
" Selamat ulang tahun Raja Juliyus Machenzie, sungguh pesta yang luar biasa" Seorang bertubuh tegab datang menghampiri kursi kebesaran Raja, ia membungkukan setengah tubuhnya seraya memberi salam.
Melihat kedatangan sosok tersebut, Raja Juliyus memicing seakan mengenali sosok tersebut. Ia pun segera bangkit .
Orang itu pun kembali berdiri tegab menghadap Raja Juliyus.
" Admaja, haha ternyata itu kau " Raja Juliyus menghampiri Tuan Admaja dengan menepuk bahu sahabatnya tersebut.
Admaja pun menyambut keramah tamahan Raja Juliyus dengan saling merangkul. Pertemuan yang mengundang banyak perhatian semua orang.
Membuat kedua Sahabat lama yang sudah lama tak berjumpa itu akhirnya melepaskan rangkulan tersebut.
Aura dingin dan kepemimpinan mendominasi di antara mereka berdua.
Sehingga begitu menjadi sorotan mata maupun media.
" Siapa orang yang di rangkul Sang Raja ?" ucap para pebisnis maupun cuapan para bangsawan inggris lainnya.
" Hm, sepertinya ia salah satu orang peting Raja"
" Iya kau benar, penampilannya juga terlihat seperti bukan orang biasa"
__
Di sisi lain,
Tap Tap Tap
Garendra berjalan menuju lorong kosong dimana disana telah menunggu, orang kepercayaannya dan beberapa orang lainnya.
" Tuan Muda " Sapa Harry yang sudah lama menunggu, mereka semua menundukkan kepala seraya memberi hormat.
__ADS_1
" Hm, Bagaimana apa kalian berhasil ?"
Garendra menatap beberapa orang suruhan yang di percaya olehny.
" Ia Tuan, sesuai perintah kita sudah mendapatkan bukti yang kongkrit untuk menjatuhkan perusahaan Pt.Naga Merah" jelas orang suruhan tersebut.
" Ini semua salinan data penting perusahaan, maupun rekaman Cctv yg kita dapatkan"
" Kerja Bagus" Garendra memeriksa salinan data tersebut dan tersenyum licik.
" Tuan Muda, saya hanya memberi tahu bahwa Tuan besar Admaja telah tiba di inggris" jelas Harry
" Apa ? Bagaimana mungkin saya tidak mengetahui hal tersebut " Garendra terkejut, pasalnya Kakek Admaja sama sekali tidak memberitahu dirinya
Ia pun menatap tajam Harry.
" Maaf Tuan Muda, i-itu saya juga baru mengetahui " tunduk Harry gugub merasa bersalah.
" Kalian kembalilah, dan berhati-hati jangan sampai seseorang mengetahui kalian semua berada disini" tegas Garendra
" Baik Tuan Muda"
Garendra pun bergegas pergi di ikuti oleh Harry di belakangnnya. Ia yakin kedatangan sang kakek berhubungan dengan ulang tahun Raja Juliyus.
Dan sudah dapat di pastikan olehnya, bahwa saat ini sekarang sang Kakek bahkan sudah tiba di istana.
__
Aula Pesta Kerajaan Machenzie
Bla
__ADS_1
Bla
Bla
( Suara kebisingan di dalam istana )
Sementara itu, perwakilan Raja sedang mengambil alih suasana pesta tersebut.
" Hari ini adalah hari istimewa Raja kita, di samping itu hari istimewa ini juga kerajaan Machenzie akan kedatangan kedua cucu laki-laki istimewa Raja, dimana hari ini juga merupakan hari penobatan sekaligus pemilihan calon Pangeran masa depan Kerajaan Machenzie" jelas perwakilan Raja tersebut.
Semua orang bersorak gembira menantikan detik-detik kedatangan cucu berharga Raja tersebut, yang selama ini tidak pernah sama sekali di ketahui publik.
Setelah beberapa saat.
Mobil mewah tepat berhenti di depan pintu masuk gerbang kerajaan yang pada saat ini telah terbentang karpet berwarna biru.
Sepasang kaki turun secara bersamaan.
Mereka adalah,
Pangeran Steven Arnold Machenzie.
Dan Pangeran Shiv Arlendra Machenzie.
Mereka berdua adalah, Putra dari anak pertama sang Raja yaitu Pangeran Arnold Arlendra Machenzie yang saat ini sudah meninggal dunia, begitu juga dengan sang Permaisuri.
Berbagai media berbondong-bondong mengambil foto yang sangat banyak untuk menyorot sosok kedua cucu Raja yang begitu sangat langka tersebut.
____
# Jangan lupa like comen dan votenya ya guys
__ADS_1