
##### SEBELUM BACA! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!! ######
.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
" Katakanlah syarat apa yang kau inginkan? " Avery menatap Gween dengan intens.
"Hmm... kau berjanji kepadaku. Bagaimana kau bisa lupa dengan tujuan sebenarnya. Aku hanya ingin kau memeberi tahuku sesuatu tentang bagaimana kau mempunyai kekuatan ini, dan siapa kau sebenarnya! " Gween membalas tatapan Pangeran Avery dengan tajam.
"Jadi satu syarat itu, adalah dua syarat. Hahaha"
" Kenapa kau tertawa? Apa itu lucu" Gween mendengus kesal.
" Tidak.. Hei ayolah... Aku hanya bercanda! " Avery berhenti mentertawakan Gween.
" Ayo... " Avery mengulurkan tangannya.
" Maksudmu? " Gween mengernyitkan keningnya " Mau tahu atau tidak mau tahu? " bisik Pangeran Avery.
Akhirnya Gween menerima uluran tangan itu.
Pangeran Avery lalu membunyikan suara khas siulan dengan sangat nyaring. Tiba-tiba, di atas awan, keluarlah seekor Burung besar,Burung Garuda Emas .
Gween terbelalak menyaksikan itu semua.
Seakan tak percaya. Bahwa itu nyata.
" I-ini Garuda Emas? " Gween sedikit mengetahui tentang Burung ini.
" Bagaimana kau tau? " ucap Pangeran Avery terkejut, pasalnya dia belum menceritakan apapun.
" Tentu saja aku mengetahuinya. Aku hanya tak menyangka jika ini benar-benar ada dan nyata. " Gween masih tertegun menatap Burung Garuda itu takjub.
" Kau tidak takut? " ujar Pangeran Avery.
" Kau pikir aku selemah itu.. " Gween menatap Avery tajam.
" Kau belum memberi tahuku. Bagaimana kau tau tentang Garuda Emas? " Selidik Pangeran Avery.
" Aku mengetahuinya melalui buku yang kupelajari. Tentang Makhluk Ilahi, yang melegenda. Tentu saja, Garuda Emas ini masuk dalam Legenda itu. Kau tau.. Bahkan tak hanya ini, ada berbagai macam jenis yang ku ketahui. Tapi hanya ini yang pertama kali ku lihat " Gween merasa sangat bahagia dan beruntung.
__ADS_1
" Kau ingin melihat semuanya? "
" Apa kau bisa membawaku untuk menunjukannya? " tanya Gween mempertanyakan.
" Jika kau ingin, aku akan mengabulkannya. Mengapa tidak "
" Kau tau? Aku memiliki tingkat keingintahuan yang kuat. Jadi kau harus bertanggung jawab " Ujar Gween licik.
Avery lalu menyunggingkan senyumnya
" Maka dari itu, bersiaplah untuk pergi. "
Mereka akhirnya, menaiki Garuda Emas tersebut.
" Wow... ini menakjubkan " Teriak Gween tak menyangka.
" Nikmatilah.. ini Gratis" bisik Pangeran Avery di belakang tubuh Gween.
" Setimpal dengan cerita yang ku bagikan denganmu. Tentu saja Gratis " Ujar Gween mendelik.
" Haha.. kau begitu pengungkit juga ya rupanya"
" Di dunia ini tidak ada yang gratis. Kau tau.. jadi kau tak berhutang kepadaku. Kita setimpal" Ujar Gween meluruskan
Tanpa sadar, Gween pun terkekeh.
" Kau sangat manis " bisik Pangeran Avery.
" A-apa.... " seketika wajah Gween memerah. dan menoleh menghadap Pangeran Avery. Ada rasa yang aneh...
ia Gween pun merasakanya.
Tangan Pangeran Kini mendekap tubuh Gween sangat dekat, tangannya memeluk pinggang ramping itu.
" Apakah kau tidak merasakan sesuatu selama kita seperti ini? " lirih Pangeran Avery, di telinga Gween.
Gween berusaha fokus dan menetralkan perasaannya yang berdebar.
Apa katanya, perasaan?
Tentu saja... Gween merasakannya. Merasakan apa yang Pangeran Avery rasakan.
__ADS_1
Tapi.. dengan segera Gween tersadar, bahwa mereka terlalu dekat.
" Se.. sesak... A-ku sesak. Lepaskan pelukanmu! " Ujar Gween menyadarkan Pangeran Avery.
" A-apa? " Sontak saja, Pangeran Avery melepas pelukannya. " Maaf... " lirinya.
Mereka berduapun kembali terdiam. Ada perasaan canggung di antara keduanya.
Seteleh begitu lama dalam keheningan. Pangeran Avery lalu membuka suaranya.
" Pernahkah kau mendengar Kata Nirwana? " Ujar Pangeran Avery,
" Nirwana? Tentu... "
" Apa yang kau ketahui " tanya Pangeran Avery ingin tahu.
" Surganya para Dewa dan Dewi " jawab Gween dengan yakin.
" Apa kau percaya itu ada? " Avery sengaja memancing Gween, ingin mengujinya.
" Aku percaya.. Bagiku tak ada yang mustahil bukan. Seperti halnya kekuatan yang kumiliki ini " ujar Gween memandang dirinya sendiri.
" ohh ya? Maka dari itu....Bersiaplah, kita akan kesana " bisik Pangeran Avery kembali. Dan berhasil mengejutkan Gween.
" A-apa...? kau bercanda? " tentu saja Gween terkejut, bagaimanapun Gween tak pernah terpikiran untuk datang kesana.
Avery mengangguk,
" Benarkah.." Belum sempurna Gween menafsirkan perkataan Avery.
Kini Pangeran Avery sengaja mendekap tubuh Gween kembali.
" Ahh...." teriak Gween merasakan goncangan Gravitasi, dan sontak saja membalas pelukan Pangeran Avery dengan sangat erat.
" Kita sudah tiba... " bisik Pangeran Avery.
Menyadarkan Gween yang saat ini, mencengkram lengannya dengan sangat kuat.
Sakit?
Tentu saja sakit, Hanya saja Pangeran Avery menahannya.
__ADS_1
# JANGAN LUPA, LIKE, COMEN, DAN VOTENYA YA!
( Selamat Berpuasa.)