TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S2 : Tendangan Meleset!


__ADS_3

#### Tinggalkan Jejaknya Terlwbih Dahulu####


🍂🍂


.


Mereka yang melihat aura menakutkan dari tatapan Gween... Pura-pura tak melihat, sebenarnya mereka terkejut, bagaimana mungkin Putri ini memberi tatapan membunuh seperti itu. Ada rasa sedikit takut di hati mereka.


" Sial... Dia berani sekali memberi tatapan seperti itu!! " ujar Salah satu Putri bangsawan menggertakan giginya.


Dengan wajah masamnya, para Putri tersebut berpaling, bersusaha menghindar, danmenatap hal yang lain.


Batas pertemuan telah usai, Keluarga Kediaman Dionne semua menginap di istana.


Kediaman Sisi Timur, Helios sedang bersantai di tempat duduk kebesarannya, ia telah menyesap dan menikmati beberapa tegak Wine ke dalam cangkirnya.


Seolah sedang menunggu seseorang.


" Satu..Dua.......Tiga.... " gumamnya secara perlahan.


dan...


Brakk.....


Sebuah pintu terbuka dengan sangat kasar.


Seutas senyum licik terukir di wajah Helios, seolah sedang menantikan kehadirannya.


Langkah kaki itu kini masuk kedalam Kediamannya.


Ia.. dia alah Gweenievere.

__ADS_1


" Pangeran... Apa maksud yang kau ucapkan di pertemuan besar ? Mengapa kau mengatakan hal seperti itu? Sejak kapan kita saling mencintai? " gerutu Gween kesal, dengan rentettan pertanyaannya.


Masih dengan gaya santainya, Helios kembali menyesap minuman yang ada di tangannya.


Iya pun beranjak, menatap Gween lekat.


" Apa kau tidak menyukainay? " tanya Helios santai, sembari menggoyangkan sebuah cangkir yang berisi Wine di dalamnya


Gween menajamkan tatapannya


" Maafkan saya, Pangeran Helios yang terhormat. Saya tidak menyukainya sama sekali" ujar Gween menegaskan kata-katanya.


" Oh yah...? ( Helios semakin mendekat) Jika kau tidak menyukainya, di pertemuan.. Mengapa tak memberiku penolakkan? " bisik Helios mengintimidasi menyapu tepat wajah Gween dengan nafasnya.


Aroma Wine yang sangat menyengat membuat Gween sedikit berpaling.


" Bisa kau jelaskan? " Sekali lagi, Helios menatap sorot mata Gween sangat dalam.


Jelas saja Gween tak bisa menolak, kedua orang tuanya sangat bahagia mengetahui jika mereka saling mencintai, terutama Helios sendiri yang mengambil dirinya menjadi Seorang Permaisuri.


Jika ia membatalkan, maka reputasi Keluarga Dionne akan hancur, di mata semua orang, Gween adalah seorang putri angkat, jika ia sedikit memberi penolakan, keluarganya akan di permalukan. Ia tak bisa melihat kehancuran di Kelurga yang telah merawatnya selama ini.


Terjebak? Apa kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan perasaannya saat ini?


Gween terdiam.


" Apa kau bisu? " kata-kata itu menyadarkan dirinya dari lamunan.


Gween sedikit terkejut, Helios semakin mendekatinya, tanpa sadar tubuhnya sedikit terpojok.


" Jauhkan dirimu itu dariku Pangeran " ujar Gween merasa risih.

__ADS_1


" Kenapa? Bukankah nanti saat menikah denganku.. Kau akan terbiasa dengan kedekatan seperti ini " Goda Helios semakin membuat Gween merasa merinding mendengarnya.


" Bagaimana kau tau Kediamanku? " Helios sengaja memancing Gween dan berhasil membuatnya semakin gugub " Kau pernah kemari.... "


Jder...


Jantungnya berdegub dengan kencang.


Gween sangat gelagapan.


Saat Hellios mendekatkan wajahnya.


Gween berteriak.


" Hentikkan!! Dasar Pangeran Cabul.. " umpat Gween tanpa sadar


" Cabul? Apakah aku pernah mencabulimu? ( Gween membelalakan matanya, dirinya lupa jika Helios tidak mengetahui sama sekali siapa dirinya sebenarnya) " Sepertinya tidak lah buruk jika kita melakukannya sekarang... Kau akan merasakan cabulku yang sebenarnya" bisik Helios dan berhasil membuat wajah Gween memerah.. .


" Dasar Gila!!! "


Dug...


Sebuah tendangan mendarat tepat di bawah miliknya. Sebenarnya Gween tak sengaja, ia hanya berniat menendang lutut Pangeran saja, tapi siapa sangka tendangannya tepat mengenai sesuatu yang sangat tabu baginya.


" Arrgh.... Apa yang kau lakukan! " teriak Helios menahan sakit.


" Hah.....!! Maafkan aku hahahhahaa. " Gween pun langsung berlari dengan langkah seribunya meninggalkan Helios yang sedang merasakan kesakitan.


"Sial.. Lihat saja Kau akan segera mendapatkan hukuman dariku" dengan kesakitannya Helios sedikit beranjak, dan tertatih.


# Jangan lupa, like, comen. dan Votenya!

__ADS_1


__ADS_2