
Kedua Pangeran itu kini telah berada di dalam Kediaman Phoenik milik Putri Azoya.
Xian Zhen menatap ruangan tersebut takjub. Interior dan desain kamarnya begitu Unik dan Elegant, Azoya sangat menyukai hal hal yang berbau Elegant. Wangi khas yang di miliki oleh Putri Azoya, sangatlah berbeda, bau harum yang menyebar di ruangan tersebut, sangatlah menenangkan,
Tatanan dan letak benda benda di dalam ruangan tersebut sangatlah rapih.
Xian Zhen sekarang mengerti, tipe seperti apa Adiknya itu.
Sementara Pangeran Zhou Xuan Zhen, kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang sangat besar. Dengan perasaan yang agak nyaman, matanya kini perlahan terpejam.
Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan baginya, Seharusnya waktu jarak tempuh ke bumi sangat cepat, karena ulah Pangeran Xian zhen, rasanya tubuhnya kini pun terasa remuk. Bagimana tidak, setelah perdebatan panjang di Kerajaan Langit saat akan berangkat menggunakan tunggangan, membuatnya mau tak mau harus mengikuti semua yang Adik keduanya itu lakukan.
Begitupun dengan Azoya, dirinya sangat trauma mengetahui akan menunggangi Rajawali itu lagi, tentu saja perjalananya sangatlah menguras waktu, belum lagi menghadapi beberapa medan gravitasi berbeda dalam jarak tempu Kerajaan Langit dan Dunia Bawah.
......
Pintu Ruangan Pemandian pun terbuka, Azoya kini telah mengenakan pakaiannya,
Matanya kini menyapu dan memperhatikan suasana kamarnya saat ini.
Di liriknya kedua Pangeran. Yang kini telah memejamkan mata di atas ranjang besar miliknya.
Sembari menghela nafas pelan Azoya berlalu menuju kaca riasnya, Azoya tak pernah lupa, dirinya selalu rutin merawat tubuh dan wajahnya.
Baginya, salah satu aset berharga bagi seorang perempuan adalah wajah dan hatinya. jadi dirinya harus menjaga wajahnya itu dengan baik.
Jika berbicara tentang ke Virginannya, Azoya hanya bisa menghela nafasnya berat. Aset berharga yang satu itu kini sudah terenggut oleh Pangeran Arthur suaminya.
Ohh Azoya, saat tanpa sengaja mengingat tentang Pangeran Arthur, Rasanya wajahnya saat ini sedang memerah.
Setelah berkutat dengan pikirannya, Azoyapun teringat tentang Pangeran Arthur. Entah mengapa rasanya Azoya ingin mengetahui sedang apa Pangeran Saat ini, Sudah 7 hari dirinya tak melihat Pangeran.
Karena jarak tempuh dari Bumi ke Kerajaan Langit itu memakan waktu 3 hari.
3 hari perjalanan menuju Kerajaan Langit, 3 hari kembali ke Dunia bawah, dan 1 hari di Kerajaan langit. Rasanya sangat melelahkan baginya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintupun membuyarkan lamunannya.
" Nona ini aku Yuri..." teriaknya dari luar pintu
" Masuklah "
krieekk..
__ADS_1
Suara pintu terbuka.
Saat hendak melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam Ruangan tersebut.
Mata Yuri terbelalak kaget saat mengetahui, ada 2 sosok laki laki yang sangat tampan tertidur di atas ranjang besar Nonanya itu.
" No na, si-siapa mereka ? " tanya Yuri penasaran. Entahlah , saat ini pikirannya sudah ke mana mana memikirkan tentang Nonanya itu, yang sudah beberapa hari ini tidak ia temui,
Saat matanya menatap sosok yang satunya lagi, Yuri seperti pernah melihatnya, tapi dirinya lupa dimana, Padahal saat itu Yuri melihat Pangeran Xian Zhen yang menjemput Nonanya itu, dan mengetahui jika Pangeran Xian adalah kakaknya Azoya.
Karena dirinya terlalu terkejut, Yuri melupakan kalo ia pernah melihat Pangeran Xian Zhen.
Begitulah Yuri, Dirinya sangat peduli dan khawatir jika menyangkut tentang Nonanya itu.
" A-apa Nona menikah lagi ?" gumam Yuri pelan dalam hati." Ta-tapi mana mungkin ? Mana mungkin Nona Azoya melakukan Poliandri( sebutan untuk wanita banyak suami) . Tapi mereka tidur di Ranjang yang sama dengan Nona ,? "
"Tidak tidak tidak !! " teriak Yuri spontan. Dengan mimik wajah paniknya, dengan pikiran yang berkutat kemana mana.
" Hentikan pikiran negativemu itu Yuri !" Sanggah Azoya yang sudah mendengar semuanya.
" Eh !
Yuri tersentak.
Bagaimana Nonanya itu bisa tau jika dirinya sedang memikirkan sesuatu tentang Nonanya itu.
Dengan sangat cepat, Yuri langsung menundukan kepalanya,
" Apakah kamu lupa sosok laki laki yang satunya itu ?" tanya Azoya yang masih merawat penampilannya dengan mengoles sebuah cream di wajahnya, di depan sebuah cermin.
" Eh ! " kembali Yuri mentap dengan seksama wajah laki laki yang di maksud Nonanya itu.
Masih dengan mulut yang terkatup, Yuri merasa memang pernah melihatnya.
" Sungguh Yuri kamu melupakannya ? " Azoya terkejut, dang mengeleng gelengkan kepalanya tak percaya.
" Baik, " Azoya bergerak dan menjauh sedikit dari meja riasnya.
Kakinya Perlahan melangkah menghadap Ranjang miliknya yang terdapat sosok dua laki laki tampan yang sedang tertidur di atasnya.
" Dia adalah Pangeran Zhou Xuan Zhen, dan Yang kamu lupakan itu adalah, Pangeran kedua Xian Zhen . Mereka adalah kedua saudaraku, kakak kakakku di Kerajaan Langit Yuri " jelas Azoya dan membuat Yuri sedikit malu karena telah berpikir yang tidak tidak terhadap Nonanya itu. Dan bodohnya dirinya sampai melupakan sosok saudara yang sudah jelas jelas dirinya lihat pada saat 7 hari yang lalu saat Nonanya itu pergi meninggalkannya ke Kerajaan Langit.
" Maaf Nona, Yuri bersalah karena telah memikirkan hal yang tidak tidak tentang Nona " Ujar Yuri dengan polosnya
"Aku memaafkan, lain kali kamu harus mendapat hukuman !" Ujar Azoya sengaja menakuti Pelayan Setianya itu.
__ADS_1
" A-ampun Nona, tidak lagi !"
"hahha..." Azoya tergelak melihat mimik wajah lucu dari Pelayannya itu.
" Oh ya Yuri, Apa kamu sudah memberi tahu Pangeran 7 hari atas kepergianku ?" tanya Azoya mencoba mengalihkan suasana
" Sudah Nona, "
" Bagaimana ? Apa Pangeran bertanya lagi ? "
" Pangeran tidak bertanya apapun lagi Nona . Selepas kepergian Nona 7 hari yang lalu dari sini, Pangeran sempat kembali beberapa saat untuk menemui Nona pada malam harinya.Tapi tidak menemukan keberadaan Nona di dalam kediaman. Beruntungnya Yuri kembali Ke kediaman tepat waktu, dan melihat Pangeran Keluar, dan menghampiri Yuri, Yuri mengatakan jika Nona pergi pelatihan. setelah itu Pangeran tidak bertanya apapun lagi, dan langsung pergi. Selepas dari hari itu, Pangeran idak kembali lagi Ke kerajaan Naga. !" Jelas Yuri
Azoya mencerna kata kata tidak kembali dari ucapan yang Yuri sampaikan terhadapnya.
" Apa Pangeran tidak mengkhawatirkan aku ? Kenapa ? " gumamnya dalam hati telihat gusar.
" Apa mungkin Pangeran sedang sibuk , ? Em iya, mungkin saja !" lirihnya mencoba meyakinkan hatinya.
Eh !
Apa tadi ? Mengkhawatirkan ? Azoya tersentak dengan kalimatnya sendiri, bagaiman mungkin dirinya bisa mengatakan hal seperti itu. Rasanya malu sekali, jika dirinya kini mengharapkan Pangeran Arthur akan mengkhawatirkan dirinya.
" Nona .. Nona ?" Yuri memanggil Nonanya itu, tetapi tidak ada respon dari Azoya. Azoya kini sedang di sibuk dengan lamunannya.
" Apa Nona sedang melamun ya ?" tanya Yuri bingung dalam hati.
" Nona ? Nona ?" Panggilnya sekali lagi
" iya ? " Azoya tersentak " Kenapa Yuri ?" tanyanya terkejut
" Tidak Nona, Apa Nona sedang melamun ?" tanya Yuri memastikan." Apa ini tentang Pengeran ?" sambungnya lagi
Azoyapun tidak menjawab.
🎄
Malam sudah semakin larut, Azoya ingin mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, Pelayan setianya kini sudah kembali ke kediamannya sendiri. Di saat rasa kantuk semakin menyerang, matanya melirik ke atas ranjang tempat tidurnya saat ini, yang di huni oleh dua sosok laki laki tampan yang sedang tertidur dengan lelapnya. Azoya mengernyitkan keningnya sendiri bingung akan tidur dimana dirinya.
Dengan menghela nafas berat, Akhirnya dirinya kini memutuskan untuk tidur di dalam Kalung Dimensi miliknya.
1 hari di dalam kalung dimensi, sama dengan 1 jam di dunianya saat ini. Jadi untuk sementara, Azoya ingin beristirahat yang cukup.
#
JANGAN LUPA \=>>>>LIKE , COMENT, VOTE YA<<\=\= !!!
__ADS_1
Terimakasih !