
Duaaar !
Ledakan sangat dahsyat terjadi di dalam Arena, Helios dan Heros terdorong kebelakang.
Asap mengepul ,
Keduanya terbatuk mengeluarkan darah segar yang amat pekat dari arah mulut masing-masing.
Helios memegang dadanya, iya bangkit,
Begitupun dengan Heros.
Keduanya berdiri kembali dengan tegas.
Pertarungan di mulai,
Heros mengumpulkan energinya kembali, sebuah cahaya melesat keluar, iya Heros memanggil Naga Ilahi yang sangat besar, dan mengitari tubuhnya.
Sementara Helios, mengeluarkan Hewan peliharaannya, Singa Raksasa bersayap emas...
Raungan terdengar seakan menggetarkan tanah.
"Goarrrr...." Singa Bersayap Emas tersebut menghadap ke arah Naga Emas besar yang ada di hadapannya.
Setelah beberapa saat, pertarungan dahsyat pun terjadi, Helios terbang menaiki punggung Singa besarnya, begitupun dengan Heros.
Hembusan api besar yang sangat panas menyembur ke arah Helios dan Singa Raksasanya.
Dengan cepat iya mengelak, Singa Raksasa langsung melesat ke arah sisi samping , dan mengibaskan cakar mautnya, hampir saja menggores leher naga besar tersebut.
Heros menarik tubuh Naga emasnya ke atas , Dengan Energi 5 elemen yang ia miliki, sebuah gelombang hitam pekat mengarah ke arah Helios, Helios dengan sigap menahan Gelombang itu dengan perisai Pertahanannya,
Dengan sekuat tenaga mendorong Gelombang besar itu,
Singa Raksasanyapun mengepakkan sayapnya. Membantu Helios mendorong Gelombang terdebut.
Dan akhirnya, Helios berhasil mengarahkan gelombang tersebut ke arah langit, mengarah kepada Heros dan Naganya.
Heros yang terkejut mendapati kekuatannya berbalik, langsung terbang ke sisi lain.
" Pertahanan yang kau miliki lumayan ." ujar Heros, dengan perlahan iya turun dari atas Naganya.
" Sekarang terima kembali serangan ini. Lihat apakah kau bisa menghindarinya " Heros menggabungkan kekuatan tenaga dalamnya, di bantu hembusan api sang naga, mengarah ke arah Helios.
__ADS_1
Helios yang melihat itu cukup terkejut.
"Heh,,, Baiklah "
" Kekuatan..Bersatu " teriak Helios.
Kilatan petir menyambar dari atas langit.
Tubuhnya di selimuti Cahaya biru yang menyambar.
Iya menatap gelombang cahaya kejut yang di buat Heros , yang sedikit lagi menghantam tubuhnya.
" Terima ini " teriak Helios, dengan sekuat tenaga mendorong kekuatannya keluar.
dan .... Duarr.....
Ledakan kembali lagi terjadi
Dan berhasil menjatuhkan Heros , darah segar kembali lagi muncrat dari dalam mulutnya.
" Uhukk... Kau berhasil ..Uhuk menahannya " ujar Heros tertahan ,
Dengan sedikit bantuan penopang tubuh sang Naga ia berdiri.
Sementara itu, semua orang semakin tegang menyaksikan pertarungan tersebut.
Gween sendiri sangat serius memperhatikan pertarungan tersebut.
Pertarungan pun masih berjalan,
Arthur berdiri, Iya mengeluarkan kekuatannya, menembus perisai pelindung, untuk memasukan dua buah pedang legendaris di Nirwana.
Pedang tersebut adalah Pedang Maut Penyesuaian diri.
Helios yang melihat sebuah pedang masuk dan jatuh ke arah kakinya langsung mengambil, begitu juga Heros, pedang itu juga jatuh di kakinya.
Pedang tersebut sedikit bergetar, berusaha menyesuaikan diri dari sang pemilik.
Akhirny Kekuatan pedangpun menyatu dengan Energi yang para Pangeran Miliki.
Cringg...
Pedang pun beradu,, keduanya saling tatap.
__ADS_1
Keduanya melempar tatapan tajamnya.
Srett
.. Cring....
" Aku tidak akan kalah darimu " ujar Helios
" Maka bertarunglah... Aku akan melawanmu sepenuh hati , kita lihat siapa yang bertahan sampai akhir " Heros menarik tubuhnya.
" Ck... Aku tidak akan membuatmu yang bertahan "
" Bagaimana jika aku yang bertahan ?" ujar Heros menatap Helios dengan seksama.
" Maka aku tidak akan membiarkanmu " teriak Helios tertantang.
Cring... Cring..
" Baiklah, dengan senang hati aku akan melayanimu"
Pedang pun beradu tak tentu arah.
Cukup lama mereka bertarung...
dan Bezzttt....
Darah segar menggores pergelangan tubuh Heros.
Heros mengernyit menahan sakit.
Dengan sekuat tenaga Heros berusaha menetralkan rasa sakitnya.
Iya kembali menyerang,
Dengan kekuatan penuh Heros menghampiri Helios, mereka bertarung kembali dengan sangat sengit,
Dan tanpa di duga, Pedang tersebut berhasil menghunus perut Helios...
# JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, DAN VOTE
( untuk kalian semua yang tidak suka alur ceritanya, author mohon maaf !! Semuanya sudah tertulis dan telah di tentukan. Jadi jika Author merubah sudut pandang isi cerita, maka akan sangat mempengaruhi segalanya. Semua yang terjadi sudah tercatat dan takdir dari semua karakter yang berada di dalamnya.
jadi buat kalian semua, kecewa boleh pada keputusan Author, kadang hidup itu harus ada kecewa , jika kalian tidak ingin di kecewakan oleh cerita yang telah author buat. Maka mulai lah berkarya, ciptakanlah karyamu sendiri , author tak bisa menuruti kalian satu persatu, karena semuanya sudah di tentukan sebagai mana mestinya ).
__ADS_1
Sampai jumpa chapter selanjutnya.
dan Jangan lupa dukungannya !