
Cuplikan sebelumnya :
" Apa yang Putri Dewi Ayah lakukan disini " Ujar Raja Zhen bertanya.
" Zoya hanya cari kesegaran saja. Sepertinya udara disini cukup menyegarkan " ujar Azoya mencari alasan.
" Apa Putri Ayah menyukai tempat ini? " tanya Dewa langit.
" Te-tentu Ayah.... " ujar Azoya terbata.
Seutas senyum muncul di wajah Raja Zhen.
" Ayo. kita harus menghadiri rapat Akbar tersebut. !" Raja Zhen menarik pergelangan tangan Putri Dewinya itu dengan penuh kasih sayang.
______________
"Hari ini adalah harinya Alam Nirwana, Dewa Agung kita telah kembali. Semoga Dewa tetap betjaya." Sapa Dewa Surya penuh hormat kepada Arthur yang saat ini sudah berada di kursi kebesarannya... dan
Semua petinggi dan para Dewa kini telah berkumpul.
Deretan Dewi-Dewi tercantik yang memiliki kualitas terbaikpun memblokir pandangan setiap mata.
Saat ini, Azoya dan Raja Zhen hendak memasuki ruang rapat akbar tersebut yang berada di dalam aula Nirwana.
Tapi karena suatu insiden, Azoya sedikit tersenggol dan terlepas dari genggaman sang Dewa Langit.
" Zoya... " panggil Raja Zhen. saat hendak meraih kembali tangan Putrinya itu, kegiatannya terhenti ketika seseorang memanghilnya" Yang mulia Dewa, semua orang sudah berkumpul, kehadiran Dewa juga sangat di nantikan " ujar Mentri Kerajaan Langit.
Raja Zhen celingak-celinguk masih mencari kemana putrinya itu pergi.
" Dewa Raja... Silahkan " ucap Mentri Kerajaan tersebut mengulangi.
" hm. baiklah "
Mereka berjalan memasuki ruang Aula.
" Hei, apa yang putri ini lakukan di barisan ini " ujar salah satu Dewi Nirwana, Cheng e.
" Apa ini putri yang datang bersama Pangeran Zhou Xuan? " ujar Dewi Dewi Miya dengan tatapan menyelidiknya.
" Siapa kamu? Apa putri ini juga masuk dalam daftar pemilihan Dewi masa depan.? Tapi, lihatlah dirimu ini sangatlah aneh, penampilanmu pun tidak maksimal. Kau tau, untuk menjadi Dewi di sisi Dewa Agung kita. Kita harus benar benar cantik dan luarbiasa, Maka orang biasa sepertimu tidak pantas berada dalam deretan Dewi seperti kita" ujar Dewi ivy sombong.
" Hei, kalian para Dewi tidak boleh berbicara seperti itu, Tolong jaga sikap kalian" Suara tegas itu semakin mendakat, Iya dia Dewi Luo Yi, kehadirannya membuat para Dewi terdiam.
Sementara Azoya hanya Diam, dirinya tidak ingin menanggapi, Apa lagi terlibat hal apapun . Baginya ucapan para Dewi ini hanya angin lalu . Toh dirinya sendiripun tidak berminat mengikuti seleksi calon pendamping di Alam Nirwana ini, hanya sebuah ketidak sengajaan dirinya berada dalam deretan para Dewi Alam Nirwana ini
__ADS_1
"Ck, Terserah kalian berbicara seperti apa" ujar Azoya dalam hati,
Saat kakinya hendak melangkah keluar dari dalam barisan para Dewi . Azoya tak dapat lagi pergi, Karena dirinya telah memasuki batas suci para Dewi. Seperti kilauan dinding cahaya yang tak dapat di tembus.
" Apa! Bagaimana bisa.? i.. ini... " ujar Azoya tercengang.
" Sial... " Azoya mengepalkan jari tangannya.
Dengan ketidak setujuannya, Azoya mendengus kesal
" Terpaksa!!! " ujar Azoya dengan raut wajah masamnya.
" Hei, apa kah putri ini masih ikut serta bersama kita? " bisik Dewi Miya.
" Iya. . Eh Sepertinya aku mengenal putri bercadar ini, Apakah Dia ini Putri dgn rumor terjelek di seluruh kekaisaran yang ada di bumi !! " Ujar Dewi Chang e sedikit berusaha mengingatnya
" Dewi Chang e, apakah ucapanmu itu benar? Bagaimana bisa Dewi tau? "
" Aku pernah berada di bumi pada saat itu," ujar Dewi Chang e
" Apa yang kalian bicarakan, Diamlah.....! " tegas Luo Yi mendengar lontaran lontaran kata dari para Dewi Nirwana.
" Putri , maaf atas ketidak nyamanannya ini. "
Azoya hanya diam, dirinya tak tersinggung sekalipun marah dengan ucapan para Dewi. Hanya seutas senyum mengejek di mulutnya.
Disisi lain, saat semua Dewi-Dewi pilihan sudah memasuki ruangan,
Semua mata terpanah melihatnya.
Akan tetapi, kehadiran Azoya di dalam barisan tersebut mengundang opini publik para Dewa dan Dewi di Alam Nirwana.
" Siapa Putri itu? Apakah dia seorang Dewi? " ujar Para Dewa petinggi lainnya.
Raja Zhen yang mendengar desas desus para petinggi pun menoleh..
Begitu pun dengan kedua Pangeran, Zhou Xuan Zhen, dan Xian Zhen, dan juga Raja liam.
Di sisi lain kursi kebesaran, Arthur yang hanya duduk dengan kebosananpun sontak saja membelalakan matanya saat matanya kini melihat kehadiran Permaisurinya sendiri berada di dalam barisan Dewi yang memiliki kuwalitas terbaik di Alam Nirwana.
" Apa yang dia lakaukan? " gumam Arthur dalam hati.
" Apakah dia Dewi? " tanya para Dewa yang ada disana.
" Dia adalah Putri yang datang bersama dengan Pangeran Zhou Xuan Zhen. Dia Putri dari Bumi, yang di selamatkan Dewa Agung kita! " ujar Dewa lainnya menjelaskan.
__ADS_1
" Apa? Bagaimana bisa Seorang Putri Bumi memasuki lingkaran para Dewi seperti ini! " Ujar Dewa Surya sangat terkejut.
Disisi lain.
" Lihatlah cadarnya, penampilan putri itu sangat aneh sekali, apa benar wajah di balik cadar itu sangat lah buruk rupa. ?" bisik bisik semua Dewi pilihan yang berada di sana, sembari menelisik kehadiran Azoya
" Pastilah seperti itu Dewi. Jika wajahnya tidak memiliki cacat sedikitpun. ia tak akan malu untuk menampilkan pesona di wajahnya. "
" Ada apa dengan kalian para Dewi, Kenapa terlalu sibuk menilai fisik orang lain. Apakah kalian tidak malu, sebagai Dewi pilihan sikap dan sifat kalian seperti ini. " ujar Azoya mulai geram, dengan tatapan mata tajamnya
"Ck.... Seorang Dewi seharusnya menjadi panutan yang baik" sindir Azoya, dan Azoyapun berlalu memalingkan wajahnya dari Para Dewi,
" Apa! Bagaimana bisa seorang Putri dari bumi, menghina kaum para Dewi seperti ini " ujar Dewi Ivy tak terima
" Hei, sudahlah. Tak sepantasnya kaum Dewi bersaing dengan orang Bumi. Biarkan saja Putri Bumi itu. Dia tidak akan bisa menyaingi Kita Para Dewi" Ujar Dewi Chang e.
" Ayahanda Dewa, Bagaimana adik Dewi ada di dalam barisan itu? " Tanya Dewa Xian Zhen " Lihatlah keberadaannya, sepertinya Xian merasa, keberadaan adik di dalam sana seperti tersudutkan!" ujar Xian cemas
" Zoya tak sengaja masuki barisan itu. Tapi kau tak usah mengkhawatirkan apapun. Semuanya dalam kendali seseorang " ujar Dewa/Raja Zhen dengan wibawanya,
" Ayahanda Dewa, Jika mereka berani menyudutkan adik Dewi, kita Para Kakak tidak akan mengampuni keberadaan mereka " ujar Xian Zhen tajam.
Sementara itu, Pangeran Zhou Xuan Zhen hanya terdiam menatap barisan para Dewi, dengan perasaan hati yang gusar,
Sementara itu di atas kursi kebesaran.
Seorang Dewa yang merupakan Kaki tangan Dewa Agung, melangkahkan kakinya menghampiri Sang Dewa Agung.
Sosoknya pun juga sangat di hormati, kehadirannyapun juga menjadi sorotan.
# Jangan Lupa Like, coment, dan votenya iya !
Maaf Aku baru update, karena, aku baru pulang mudik gitu ya guys ! Jadi lelah.. gak sempat ngetik ngetik gimana, Aku bberapa hari ini, lagi istirahat total gitu. Ngefresh otak sm pikiran dulu.
Oke akhirnya aku kembali !!!
Jadi sebenarnya, ceritanya masih berlanjut.
Selamat membaca..
PLISSS PLISS DUKUNGANNYA YA JANGAN LUPA !
Sampai jumpa lagi Part selanjutnya !
Terimakasih sudah setia menunggu, menanti kehadiranku.
__ADS_1
Luv u guys...😘😘😘😘