
...Harap Tinggalkan Jejak terlebih dahulu !...
______
Beberapa hari kemudian.
Insiden saat Lucy bersama Garendra kini telah menjadi gosip hangat tentang kedekatan keduanya.
" Apa !" Lydia menjadi geram saat mendengar semua orang membicarakan tentang Lucy yang begitu dekat dengan sosok laki-laki yang baru beberapa hari ini menjadi buah bibir.
" Apa hebatnya anak cupu itu ? Aku tidak akan membiarkan, sepertinya aku harus bersaing dengan anak cupu itu " Lydia mengepalkan tangannya.
" Ck, menarik..." Gumam Viola yang saat ini telah berhasil memprovokasi semua orang.
" Terimalah pembalasan dariku Lucy. Mantan temanku tersayang" Seutas seringai licik terukir jelas di wajahnya.
Sedangkan disisi lain,
Di ruangan ARG 003
Jerry mengedarkan pandangannya seolah sedang mencari sesuatu. Setelah itu ia masuk menghampiri keberadaan Lucy.
" Apa hubunganmu dengannya ?" sentak Jerry menatap Lucy penuh pertanyaan.
" Apa yang kau maksud " tatap Lucy dengan pandangan sinisnya.
" Kau dan anak baru itu..."
__ADS_1
Sejenak Lucy berpikir, dan mengerti kemana arah tujuan yang Jerry bicarakan
" Apa urusanmu denganku " Dengan santainya Lucy mengabaikan keberadaan Jerry sembari memainkan ponselnya.
Sementara itu, Yiren yang sedari tadi berada di sebelah Lucy, juga acuh tak acuh atas kehadiran Jerry di sana.
Jerry mengepalkan tangannya.
" Aku peringatkan. Tolong jaga sikap, jangan sampai orang tuaku tau kalau hubungan kita berakhir." ancam Jerry dengan tatapan mata yang begitu tajam.
Lucy yang merasa terganggu dan risih atas ucapan yang telontar di mulut Jerry mengepalkan tangan ketidak sukaannya.
" Kau pikir kau siapa ? Kau bukanlah siapa-siapa bagiku. Berani sekali mengancamku, !!" Lucy langsung berdiri dengan sorot mata tak kalah tajam.
Keduanya saling menatap tajam satu sama lain.
Jerry terdiam, ia tak tau mengapa ia tiba-tiba menghampiri Lucy, apa karena ancaman sang ayah untuk terus mendekatinya. Atau memang karena selama ini ia telah terbiasa bersama Lucy, sehingga tidak suka ada orang lain yang berada disisinya.
Meskipun brengsek, Jerry sebenarnya menyadari jika Lucy adalah wanita yang tulus dan baik.
Entahlah, terkadang ia suka kesal dan membenci kecupuan yang ada pada diri Lucy.
" Aku mencarimu " sebuah tangan kekar meraih pergelangan tangan Lucy, ia pun menatap tangan orang yang sedang meraihnya.
" Garendra " Ucapnya pelan.
Garendra menatap Jerry dengan pandangan dingin dan sulit di artikan.
__ADS_1
Jerry yang melihat itu semakin mengepalkan tangannya
Ia akui saat ini Lucy memang bukan siapa-siapanya lagi,
Sementara Viola menggertakkan giginya saat melihat Lucy di bawah oleh Garendra.
" Kenapa anak ini selalu beruntung, selalu saja berhasil memikat laki-laki tampan seperti Garendra dan juga Jerry, Sialan.." kekesalan tercetak jelas di kepalanya, ia sangat tak suka melihat Lucy menjadi rebutan. Ia sangat iri dengan wanita itu.
Taman belakang Royal Green.
" Kemana lagi kau mau membawaku ?" ketus Lucy menggerutu.
" Bisakah kau diam, apa matamu tidak bisa melihat ini sedang ada dimana ?" santai Garendra sembari bersedekap dada dengan pandangan ke depan menatap hamparan taman yang begitu luas, yang di penuhi dengan tanaman hijau yang indah.
" Ck...." dengan mood yang buruk Lucy membuang muka ke sembarang arah.
" Aku bosan ,,, " ujar Garendra tiba-tiba.
" Terus ? Apa hubunganny denganku "
" Temani aku " kata-kata itu berhasil membuat Lucy menoleh seketika
# Jangan Lupa Like, komen dan vote.
( Maaf aku bolong2 uplodnya, di karenakan kondisi author sedang tidak fit beberapa hari ini. Jadi maaf ya ! Author jg sdh berusaha semaksimal mungkin untuk uplod, wlw gk bnyk 😷😷)
______
__ADS_1