
RUMAH SAKIT INGGRIS
Tik..
Tik..
Tik..
( Detik skala jantung pun berbunyi )
Di sebuah ruang rumah sakit,
Saat ini Garendra sedang terbaring lemah dengan kondisi terinfus dan semua alat bantu pendeteksi melekat di area kepala dan juga jantungnya.
Dokter Joice yang di percayai oleh Tuan Admaja memasuki ruangan dan melakukan pengecekan untuk mengontrol keadaan Garendra.
Tiba-tiba saja, sebuah pergerakan terjadi.
Tanpa sengaja Joice melihat Garendra mulai menggerakan jari jemarinya.
__
BEBERAPA JAM TELAH BERLALU
Dokter Joice keluar bersama para Dokter petinggi lainnya.
Di depan Pintu ruangan,
Tuan Admaja dan para orang kepercayaannya tiba, dan berhadapan langsung dengan Dokter Joicelyn.
" Bagaimana cucu saya ?" Tuan Admaja segera bertanya dengan khawatir.
Pasalnya beberapa jam yang lalu, ia sedang berada di kantor pusat kedua, dan mendapatkan telepon dari rumah sakit tentang kesadaran Garendra.
Secepat mungkin rombongan Tuan Admaja langsung berangkat ke rumah sakit tersebut untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut tentang cucunya .
" Syukurlah semua baik-baik saja kek, sekarang Tuan Muda Garendra telah berhasil melewati masa komanya " Jelas Dokter Joicelyn.
Dokter Joice pun membawa Tuan Admaja memasuki ruangan.
Garendra yang pada saat ini sudah membuka matanya pun, memandang Admaja dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya.
" Garendra, kau sudah sadar nak " Tuan Admaja dengan tergesa menghampiri cucunya tersebut.
__ADS_1
" Sungguh kau telah membuatku sangat khawatir"
" Ma-maafkan Garendra kek, " ucapnya dengan tertatih karena kondisinya masih lemah.
" Tidak nak, kakek lah yang kurang memperhatikan kesehatanmu akhir-akhir ini, kakek minta maaf karena telah membuatmu mengemban beban berat tentang perusahaan " Jelas Kakek Admaja merasa bersalah
" Apa perusahaan baik-baik saja kek ? Maaf aku belum sempat menyelesaikannya " ucap Garendra sendu.
" Semua baik-baik saja, ini semua berkat kerja kerasmu dan juga Harry, akhirnya kakek berhasil menyelesaikan inti masalah perusahaan kita, mulai sekarang kau tidak perlu melakukan penyelidikan lagi " jelas Admaja
Tuan Admaja pun menjelasakan tentang semua yang telah terjadi selama Garendra koma, bagaimana semuanya berjalan sesuai rencana.
Bahwa di balik semua ini adalah campur tangan Baskoro yang bekerja sama dengan perusahaan PT.Naga Merah.
Baskoro sengaja menjual sedikit demi sedikit skala perusahaan kepada perusahaan tersebut.
Dengan semua bukti yang ada, akhirnya Baskoro berhasil di tangkap, dan di cabut semua saham yang ia miliki dari perusaan Pt. Admaja_Giant yang telah tertanam.
Untuk PT.Naga-Merah sendiri, Chip yang Garendra miliki, berhasil mentransfer data dan mencuri kembali semua data beserta keuntungannya yang telah di curi selama ini, dan berhasil kembali ke perusahaan Milik Admaja tanpa jejak.
Sementara itu, Kubu sebelah perusahaan tersebut tidak mengetahui jika apa yang telah mereka ambil sudah beralih kembali ke perusahaan Pt.Admaja_Giant.
Garendra yang mendengarnya pun merasa sangat lega.
Kondisi Garendra sudah semakin membaik, ia pun saat ini sudah berada di kediaman Zoya. Dimana terakhir kali Tuan Admaja membawanya ke sebuah Mansion.
" Hei, kapan kau akan mengeluarkan kami di dalam sini kak " Teriak Griffith melalui bahasa batin yang mereka miliki, dirinya merasa bosan di dalam sebuah kalung dimensi yang saat ini melekat di leher Pangeran Avery.
" Cih, dasar tidak sabaran "
Dengan segera Pangeran Avery mengeluarkan mereka berdua ,
Whoshhhh
Cahaya Putih keperakan melesat di udara.
Kedua Pangeran pun keluar dari dalam sana, tentunya dengan penampilan Dewa mereka yang sangat kontras.
" Oh akhirnya terbebas juga " lega Pangeran Griffith dan merasa sangat senang.
Mata Kedua Pangeran pun memandangi tempat tersebut dengan sangat aneh.
" Ruangan apa ini ?" Ujar Pangeran Edgar merasa bentuknya seakan sangat asing di pandang mata.
__ADS_1
Sementara itu, Pangeran Avery yang saat ini sedang duduk bersantai pun menyunggingkan senyumnya.
Pangeran Griffith meraba benda-benda yang ada di dalam kamar tersebut. Dan matanya jatuh ke sebuah benda hitam besar d sebuah sudut.
"Aneh " ucapnya, dan pada saat tangannya hendak bertapak, tiba-tiba saja sebuah suara muncul dengan bunyi melody yang begitu sangat mengejutkan
" Demi Dewa-Dewi, oh astaga apa ini !!" teriaknya kaget .
" Hahahaa.."
Pangeran Avery tertawa melihat keterkejutan dari Pangeran Griffith.
Sementara itu, Edgar pun tak kalah menertawainya.
Dan akhirnya Pangeran Avery pun menjelaskan.
Bahwa benda yang disentuh oleh Pangeran Griffith tersebut merupakan sebuah alat musik.
Dimana di dalam nya bisa mengeluarkan bunyi yang sangat indah.
" Piano , ya benda tersebut adalah Piano" Jelas Pangeran Avery santai.
" Piano ? Wow luar biasabenda ini keren sekali "
Pangeran Edgar pun satu persatu menekan tombol yang berbaris tersebut.
Dan benar saja, tiap-tiap tombol memiliki melody bunyi suara yang berbeda.
Pangeran Edgar pun mendekat, dan ikut kekonyolan yang Pangeran Griffith perbuat.
Pangeran Avery yang melihat hal tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
_________
Next Chapter..
( gak sempat di edit, maaf jika ada typo)
" Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya sayang !!"
LIKE, COMENT, DAN VOTE !!
SEE YOU 😘😘😉
__ADS_1