TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3 : EPS 49 " Sebuah Misi"


__ADS_3

" Berikan itu padaku" Griffith menggeram , pasalnya sebuah majalah fashion yg ia dapat dari perusahaan di rebut oleh seorang wanita muda, yang tak lain adalah Lucy yang saat ini kembali kepenampilan cupunya


" Hei, kau mau apa dengan majalah ini. Ini semua tentang wanita." ujar Lucy seraya mengejek.


" Justru tentang wanita, makanya aku mau melihatnya. Cepat berikan !!" kesalnya, Griffith berusaha menarik majalah tersebut dengan sekuat tenaga


" Tidak mau " sentak Lucy menahan tarikan majalah tersebut.


" Berikan" ujar Griffith tak mau kalah.


Mereka berdua seakan sedang tarik ulur dengan sebuah majalah, sehingga majalah tersebut terlempar ke luar jendela gedung.


" KAU !!" keduanya saling menunjuk satu sama lain.


" Dasar menyebalkan" sentak Lucy kesal.


Griffith yang sedari tadi geram pun dengan terpaksa turun ke lantai bawah untuk mengambil majalah tersebut.


Sebenarnya, Griffith merasa terpesona dengan semua gambar yang ada di dalam majalah, ia banyak melihat-lihat sosok wanita cantik di dalamnya.


Ada satu sosok wanita yang menurutnya sangat menarik, akan tetapi saat hendak membaca nama orang tersebut, Lucy datang dan menarik majalahnya itu.


" Siapa dia kenapa Pangeran Avery mengizinkannya masuk , sialan wanita itu sungguh menyebalkan "


gumamnya dalam hati dengan perasaan kesal.


Griffith perlahan berjalan menuju lantai bawah sembari menahan kekesalannya.


Sedangkan Lucy yang sedari tadi juga ikut kesal mengumpat Griffith dengan geram.


" Ck, dasar laki-laki mesum "

__ADS_1


Sementara itu, Avery yang terlalu sibuk mengerjakan sebuah proyek tak peduli dengan kebisingan terjadi.


Begitupun Edgar, ia hanya berfokus dengan sebuah permainan Game yang dia dapatkan di dunia ini. Karena begitu menarik perhatiannya, iya pun juga mengabaikan kebisingan yang ada.


Lucy yang merasa bosan berada di sana, ia duduk bersandar di sebuah sofa sembari memainkan ponselnya.


" Ck, lama sekali...sebenarnya Garendra sedang ngerjain apa sih ! Dan kenapa juga aku harus datang kemari menurutinya" geramnya dalam hati, sesekali iya melirik ke arah Pangeran Avery.


1 jam kemudian


Lucy yang sedari tadi tak tahan menunggu, akhirnya tertidur pulas di sebuah sofa panjang.


Dan saat itu pula, Garendra berdiri mengambil sebuah kertas dokumen lalu berjalan menghampiri dua orang yang ada di hadapannya.


" Apa sudah selesai ? " ujar Edgar yang memposisikan dirinya kembali normal, sehabis memainkan ponsel.


" Hm, Griffith mana ?" Garendra mengawasi ruangan itu, tapi tak melihat keberadaan saudaranya yang satu lagi.


Dirinya menggeleng karena tak tau, seketika matanya membulat saat mengetahui ada sosok wanita lain yang sedang tertidur di sofa sebelah kanannya.


" Si-siapa dia ?" tunjuk Pangeran Edgar sedikit terkejut.


Lucy yang merasa tidurnya terusik pun karena sebuah suara, perlahan membuka matanya.


Iya pun menggeliat dengan sembarang untuk merenggangksn otot tangannya.


" Hmm... kalian sedang membicarakan apa ? "


tanya Lucy ssembari mengumpulkan nyawanya.


Edgar yang melihat wanita asing tersebut pun menjawab

__ADS_1


" Kau siapa ?" tanyanya menyelidik


" Apa ! " Lucy yang bingung pun tak mengerti, pasalnya ia lupa sedang berpenampilan cupu saat ini.


Seketika iya teringat akan tujuannya kemari, dan melirik langsung ke arah Garendra.


" Kau ... !! "( tangannya pun menunjuk ke arah Garendra dengan geram) " Ada apa kau menyuruhku kemari..Kenapa kau lama sekali , aku menunggu terlalu lama disini" kesalnya


Edgar yang merasa di abaikan seakan tak percaya, dan bingung dengan suasana yang ada.


" Wanita ini " gumamnya


" Apa kau membuat janji dengannya ?" ujar Edgar terhadap Pangeran Avery.


" Hm iya, aku menyuruhnya kemari "


Garendra berjalan dan duduk di sebuah sofa, sembari menyodorkan beberapa berkas ke atas meja.


Pandangannya menatap kedua orang yang ada di hadapannya yang saat ini sedang menatapnya.


Seakan masih terselimuti tanda tanya, Lucy dan Edgar dengan lugunya terbengong.


" Apa kalian berdua akan terus berdiri ? " ujar Garendra dengan santainya.


Ucapan itu seketika membuat keduanya sadar, dan akhirnya duduk kembali ke sofa.


_________


To be continue


Jangan lupa, like komen dan votenya iya.

__ADS_1


________


__ADS_2