
Ada penambahan di akhir cerita!
Untuk yang sudah baca yang sudah terposting. Harap di baca kembali bagian akhir. " Bukan bagian info Author ya"
Cerita mengalami pengeditan Naskah.
Sebelumnya belum siap terbit, sudah kena riview duluan.
_____________
" Wajah seseorang yang Bersama Azoya sepertinya tidak asing, Siapa Dia? Aku sepertinya telah melupakan sesuatu " gumam Pangeran Arthur dalam hati
" Sepertinya sudah cukup untuk hari ini, Terimakasih telah menemaniku " ujar Azoya beranjak dari tempat duduknya
" Senang melakukannya untukmu " William menganggukan kepalanya perlahan. dan senyum simpul tak pernah lepas dari mulutnya.
Tiba tiba saja, baju yang di kenakan Azoya terjepit,
" Ah baju ku... " Azoya berusaha melepaskan kaitannya itu
" Biar aku bantu " William mengulurkan tangannya, dan melepas kaitan baju yang terkait tersebut.
" Tidak ada masalah, juga tidak ada robekan " William tersenyum sembari menjelaskan
" Terimakasih, sebaiknya aku harus segera pergi. " Azoya beranjak dan berbalik hendak melangkah .
" Tunggu "
William menghentikan langkah kaki Azoya. tanpa sengaja meraih pergelangan tangannya itu
Sementara itu, Pangeran Arthur yang melihatnya seperti kebakaran jenggot. Arthur mengepalkan tangannya sangat kencang
Ada aura api seperti menyelimuti dirinya.
" Heh, Permaisuri.. apa kau mau balas dendam padaku!! " geram Arthur kesal.
BRAKKHH
Bunyi gebrakan meja yang sangat kencang
" Aku sudah tidak tahan lagi! "
Leonard yang melihat Tuannya sangat marah, hanya bisa menelan ludah saja. matanya mengerjap ngerjap memperhatikan keadaan yang ada.
Suara gebrakan meja tersebut, tentu saja mengundang perhatian semua orang, terutama Azoya dan William.
Yuri yang menyadari sesuatu.
Langsung menciut tak dapat membatu Nonanya itu.
" Nona... kau dalam masalah besar !" gumam Yuri dalam hati
Azoya terkejut saat melihat Pangeran Arthur berada disana, dan berjalan mendekat ke arahnya.
Refleks Azoya langsung melepas genggaman tangan William di lengannya.
" Pangeran..." lirih Azoya Pelan. tapi masih jelas di dengar oleh William.
William bingung,
" Ada apa? "
__ADS_1
" Apa ada masalah ?" tanya William yang melihat mimik wajah Azoya terkejut.
Azoya tak menjawab. Matanya terlalu fokus menatap tubuh Pangeran Arthur yang semakin mendekat ke arahnya.
Arthur menatap Permaisurinya itu dengan tatapan yang sangat tajam.
" Sepertinya kau menikmati harimu.."
" Apa yang kau lakukan disini Pangeran? " tanya Azoya sedikit terkejut melihat kehadiran Arthur di sana.
Arthur geram. Tentu saja memata matai mu dengan orang asing ini. batinnya
" Kau tau apa kesalahanmu, kau harus mendapatkan hukuman. Sudah cukup bersenang senangnya hari ini " Arthur menarik Azoya dan masuk dalam dekapannya.
William yang melihat Azoya di tarik dan di peluk oleh orang yang ada di hadapannya kini, menatap penuh tanya. Apakah hubungan di antara mereka .
" Sebuah keberuntungan bisa bertemu langsung denganmu disini Pangeran Arthur " Ujar William menahan ketidak pahamannya "
" Apa yang akan Pangeran Kerajaan Timur ini lakukan dengannya ?"
Arthur menatap tajam ke arah William. Matanya menyelidik, iya Arthur mengenali wajah Orang Asing ini.
" Yang mulia Raja Moura, William Moura. Kau sepertinya pandai menebak. Tanpa harus mendengar jawaban dariku " ujar Arthur sengit.
Azoya terkejut,
Raja? Apakah yang Arthur bilang, William yang bersamanya adalah seorang Raja? Apakah mungkin, seorang Raja keluyuran tanpa penjagaan yang ketat. Raja macam apa itu.. Jujur saja, William tak terlalu memberi tampilan yang cukup mencolok.
" Liam, Apa kau seorang Raja? " tanya Azoya menyela percakapan mereka.
William mengangguk.
" Maaf, Aku tidak tau " Ujar Azoya
Dan semakin kencang mendekap tubuh Azoya
" Apa yang kau lakukan ..!" teriak Azoya terkejut , pasalnya tubuhnya kini terasa sesak menahan dekapan yang sangat erat, begitupun dengan cengkraman tangan Pangeran Arthur yang berada di lengannya, membuat Azoya meringis.
" Hei, Lepaskan Dia " William sedikit terkejut, William tidak ingin Azoya di sakiti oleh orang yang ada di hadapannya kini.
" Dia Permaisuriku!!! " tegas Pangeran Arthur lantang
Seketika, William tersentak. tubuhnya membatu.
" Pe permaisuri? lirih William perlahan.
Matanya kini menatap Azoya dengan beribu pertanyaan.
" Jadi, gadis bercadar yang telah kukagumi selama ini, sudah di miliki orang lain " gumam William dalam hati.
William mengepalkan tangannya kuat, ada guratan kekecewaan dari dalam hatinya.
" Dia milikku, Orang Asing tidak berhak mendekatinya. Dan Apa yang Raja Moura lakukan disini.. ?" tanya Arthur tajam
" Seperti katamu, Orang Asing juga tidak berhak mencampuri urusan pribadi orang lain " William membalas ucapan yang terlontar dari mulut Pangeran Arthur dengan santai.
Kedua matanya kini saling berhadap hadapan. Seperti ada kekuatan listrik yang mengalir di antara keduannya.
Azoya memperhatikan sekitar, Azoya kaget, keberadaan mereka kini menjadi sorotan semua orang. Azoya tidak mau, jika semua orang bergosib yang tidak tidak. Terutama jika semua orang akan membicarakan hal buruk tentangnya. Apa lagi suasananya seperti dirinya sendiri yang kepergok selingkuh dan mendua. Azoya bergidik, merinding membayangkannya, jika dirinya di gosibkan seperti itu.
" lepaskan, Aku ingin pulang. Silahkan lanjutkan bincang bincangnya." Azoya sedikit risih
__ADS_1
" Kau akan pulang bersamaku! " tegasnya
Arthur mengangkat tubuh Permaisurinya itu. Dan meninggalkan William begitu saja.
" Hei tunggu, cemilanku ketinggalan.... " Azoya berteriak sembari memukul dada Arthur mencoba untuk menghentikannya
Seketika Arthur terhenti...
Yuri yang merasa tatapan mata Arthur sangat tajam ke Arahny, menundukan kepala paham, dengan inisiatif mengambil semua cemilan belanjaan nya,
______
KERAJAAN TIMUR!
Arthur dan Azoya memasuki Kediamannya.
Arthur melepaskan dekapannya.
dan menatap tajam wajah Permaisurinya itu.
" Pangeran, Apa yang ingin kau lakukan? " tanya Azoya gugub melihat tatapan tajam Arthur terhadap dirinya. dan memundurkan langkah kakinya selangkah demi selangkah.
Arthur terus mendekati , ,
" Apa kau sedang menghindar dariku Permaisuri? " tanya Arthur tajam.
" Ti tidak " ucap Azoya terbata
jelas saja aku menghindarimu, matamu seakan ingin menelanku hidup hidup
Azoya bergidik melihatnya.
" Kenapa kau menatapku seperti itu? " ucap Azoya menahan kegugubpannya.
" Siapa yang mengizinkanmu keluar dan menemui orang asing di belakangku ? " ujar Arthur tegas menahan kekesalannya
" Apa? " Azoya terkejut
Menemui?
Siapa yang menemui orang asing?
Apakah William?
Hei... Justru bertemu dengannya, sebuah ketidak sengajaan.
.
Azoya bergumam dalam hatinya.
" Jika kau tidak bisa menjelaskannya. Aku akan menghukummu! " Arthur terus mendekati Azoya , Sehingga tubuhnya tak dapat bergerak lagi. Arthur menghimpit tubuh tersebut. Tak menyisahkan Jarak diantara keduanya.
.# Jangan lupa like, comen, dan vote iya
ohh ya, kalau kalian merasa novel ini kadang lama upnya. atau kadang sedikit.
berarti author lagi sibuk. Author juga punya kehidupan nyata, yang gak bisa di telantarkan. Biasanya pasti bakalan Author kasih info di setiap akhir cerita. Jika Author gak sibuk, dalam 1 cerita Author sering gabungin cerita 2 Bab menjadi 1 bab. Author juga gak bisa 24 jam berada di sini. Tapi meskipun begitu. Author pasti sempatin nyicil buat Update .
Semoga kalian mengerti ya! Maaf gak bisa Author balas satu satu. Tapi komentar kalian, selalu Author baca kok. Terimakasih atas Support kalian yang telah mengikuti Novel " Tuan Putri Yang Jelek" sampai sejauh ini.
Sampai jumpa lagi nanti di cerita selanjutnya.
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘