
Arthur membuka pintu dimensi, dan hendak mengajak kedua orang tuanya untuk pergi bersama memasuki pintu dimensi yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.
Akan tetatapi, saat hendak melangkah, seorang Kasim istana masuk. Dan membahasa masalah penting Kerajaan.
Kaisar Gui meminta maaf, dirinya tidak dapat ikut bersama Putranya tersebut.
Begitupun dengan Ibu Permaisuri, ia tak dapat meninggalkan suami Kaisarnya tersebut, karena dibpengaruhi rasa tanggung jawab sebagai istri yang selalu membantu .
Dengan berat hati, Ibu suri mengelus punggung anaknya, dan berharap semoga tidak ada hal buruk yang terjadi.
" Anakku Arthur, Ayahanda mohon maaf hari ini Ayah dan ibu surimu tidak bisa. Mungkin Besoknya lagi kau bisa menjemput kami kembali.." ujar Kaisar Gui merasa bersalah
" Baiklah, Ayahanda...Ibunda. Aku pergi dulu " Ujar Pangeran Arthur dan berlalu pergi.
" Salam Pangeran... " ujar Putri Anastsyah tak sengaja berpapasan dengan Arthur.
Arthur hanya membalanya dengan senyum sekilas.
Pada saat Putri Anastaysah hendak berbicara kembali, dirinya telah di panggil Ibu Permaisuri untuk segera menemuinya.
Saat hendak menoleh, Anastasyah melihat Pangeran Arthur sudah tidak berada di sana lagi.
Dengan kebingungannya, Anastasyah menuju Aula Kekaisaran.
____
__ADS_1
Ke esokan harinya, Leonard telah berada di Kerajaan Timur, untuk menjemput Kaisar Gui dan Ibu Suri.
" Yang mulia, saya di di tugaskan untuk menjemput yang mulia Kaisar dan yang mulia Ibu Suri, untuk ikut bersamaku. Ini utusan langsung dari penguasa Alam Nirwana itu sendiri ".Jelas Leonard.
Seketika, Kaisar Gui dan Ibu Suri langsung berdiri, mereka sangat terkejut, mereka tidak ingin mendapatkan masalah. Mereka sangat tau siapa itu Dewa yang Leonard itu bicarakan.
" A-apa! Mengapa Dewa Agung meminta kehadiranku dan juga Permaisuri? Apakah Kerajaan Timur melakukan kesalahan.. ?" tanya Kaisar Gui cemas
" hamba tidak tau yang mulia, saya hanya melakukan tugas . Semua ini ada kaitannya dengan Pangeran Arthur, di harapkan yang mulia bisa ikut dengan hamba ke Alam Nirwana" ujar Leonard sopan.
" Ada apa dengan Putraku? Dimana dia? kau adalah pengawal setianya, apa Arthur baik-baik saja? " Kaisar Gui semakin cemas, terlebih lagi Ibu Suri sangat khawatir.
" Pangeran Arthur baik-baik saja yang mulia. Silahkan ikut bersamku sekarang yang mulia, waktunya sudah tidak banyak lagi, " ujar Leonard mulai serius.
" Baik, kami segera ikut denganmu"
Sebuah pintu dimensi terbuka.
Mereka memasuki pintu tersebut.
Dan tidak membutuhkan waktu lama, hanya 5 menit saja, mereka sudah tiba di Nirwana..
Untuk pertama kalinya, Kaisar Gui dan Ibu Suri menginjakkan kaki ke alam Nirwana tersebut. Seraya berdecak kagum, segera perasaan bahagia itu mereka tepis, Kaisar Gui dan juga Ibu Suri ingat tujuan utamanya datang kemari, semua kecemasan dan kegugupan tiba-tiba saja muncul, saat hendak berhadapan langsung dengan Dewa Penguasa Agung yang sangat di hormati para Dewa Dewi langit dan seluruh Kekaisaran di Bumi.
Tiba sudah mereka di sebuah ruangan yang sangat besar.
__ADS_1
Ruang pertemuan para petinggi, dan dimana tempat tersebut terdapat Singgasana Penguasah Nirwana.
Para mentri dan Dewa Dewi sedang berkumpul, menatap kehadiran Kaisar Gui dan juga Ibu Suri bersama dengan Leonard memasuki Aula Kebesaran.
Kaisar Gui, menatap puncak singgasana megah, dimana saat ini Dewa Arthur berada, duduk dengan simbol kebesarannya.
Dengan rasa Hormat,
Kaisar Gui menundukan kepalanya, dan memberi tanda penghormatan.
Kaisar Gui merasa sangat bersyukur luar biasa, bisa bertatap muka langsung dengan sang penguasah agung.
Begitu pun dengan Ibu Suri sangat senang. Tapi Entah mengapa perasaan seorang ibu, merasakan keakraban saat bersitatap dengan Dewa Penguasa tersebut, Ibu Suri sekan akrab dan tak canggung lagi dengan wajah Sang Dewa, seperti mirip akan sesuatu,
" Mengapa wajahnya mirip dengan.... " gumam Ibu Suri mencermati dalam hati.
Dirinya tak berani menebak, Ibu suri takut jika dirinya akan salah menilai kesamaan seseorang.
" Selamat datang di Kerajaanku Kaisar Gui dan juga Ibu Permaisuri! " ujar Dewa Arthur dengan khas kepemimpinanya.
( besok lanjutannya ya, mata author udah berat, dari pada nanti ngelantur ngetiknya, dan cerita ini aku gk sempat buat ngecek ulang lagi, maaf jika msih bnyk typo)
Jangan lupa Like, komen, dan votenya iya!!
Doain semoga author selalu di beri kesehatan terus, supaya bisa semangat buatin lanjutannya!
__ADS_1
Terimakasih