TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Persiapan Penobatan.


__ADS_3

1 bulan telah berlalu


Hari ini adalah Hari Penobatan resmi untuk Putri Gweenievere Zee Satia Z, sebagai Putri Mahkota di Empat Kerajaan .


Tepatnya penobatan itu di lakukan di Kerajaan Naga. Kaisar Arlong sangat senang ternyata dirinya masih berkesempatan untuk melihat satu-satunya cucu Perempuan yang selama ini mereka anggab telah meninggal.


Begitu juga Kaisar Gui, dan Ibu Suri, Mereka tak kalah antusias.


Kehadiran Gween di tengah-tengh mereka menjadikan dirinya sosok yang paling di sayangi.


Gween sangat senang berada di antara orang yang luar biasa dan sangat Menyayanginya.


Kediaman Anggrek.


Disinilah tempat dimana Dewi Zoya pertama kali tinggal, sekarang kamar ini telah di tempati oleh Dirinya sendiri. Gween tak menyangka bisa menempati tempat ini, sungguh ia takjub melihat interior kamar yang luar biasa, sedikitpun ruangan tersebut sangatlah rapi dan bersih, Gween kagum dengan Dewi Zoya, ternyata bunda Dewi nya itu di saat muda, sudah menonjolkan sifat dan sosok sebagi Putri sekaligus Dewi yang Ellegan. Terlihat dari ruangan yang ia tempati sekarang.


" Apa yang sedang kau pikirkan sayang " Suara lembut itu datang menghampirinya, iya Dewi Zoya datang menghampiri Gween yang terlihat sedang mengamati seluruh ruangan.


Gween tersenyum menatap kehadiran Dewi Zoya. Iya pun memberi penghormatan kepada Dewi Zoya


" Salam bunda... Aku hanya melihat ruangan ini. Sungguh indah dan luar biasa" ujar Gween jujur.

__ADS_1


" Apa Kau menyukainya? " Gween mengangguk.


" Maka ini milikmu sekarang" Gween tersenyum dan senang, ia memeluk tubuh Dewi Zoya


Tapi, Dewi Zoya mengernyit melihat tampilan anaknya saat ini.


" Ohh apa ini sayang, sungguh jelek sekali pakaianmu. Dan riasanmu ini... hm... tidak.. tidak.. Bunda sakit mata melihatnya " ujar Zoya mengkritik semua pakaian dan riasan yang Gween kenakan.


" Maafkan aku bunda, tapi menurutku ini bagus... " ucap Gween polos.


Zoya terkekeh mentertawai Gween..


" Haha.. sayang, kemarilah. Kau ini adalah Dewi, seharusnya seorang Dewi harus tampil luar biasa, kalau perlu spektakuler. Kau paham?" tegas Azoya. memandang wajah Gween yang sedikit kebingungan.


Zoya menghela nafas,


Sebenarnya, mode Tren di Dunia Langit, Azoya hanya memadu padankan mode tren di zaman modernnya dahulu.


"Baik, Bunda akan menunjukannya kepadamu. Dan sebentar lagi penobatanmu, maka dari itu bersiaplah. Bunda akan membantumu tampil berbeda hari ini. Gween mau berkerjasama? " ucap Lembut Dewi Zoya sembari mengelus puncak kepala Gween.


Iya pun mengangguk.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Rose dan Kedua saudara kembarnya pun memasuki ruangan tersebut. Dan Gween sangat terkejut,


" Kalian Semua disini... " ujar bahagia Gween. Gween menatap Dewi Zoya, dan Dewi Zoya mengangguk, dengan segera Gween berhambur memeluk Ibunya dan kedua saudara kembarnya itu.


" Tentu ibu dan kakakmu akan kemari nak. Ini hari penting untukmu. " Ujar Rose tersenyum.


Kedua saudara kembar pun ikut memeluk.


" Hekhem... Ayo, kau akan menjadi Tuan Putri hari ini " ujar Hellena menyadarkan semuanya.


Gween tersenyum, dan melirik Dewi Zoya.


Bahwa iya siap.


Dewi Zoya pun menghampirinya, dan mulai merombak kembali penampilan Gween, dengan di bantu oleh Ibu Rose, dan Juga saudara kembarnya, Hellena, dan juga Hera.


# Sampai jumpa next Chapter...


JANGAN LUPA LIKE, COMEN. DAN VOTENYA!


Support kalian adalah Vitamin penyemangat author!

__ADS_1


Author sangat ber-Terimakasih atas dukungannya!


__ADS_2