
"BERHENTII !!" teriak Kaisar Arlong menggelegar.
Putri Azoya dan Putri Edura pun merasa tersentak kaget.
"apa yang terjadi ?" gumam semua orang yang saat ini sedang menyaksikan pertarungan,
Tap tap tap
Kaisar Arlong berjalan, mendekati Arena pertarungan, di ikuti beberapa pengawal kerajaan.
Saat hendak melangkahkan kaki selanjutnya, Kaisar Arlong menghentikan langkahnya sesaat, dan melirik tajam ke arah Selir Dora, yang saat ini sudah tidak memimiliki status lagi sebagai seorang Selir Kerajaan Naga, saat ini Selir Dora sedang di amankan oleh kerajaan Barat, atas percobaan pembunuhan Kaisar Rou. Dan Berita itupun sudah di sampaikan langsung kepada Kaisar Arlong.
Di sisi lain, Kaisar Rou pun sama halnya dengan Kaisar Arlong, menatap dengan sangat tajam . Tanpa ada rasa prihatin sama sekali. Kaisar Arlongpun berlalu meninggalkan Mantan Selir Dora.
Sementara itu, Kaisar Rou merasa, sangat di sayangkan bagi Mantan Selir seperti Dora, yang demi sebuah ambisi, rela melakukan hal hal yang sangat keji dan sangat melanggar perarturan dan norma yang berlaku.
" kau lihatlah Putrimu itu Dora, itu semua karena didikan seorang ibu yang berambisi seperti mu. Demi mendapatkan tahta untuk masa depan Edura, kau berani mencabut nyawa seorang Kaisar, dan seorang Putri sekaligus. Bahkan , demi menjadi Selir Agung, kau bahkan tega mencabut nyawa mendiang Permaisuri terdahulu ! Heh,,, dasar wanita licik dan tak berperasaan, kau pantas mendapatkan hukuman yang sepadan !" ujar Kaisar Rou sangat marah.
Di Arena pertarungan.
" Pertarungan ini di hentikan !!" ujar Kaisar Arlong tegas. Netra matanya kini menatap tajam ke arah Putri Edura yang saat ini sedang menatap Kaisar Arlong dengan beribu pertanyaan di benaknya.
Kaisar Arlong pun menyampaikan ultimatumnya.
Tentang Edura yang telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Kaisar Arlong, Ayahanda nya sendiri.
Dengan percobaan pembunuhan menggunakan media racun yang sangat mematikan.
__ADS_1
Dengan di ikuti beberapa bukti dan juga Saksi Kerajaan. Edura akan mendapatkan hukuman yang setimpal, Dirinya tidak akan di akui menjadi seorang Putri di Kerajaan Naga ini. dan akan mendapatkan Hukuman Mati, begitupun dengan Mantan Selir Agung, yaitu Selir Dora.
Bak di sambar petir di siang bolong.
Edura menggigit bibirnya sendiri.
Hatinya benar benar sangat hancur saat itu .
Dengan seringai jahat di wajahnya Edura pun tertawa sangat keras !!
" Hahahha..!! Tahta ! Mahkota ! Bahkan Semuanya tidak bisa kumiliki. Azoya, Kau menang ! Tapi tidak untuk sebuah pertarungan ini. Kompetisi ?? AKU TIDAK BUTUH KOMPETISI ITU LAGI !!!" teriak Edura lantang. " Pertarugan ini akan tetap berlanjut, Hidupku bukan untuk kekaisar ini. Aku adalah aku, hidup adalah miliku, Aku tak memiliki sebuah aturan. "
Dengan menggebu Edura pun mengumpulkan semua Energi miliknya.
Langit menghitam, tubuhnyapun berubah menjadi sosok yang sangat menakutkan. Dengat aura ular hitam yang melekat di dirinya.
" DARAH ini !! JIWA ini ! Kehidupan ini, bukanlah darimu Ayahandaku tersayang ! Karena aku bukanlah Putri darimu Kaisar !" teriaknya menggelegar
Aura wajahnya kini berubah drastis.
Dirinya kini telah di selimuti penuh kekuatan ular Phyton miliknya.
"Edura , kau jangan lancang. Jaga mulutmu !!" ujar Selir Dora merasa panik.
Mata ular nya kini dengan cepat menatap lekat ke arah Selir Dora,
sstttttt.....
__ADS_1
juluran lidanya pun mendesis membentuk sebuah lida ular.
Sontak saja, semua orang merasa terkejut.
" Ibu !! Aku ini menyedihkan bukan ? Hidupku , dalam genggamanmu. Aku adalah keegoisan , keserakahan, dan Ambisimu !"
" Aku akan menunjukan kepadamu ! Aku tak akan gagal lagi dalam menghancurkan kalian semuaaaa !" ujar Edura berteriak.
" Hancurlahhh kalian semuaaaa !"
whooooshhhhhh
Semburan racun hitam pun menyebar.
" SUN PERISA! !" teriak Azoya dengan cepat berusaha melindungi.
.
#JANGAN LUPA LIKE, COMENT, VOTE SEBANYAK BANYAK NYA IYA !
Maaf ya, author baru update sekarang.
.
Sampai jumpa besok , untuk kelanjutannya !
Terimakasih, atas support kalian semua dengam Novel TPYJ ini !
__ADS_1
love you all...