
Helios terkejut, dan langsung memuncrratkan darah hitam pekat dari arah mulutnya.
Gween sangat kaget, tanpa ia sadari, tubuhnya spontan berdiri .
Permaisuri Hayna dan Raja Thedors sangat terkejut, mata mereka melotot tak percaya.
" Helios...!!!!!." teriak Raja Thedors dan Permaisuri Hayna serentak.
" Ti-tidak mungkin " lirih Helios pelan, matanya mengarah ke arah perutnya yang tertancap sebuah pedang maut dari Nirwana tersebut, seakan tak percaya, Helios tersenyum kecut, matanya kini menatap Putri Gweenievere..
Tubuhnya terduduk berpangku pedang yang ia pegang, seakan telah mengakhiri segalanya.
Helios melempar sebuah senyum ke arah Gween dengan wajah pucatnya, dari Kejauhan Gween tak bisa berkata-kata...
Semua orang tercengang menyaksikan kekalahan Pangeran Helios.
Suasana menjadi sangat tegang.
Permaisuri Hayna menangis menyaksikan semuanya.
Raja Thedors tak bisa berkata-kata, iya tak percaya jika penerus tahta Kerajaannya Pangeran Helios Hayden menjadi kebanggaannya mendapat kekalahan..
" Bagaimaa mungkin seperti ini ?" gumamnya dalam hati,
Pertarungan telah dimenangkan oleh Pangeran Heros Hayden,
Ekspresi dingin bermandikan darah yang di berikan oleh Pangeran Heros, sungguh sangatlah mengerikan.
Ini adalah misinya, misi yang telah di atur oleh Dewa Arthur sendiri.
Kejam ?
Tentu tidak , di balik semua ini terselip Rahasia besar. Ini adalah hukuman bagi Kerajaan Thedors.
Raja Dan Permaisuri berhambur memasuki Arena, semua anggota kerajaan turun.
Hayna merangkul Helios yang terluka parah akibat pedang maut dari Nirwana.
" Hayna... kau ingin menjelaskan sesuatu kepada ku ?" Ujar tegas Dewa Arthur dengan tatapan tajamnya.
Masih setengah terisak
" Hiks...Ma-maafkan kami Dewa, ka-kami bersalah... Se-selama ini kami telah berbohong " Hayna bersimpuh, sembari memeluk Helios.
" Apa maksudnya ?" ujar Dewi Zoya.
Begitu pun Gween yang kebingungan, iya memegang lengan sang Bunda.
Raja Thedors membuka suaranya,
"Sejujurnya ...Helios dan Hayden tidak lah kembar " ujar Raja Thedors menunduk.
Dan berhasil mengejutkan semua orang.
__ADS_1
Tapi tidak untuk Dewa Arthur, iya telah mengetahui segalanya.
" Jelaskan apa yang terjadi sebenarnya ?" tegas Dewa Arthur memaksa kedua pasangan Raja dan Permaisuri tersebut berbicara.
Dewi Luo Yi. yang melihat adiknya bersimpuh. dirinya tak bisa membantu apapun. Iya memeluk lengan suaminya. Pangeran Zhou Xuan Zhen.
" Tenanglah, aku tau kau bersedih " Pangeran Zhou Xuan Zhen menenangkan Dewi Luo Yi.
" Mereka memang di lahirkan di waktu yang sama, Tapi...." Raja Thedors berusaha mengingat kejadian yang sebenarnya, iya pun menceritakan segalanya.
Flashback on.
Waktu itu , di Kerajaan Thedors, Raja sedang panik, akan kelahiran pewaris tahtanya.
Ia sangat menantikan Kelahiran Pangeran Mahkota dari Permaisuri Hayna, dan dari Seorang selir , yaitu adalah Selir Rum, Selir Pertama Raja.
Raja mengawasi kedua istrinya.
Ada kepanikan tersendiri di benaknya,
" Semoga...." Gumam Raja dalam hati, dirinya sedang sangat tidak tenang,
" Akh... ya-yang mulia, pe-perutku...." ujar Dewi Hayna, meringis kesakitan, begitu juga dengan Selir Rum, iya juga sangat merasakan sakit di perutnya.
Raja memegang tangan keduanya.
Sementara itu dua orang yang bertugas membantu persalinan sedang berusaha mengeluarkan anak Sang Raja tersebut.
" Arrhhh.... ya-yang mulia...." Selir Rum menjerit kesakitan, dan mengejankan perutnya sekuat kuatny,
Suara bayi menggema di ruangam tersebut akhirnya bayi pertama Raja pun berhasil di lahirkan , dari rahim Selir Rum sendiri.
Dia adalah Pangeran Heros Hayden.
dan Bayi kedua pun akhirny keluar, dia adalah Pangeran Helios Hayden.
Kedua Pangeran akhirnya telah di bersihkan, sementara itu disisi lain , Selir Rum meneteskan air matanya, ia sangat bersedih.
Karena iya tidak bisa tinggal bersama Pangeran Heros, sesuai perjanjian, ia mengandung hanya untuk memeberikan Permaisuri seorang anak kembar.
Selir Rum sendiri hanya bisa pasrah, statusnya sebagai selir tidak lah tinggi. Iya tak bisa melawan.
Iya hanya bisa meneteskan air matanya menunduk lemah Saat Putranya di bawah ke ruangan Permaisuri, ia pun berpisah dengan anaknya.
Kelahiran kedua Pangeran, membuat Raja senang,
" Dewi...Kau akan bisa menjadi Manusia seutuhnya" ujar Raja Thedors sangat mencintai Permaisuri Hayna.
" Iya yang mulia, tapi... tapi aku sungguh tidak tega dengan Selir Rum." ujar Hayna lemah.
" Putra pertamaku tidak akan kenapa-kenapa, karena dirinya sendiri nanti akan berada di tangan Dewa"
" Kau benar yang mulia..."
__ADS_1
Merekapun mengakui jika Helios dan Heros kembar, Permaisuri Hayna rela memberikan marga Hayden kepada Pangeran Heros. Sebetulnya Hayna juga sangat menyayangi Pangeran Heros, tapi janjinya harus di tepati, dan akhirnya menyerahkan hak asuh itu langsung kepada sang Dewa penguasah Nirwana , yaitu Dewa Arthur.
Arthur sendiri yang pada saat itu sedang sibuk menyelidiki kejahatan yang sedang menghancurkan alam semesta, tidak sempat lagi menyelidiki latar belakang dari Pangeran Heros sebenarnya.
Arthur memerintahkan Dewi Hayna untuk menyerahkannya, di saat Heros sudah berusia 17 tahun, saat itu Heros di latih Permaisuri Hayna, ia memberikan separuh kekuatan Dewinya, supaya tidak di curigai Dewa Arthur.
Saat tepat berusia 17 tahun, akhirnya Heros resmi di angkat ke langit oleh Arthur.
Merekapun berpisah dengan Pangeran Heros.
Motif sebenarnya dari Raja adalah, untuk melindungi Putra mahkota yang sebenarnya, dari rahim Permaisuri yang sangat ia cintai.
Helios adalah lambang kebanggaannya.
Iya tidak akan pernah menyerahkan Helios kepada siapapun
Flashback off.
Semua orang tak percaya , ternyata selama ini Raja Thedors telah membohongi seorang Dewa, sekaligus Kaisar agung tertinggi di seluruh Dunia.
" Sungguh Kerajaan Thedors pantas menerimanya, mereka telah mengorbankan nyawa dari Pangeran Helios" ujar bebrapa ornag yang ada di sana.
" Kau benar, jika Raja dan Permaisuri tidak berbohong, mungkin nasib Pangeran Helios tidaklah seperti ini " Pandangan buruk di dapatkan sang Raja, dan memandang Pangeran Helios penuh rasa iba.
Jadi, Sebenarnya Pangeran terpilih itu adalah Helios Hayden sendiri, bukanlah Heros Hayden.
Tapi, penyesalan datang terlambat, mereka telah kehilangan sosok Pangeran Helios Hayden.
Pedang maut Nirwana, telah mencabut nyawanya.
Duka menyelimuti Kerajaan Thedors. dan Orang-orang yang telah mengaguminya.
Semua orang bersedih, sementara itu, Heros akhirnya kembali ke bumi, iya menemui sang Ibu yang sangat di rindukan olehnya, yaitu Selir Rum.
Selir Rum sangat terkejut, akan kembalinya Heros. Iya memeluk Heros dengan sangat erat.
Seakan tak percaya. Air matanya luruh.
" Heros anakku...." ujar Selir Rum berkaca-kaca. Iya sangat bahagia.
" Ibu.. " Heros bersimpuh di kaki Selir Rum," Maafkan aku, baru menyadari segalanya, aku sangat merindukanmu " Heros meneteskan air matanya, ia sangat terluka atas pepisahan ini.
" Ibu tidak menyalahkanmu nak, kehadiranmu disini sudah membuat ibu merasa sangat senang" ujar Selir Rum mengelus puncak kepala Heros.
" Mulai sekarang, aku tidak akan pergi meninggalkan ibu lagi " Heros mengangkat kepalanya tegas, dan penuh haru.
"iya nak"... mereka berduapun akhirnya saling berpelukan, melampiaskan kerinduan yang sempat tersekat.
.
\=\=\=>>>>>
Kira-kira ada yang bisa menebak pada akhirnya gak ?
__ADS_1
# Jangan lupa Like, coment , dan vote ya !!!
Terimakasih.