
Saat ini, Permaisuri Azoya dan Pangeran Arthur sudah selesai dengan ritual mandi bersamanya. Dan sudah memakai pakaian lengkap satu sama lain.
Azoya kini sedang menggunakan sebuah gaun berwarna tosca dengan panjang sampai mata kaki, dan di sekitar lingkar dadanya terdapat banyak motif bunga bunga . Gaun tersebut sangat indah , menampakkan bagian leher jenjang dan pundak yang sangat putih dan mulus, dengan seddikit riasan di atas rambutnya, sedikit polesan n
make up di wajahnya, menambah kesan sempurna pada dirinya.
Sedari tadi, Arthur tak pernah berhenti memandangi Azoya yang sedang berias di depan cermin. Dia memandangi penampilan Permaisurinya itu dengan tatapan tatapan cinta.
Azoya yang saat ini sedang sibuk dengan dirinya, tak menyadari hal tersebut.
Saat hendak menoleh, tanpa sengaja Azoya bertemu pandang dengan mata Pangeran Arthur, yang saat ini sedang intens menatap dirinya.
" Apa ada yang aneh ya dengan penampilanku ?" tanya Azoya bingung,
" Tidak ada " jawab Arthur sekilas , dan masih senyam senyum sendiri
" Lalu kenapa menapku terus ?" sungut Azoya merasa canggung.
" Permaisuriku sangat cantik "
Blushh
Seketika Azoya di buat salah tingkah dengan tatapan itu. dan wajahnya menjadi memerah.
Arthur berjalan menghampiri Permaisuri Azoya, dan memeluknya dari arah samping.
" Kenapa wajahmu merah begitu hem ?" bisik Arthur pelan di telinga Azoya.
" Hah..., ti tidak mana ada !" elak Azoya menahan malu, dan seketika detak jantungnya tak dapat di kondisikan.
Ia berusaha melepaskan diri dari Pangeran Arthur dan berhasil.
" A rthur bolehkah Aku meminta izin sesuatu !" ucap Azoya, yang saat ini sedang memblakangi Arthur, dengan beberapa jengkal jarak, dan dengan perasaan gugub, sambil memegangi ujung ujung jarinya.
" Izin ? hmm, katakanlah ?" jawab Pangeran Arthur
" Aku ingin berkunjung ke Kerajaan Naga, Apa kau mengizinkanku Pangeran ?
" Apakah ada masalah disana ?" lirik Pangeran Arthur
Azoya menghela nafas sejenak, dan ia memberanikan diri untuk membicarakan prihal yang terjadi di Kediamannya. Karena dia sadar, status laki laki itu adalah suaminya, ia harus meminta izin dengannya.
Azoyapun menceritakan semuanya apa yang terjadi.
" Aku akan menemanimu hari ini " ujar Pangeran Arthur
" Apa Pangeran sendiri tidak sibuk, sehingga ingin menemaniku ?"
"Tidak, jika itu menyangkut tentang Permaisuriku" bisik Arthur yang saat ini sudah menghampiri Azoya kembali, dengan memeluknya dari arah belakang.
Blush..
Lagi lagi Wajahnya pun seketika menjadi merah, dan membuat jantungnyapun kembali berdetak kencang.
" a ada apa denganku ini..!" gumam Azoya dalam hati
" Ba baiklah, ," lirih Azoya pelan
Rasanya saat ini, Azoya selalu tak karuan saat berada di dekat Pangeran Satia Arthur. Ntah kapan perasaan aneh itu muncul. Sungguh ia tidak nyaman sekali.
Azoyapun berusaha menetralkan perasaannya, ia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri.
__ADS_1
" Zoya " Lirih Arthur dan sekarang telah berdiri disisi kanan Azoya.
" iya ?" Azoya pun menoleh ke sisi kananya
" Adakah yang ingin kau ceritakan lagi kepadaku ?" tanya Arthur hati hati
"kenapa Pangeran Arthur bertanya seperti itu ? apa jangan jangan ia tau aku sedang melakukan kultivasi. " gumam Azoya dalam hati.
"" Apa ya ? hmm se sepertinya tidak.." Jawab Azoya dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
" Apa Permaisuri sedang menyembunyikan sesuatu ?" selidik Arthur dengan sengaja
" Hah ? Ti tidak, a aku tidak menyembunyikan apapun.." elaknya
" hem, kenapa Permaisuri gugub dan terkejut menjawab pertanyaan dariku ?" tanya Arthur yang mulai tidak suka.
" Pangeran ini kenapa bertanya seperti itu, sudalah aku ingin pergi ke Kediaman Naga " Azoya pun berlalu dan meninggalkan Pangeran Arthur yang termenung di tempat.
"Permaisuri, kenapa kau tidak ingin jujur, aku sudah tau semuanya. Termasuk kau sedang bersama laki laki lain di perpustakaan itu , aku hanya ingin tau langsung darimu, dan tentang kultivasimu !" lirih Pangeran Arthur sedikit kesal. " hm, siapapun tidak boleh mengganggu milikku " ! ucap Arthur sambil mengepalkan tangannya
Anggab saja, Pangeran Arthur sedang merasakan cemburu, ia benar benar tidak menyukai sifat Permaisurinya yang masih tertutup terhadapnya. Masih dengan Aura yang sangat tidak bersahabat, Pangeran Arthur kini sedang menghampiri Permaisuri Azoya yang sedang menunggu dirinya untuk masuk ne dalam kereta bersama.
Mereka kini akan melakukan perjalanan, menuju Kerajaan Naga, dan di ikuti pelayan setianya, beserta Pengawal Pangeran sendiri. dan beberapa mata mata yang berada agak jauh dari mereka.
Sesaat sebelumnya, Pangeran Arthur memerintahkan beberapa mata mata pelindung untuk selalu berada di dekat Permaisuri dan juga dirinya, Karena Pangeran tidak ingin ada hal yang tidak di inginkan akan terjadi.
Kembali ke kereta,
Hening, ya . Saat ini suasana di kereta sangat hening, baik Permaisuri Azoya maupun Pangeran Arthur kini hanya diam. Dan tak ada yang memulai pembicaraan.
Sesekali Azoya mencuri pandang ke arah Pangeran Satia Arthur, yang saat ini tepat berada di sampingnnya.
Masih dengan hati yang menahan kesal membara.
Seperti ada aura api di tubuhnya.
Pangeran Arthur tidak ingin memandang ke arah Permaisuri Azoya. Walaupun tekuknya kini merasa gatal ingin menoleh. sebisa mungkin ia tahan.
" Pa pangeran, kenapa diam sekali ?" ucap Azoya gugub.
dan iya, tanpa sadar kepalanya pun menoleh, dan dengan cepat ia sadar kembali, lalu memberikan tatapan tajam kepada Azoya.
dan melihat ke arah depanya lagi
" Dasar kepala ,, yang tidak mau menurut !!" geram Arthur dalam hati, menyalahkan kepalanya sendiri.
" Ada apa dengannya ? Dasar aneh !" gumam Azoya dalam hati.
Selama di perjalanan, Permaisuri Azoyapun tertidur, dan kepalanya jatuh bersandar tepat di lengan Pangeran Satia Arthur.
Arrhur yang merasakan sesuatu di lengannya pun menoleh,
Rasa kesalnya, kini mencair. ia pandangi wajah Permaisurinya itu, dan mengangkatnya, untuk berada dalam pelukannya. Di rangkulnya tubuh Azoya dengan penuh perhatian. Sekilas ia tatap sesuatu di balik cadar itu, dan menyingkapnya. " Cup. .!" sebuah ciumanpun mendarat di bibir itu. Azoya yang merasakan ada sesuatu yang menempel di mulutnyapun, perlahan membuka matanya, dan Azoyapun membelalak kaget, saat melihat dirinya kini sedang melakukan sebuah ciuman dengan Pangeran Arthur. Arthur yang memejamkan matanya, tak sadar jika Permaisuri Azoya terbangun dari tidurnya. Azoya yang saat itu tak membrontak, hanya membiarkan saja, Pangeran mencium dan ******* bibirnya.
Saat ciuman itu berakhir, mata merekapun saling beradu, dengan nafas yang memburu.
Jantung merekapun kini berdetak sangat kencang, dengan wajah yang sama sama bersemu merah.
" ka kamu terbangun ?" lirih Pangeran Arthur.
" Jelas saja aku terbangun, jika kau menciumku begitu " gumam Azoya dalam hati
__ADS_1
Azoyapun mengangguk, dan ingin beranjak dari pangkuan Pangeran Arthur.
Dengan cepat, Pangeran Arthur menahan pinggul Azoya dengan erat.
" ini akan berat, dan perjalanan kita masih jauh " Azoya berbicara pelan menahan malu
" Tidak apa-apa.." Arthurpun membenamkan kepalanya, di dada Permaisuri Azoya.
" Aku ingin memelukmu seperti ini.." gumam Arthur
" Permaisuri Azoya ! aku,, aku sangat mencintaimu " ujar Pangeran Arthur
Deg deg deg
sontak saja membuat Azoya terdiam. Sungguh kini hatinya benar benar berdetak sangat kencang , setelah mendengar kalimat itu.
" A..aku ...." lirih Azoya terputus.
Kepala Arthur pun terangkat kembali, dan memandang sangat dalam wajah Permaisurinya.
Azoya merasa dirinya sangat gugub, saat kedua mata saling bertemu. Arthur memegang kembali tengkuk belakang Azoya.
" Boleh..?" sambil menunjuk bibir Azoya dengan jarinya.
" Pangeran meminta izin dariku? Bahkan tadi Pangeran berani mencurinya di saat aku tertidur." gerutu Azoya
Pangeran Arthurpun menyunggingkan senyumannya. Merekapun melakukan ciuman kembali, dengan penuh perasaan dan sangat dalam. Azoyapun tak menolak, entah mengapa dirinya kini mulai menerima perasaan itu.
Sementara itu, di sisi lain kereta. Yuri dan Leonard Pengawal setia Pangeran sedang duduk berhadap hadapan.
Sedari tadi Yuri mencoba untuk mencairkan suasana, tapi Leonard tidak terlalu menanggapi. Yuri yang merasa jengkelpun tidak berminat lagi untuk berbicara. Ia kehilangan mukanya,
Al hasil, suasanapun menjadi hening kembali.
" huh, Dasar menjengkelkan, serasa ngomong dengan tembok kerajaan,, !" gerutu Yuri dalam hati.
Sebenarnya, Leonard mendengar, dan memperhatikan setiap ucapan yang sedang Yuri bicarakan. Leonard tau, jika wanita tersebut sedang mencoba untuk mencairkan suasana.
Hanya saja dirinya tak terbiasa se akrab itu dengan wanita. Karena selama ini , ia selalu dekat dengan Pangeran Satia Arthur semenjak dari kecil. Pertempuran, Darah, Bela diri lah yang selalu ia saksikan seumur hidupnya.
Leonard sebenarnya adalah orang yang sangat asik. dan juga menarik, hanya kepada orang yang sangat ia kenali saja, seperti Arthur, ia tak pernah merasa canggung sekalipun, kecuali di saat Tuannya itu sedang marah atau memberi pekerjaan kepadanya, ia benar benar serius dan telaten mengerjakannya.
Leonard adalah seorang yatim piatu, kedua orang tuanya telah lama meninggal dunia ketika ia berusia 7 tahun.
Kedua orang tuanya meninggal saat terjadinya peperangan Antar kerajaan. dan banyak menewaskan beberapa penduduk desa. Termasuk kedua orang tuanya.
Leonard yang menangis di tengah tengah jasad kedua orang tuanyapun, mendapat uluran tangan dari seorang Anak kecil yang berusia 9 tahun lebih tua darinya.
Dia adalah Pangeran Arthur, Pangeran Arthur kecillah yang menolong kehidupannya. dan juga mengajaknya untuk tinggal di istana.
Mulai saat itu, demi membalas kebaikan Pangeran yang menolongnya , ia berjanji akan selalu setia dan berada di samping Pangeran Arthur, dan bertekad Akan terus mengabdi hanya kepadanya. Sebagai pengawal sekaligus menjadi Tangan kanan kepercayaan Pangeran Satia Arthur sampai sekarang .
Dan Leonard benar benar di latih dengan sangat keras, di bawah didikan Arthur. Yang Notabennya sudah sangat hebat ketika ia masih kecil , dan menjadi Panutan semua orang dalam ilmu bela diri, dan juga ilmu spiritual.
Tak ada yang mengetahui sudah sampai tingkatan ke berapa, kekuatan Energi Qi yang dimiliki oleh Pangeran Satia Arthur, kecuali hanya Leonard .
Aedangkan untuk Leonard , dirinya masih berada dalam tahap tingkatan lv.6 yang setara dengan Azoya.
#
JANGAN LUPA LIKE,COMEN, DAN VOTE YAH !!
__ADS_1