween menggelapkan wajahnya dengan sebuah bedak khusus yang ia beli saat melewati sebuah ruko di perjalanan pulang.


"Oke lumayan. Tak perlu mengenakan cadar... Penampilan yang sempurna " Gween menatap dirinya di depan pantulan cermin. Dan tersenyum sendiri.


Saat hendak keluar dari kediamannya.


Gween berpapasan dengan Hellena.


" Kau mau kemana? " Hellena menghentikan langkah Gween.

__ADS_1


" Ada apa kak? Apakah kau ingin ikut bersamaku? " ujar Gween sengaja menawarkan ajakan untuk Hellena.


" Tidak.. aku hanya bertanya. " Jelas saja Hellena tidak akan mau ikut bersama Gween, Gween selalu akan menyeretnya ke dalam masalah besar. Dari pada terjadi sesuatu yang tak di inginkan, Hellena lebih baik menghindar.


Hellena melirik penampilan Gween dari atas sampai bawah.


" Jika aku mengikutimu, maka aku akan di permalukan karena berdiri di samping adik yang berpenampilan seperti ini. Ck... Kau akan merusak suasana saja " sindir Hellena.


Gween yang mendengar sindiran dari Hellena, merasakan perasaan terbakar.


Tidak kah hellena tau, apa yang dia lakukan untuk menghindari perselisihan ini.


" Kak... aku bisa berpenampilan menarik. Tapi... Aku hanya takut seseorang akan iri melihat penampilanku " ujar Gween berbisik.


Dan berhasil membuat Hellena membeku di tempat.


Seperti sedang di skakmati oleh seseorang.


Hellena yang mengerti kemana arah ucapan Gween, mengepalkan tangannya.


Saat hendak membalas ucapan Gween.


Gween terlebih dahulu berlalu meninggalkan dirinya.


Hellena memikirkan sesuatu.


Apakah Gween melihat jika ada ke irian dalam pancaran matanya, jika Gween tau, sungguh ini sangat memalukan baginya.


Hellena merutuki dirinya sendiri. Hampir saja ketahuan, jika selam ini ia memang iri. Tapi sayang meskipun Hellena menutupinya, Gween sudah terlebih dahulu tau.


Gween bukanlah orang yang bodoh.


...


Tiba di paviliun, Gween mencari keberadaan Pangeran Avery. Tapi tidak ada siapapun disana.


Saat hendak berbalik, Gween di kejutkan oleh kedatangannya


" Apa kau sednag mencariku? " Pangeran Avery menatap Gween dengan senyumannya.


" Tentu saja.. Apa kau pikir aku berjanji dengan orang lain " ujar Gween mendengus.


Avery sedikit terkekeh.

__ADS_1


Dan melirik penampilan Gween yang sangat berbeda dari hari kemarin.


" Kemana cadarmu? " tanya Avery menatap wajah Gween.


" Aku melepasnya... " .


" Kau lebih cantik seperti ini " ujar Avery jujur.


" Cantik? apa matanya buta? " gumam Gween dalam hati


" Terus saja menggoda, dasar penggoda " cibir Gween dalam hati.


" Apa kau sedang membicarakanku? " Pangeran Avery melihat raut aneh di wajah Gween.


" Ck.. Pangeran terlalu percaya diri "


" Tapi... Apa kulit wajahmu memang coklat seperti ini? " Pangeran Avery mencolek wajah Gween tanpa permisi dengan jari telunjuknya.


" Hei.. Apa yang kau lakukan " Respon Gween terkejut.


" Apa! Jadi ini palsu? " Tak sengaja Pangeran Avery melihat noda coklat yang menempel di jari tangannya.


" Ha.. ha.. ha... " Avery tak bisa berhenti tertawa setelah apa yang baru saja dirinya ketahui.


Gween yang merasa identitas kulit aslinya di ketahui, mendengus kesal.


Tanpa aba-aba..


Pangeran Avery mengangkat tubuh Gween, dan menceburkannya ke dalam air.


" Arghh.... Apa yang kau lakukan! " teriak Gween berkecipak di dalam air.


" Kauuu..!!!! " Gertak Gweenn kesal.


Sementara itu, dari atas.


Pangeran menatap Gween dengan sangat serius.


Tanpa Gween sadari, warna yang telah menutupi wajah dan lehernya pun perlahan memudar mulai menunjukan warna aslinya.


______


______

__ADS_1


# Jangan lupa Like, Comen, dan Vote ya!


__ADS_2