TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
Season 2 "Prolog"


__ADS_3

Ciittt... citt.


Suara kicau burung kecil bernyanyi di sebuah hutan rimba.


Sosok pria Dewasa sedang duduk di tepian , sembari memandangi puncak air terjun yang menjulang tinggi.


Dia adalah seorang Panglima besar kerajaan.


Di sebuah Negera tingkat perperangan yang sangat tinggi. Bernaung dengan Kerajaan Terbesar, yang memiliki darah campuran Inggris dan Yunanni.


Saat hendak beranjak dari duduknya, pria dewasa tersebut mendengar sesuatu berkecipuk terjatuh ke dalam air.


Sontak saja, ia menghentikan langkahnya, dan menoleh ke sumber suara.


" Keranjang apa itu? " gumam Pria Dewasa tersebut, dengan menggunakan baju perangnya. Ia adalah Panglima Avyram Dionne .


Dengan segera, Panglima Avyram mematahkan sebuah bambu panjang, dan menarik keranjang tersebut ke tepian.


Dengan perlahan, keranjang tersebut di tarik. Setelah itu Panglima Avyram membuka sebuah penutup yang menjadi penghalang.


Di lihatnya sebongkah daging, berselimutlan dedaunan surga.


" A-apa ini? " ujar Panglima Avyram terkejut.


Tiba-tiba saja ada suara derap sepatu menghampirinya,


"Tuan.. Rombongan kita akan segera berangkat " ujar seorang Prajurit menghampiri Panglima Avyram.


" hm.. Saya akan segera menyusul"


" Baik Tuan" Prajurit tersebut berlalu meninggalkan Panglima Avyram.


Dengan terburu buru, keranjang tersebut masuk ke dalam dekapannya.


Panglima Avyram membawa keranjang itu bersamanya.

__ADS_1


Tiba di camp, Semua perlengkapan sudah rapi.


Sebuah kuda dan deretan prajurit berdiri rapi dengan atribut - atribut perangnya.


Perjalanan pun di mulai.


Hari ini adalah hari pertumpahan darah terbesar bagi Kerajaan besar di Negara tersebut. Negara yang memiliki dua ras campuran antara Inggris dan Yunani.


Negara yang dimana kekuasannya telah memiliki statusnya sendiri. Negara yang berdiri dengan kekuatan politik dan perang untuk bisa bertahan, dan menjadi sebuah Negara terbesar dan Kerajaan terbesar di daerah tersebut.


Panglima Avyram menghentikan perjalanan.


Mereka telah tiba diperbatasan.


Panglima Avyram turun dari kudanya.


" Pasukan persiapkan semuanya " teriak Panglima Avyram.


" Baik " suara hentakan prajurit menggema di telinga


Para Prajurit membentuk formasi perang.


" Musuh terlihat!! " teriak salah satu Prajurit yang lainnya.


Dengan tingkat kegesitan tinggi, Panglima Avyram memimpin pasukan.


Genjatan sejata di mulai.


Suara dentingan Pedang, tombak, panah, dan meriam di kerahkan.


Setelah persiapannya telah matang, Panhlima Avyram memberikan instruksinya.


" Seraaaaaaaang.... " teriak lantang Panglima Avyram.


Suara persetujuan dan teriakan para prajurit semakin menggila.

__ADS_1


Pedang saling beradu, pertumpahan darah pun terjadi,


______


3 Hari 3 malam perang telah selesai.


Hari semakin gelap, akhirnya perang tersebut telah berhasil di menangkan. Dan jatuh ke tangan Panglima Avyram yang telah memimpin Pasukan besar Kerajaan Thedors. Panglima Avyram mampu menguasai Kerajaan musuh di sebuah perbatasan yang bernama Xeta. Dimana kerajaannya sangat memberikan pengaruh besar bagi kejayaan Kerajaan yang berdiri sendiri, seperti Kerajaan Thedors.


Dan kini Nama Kerajaan Thedors semakin ternama dan terkenal di berbagai penjuru dunia. Nama besar sang Panglima pun menjadi kebanggaan bagi Kerajaan dan Masyarakat negeri Thedors.


Raja sangat terkesan atas keberhasilan perang yang di pimpin oleh Panglima Avyram.


Sehingga saat ini, dimana para Prajurit dan Sang Panglima di sambut dengan sangat meriah.


_____


Tiba di kediamannya, setelah usai menghadiri pesta penyambutan, Panglima Avyram membawa sebuah Keranjang bersamanya, Panglima Avyram meletakkan Keranjang tersebut di sisi peristirahatan.


" Suamiku.. " ujar lembut Istri Panglima Avyram, dari arah belakang suaminya tersebut.


" Rose.... kau disini? " ujar Panglima Avyram berbinar bahagia.


" Tentu... hari ini adalah kemenanganmu. Aku ingin merayakan keberhasilan suami tercintaku ini " Ujar Rose, seorang perempuan muda, yang memiliki paras cantik dan memegang seorang bayi kembar di tangannya.


" Putri Ayah... Bagaimana kabar kalian . Putriku Helena dan Putriku Hera, Ayah sangat merindukan kalian " Ujar Panglima mengambil alih kedua Putrinya tersebut, dan meletakkannya ke tempat tidur . Avyram mencium pipi gembul kedua Putrinya tersebut, yang bernama Helena Dionne dan Hera Dionne.


Rose tersenyum memperhatikan tingkah suaminya tersebut. Seketika matanya tak sengaja melirik sebuah keranjang yang berada disisi peristirahatan Panglima Avyram.


" Keranjang Apa itu..? " gumam Rose, dan meninggalkan, kebersamaan Ayah dan anak tersebut.


Dengan segera, Rose mengambilnya dan hendak mengecek isi dari Keranjang tersebut.


Sungguh, alangkah terkejutnya dia. Saat mengetahui Keranjang itu bersinar.


( Jangan lupa Like, comen, dan Votenya iya)

__ADS_1


__ADS_2