TUAN PUTRI YANG JELEK

TUAN PUTRI YANG JELEK
S3 : Eps 44 ( Kegaduhan 2 )


__ADS_3

Admaja melangkah maju ke sumber suara, tanpa di duga tiba-tiba saja kakek yang sudah hampir memasuki kepala 6 itu terbelalak melihat apa yang sudah terjadi di Mansion kesayangannya.


" Penjaga !!"Teriak Admaja dengan emosinya.


Setelah beberapa saat, segerombolan orang berjas hitam memasuki aula Mansion.


" Apa yang kalian lakukan ?? Lihat ini semua, apa kalian sungguh-sungguh tidak mendengar kegaduhan ini ? Kalian semua tidak becus bekerja " sentaknya dengan sangat emosi.


Para penjaga yang pada saat ini baru saja selesai melakukan apel pagi di halaman depan, tersadar dengan apa yang terjadi di dalam kediaman tuannya itu. Mereka menyapu satu persatu tiap-tiap sudut ruangan, yang begitu tak terbentuk, terutama beberapa penghargaan Zoya yang telah patah, dan hancur ke lantai .


Tak hanya itu, bunyi ledakan yang di dengar pun tak lain semuanya bersumber dari arah lain, entah itu dari mana.


Salah satu ketua penjaga pun maju


" Ma-maafkan kami tuan, kami tidak tahu kalau.." Ucap penjaga tersebut terputus.


" Kalau apa ? Kalau ini semua hancur begitu ?" potong Tuan Admaja dengan nada tegas akan tetapi mengerikan.


Semua orang tertunduk, tak menyangka akan terjadi kekacauan sebesar ini di dalam Mansion yang telah mereka jaga dengan sangat ketat.


Tiba-tiba kedua saudara itu muncul dengan santainya mereka berdua tidak menyadari keramaian di aula Mansion tersebut sehabis mereka membuat kegaduhan sebelumnya,

__ADS_1


10 menit setelah kedatangan Tuan Admaja, Pangeran Griffith dan Pangeran Edgar menuju pintu lain yang menarik seleranya, yaitu dapur.


Kedua Pangeran itu terasa tergoda untuk memasuki ruangan tersebut.


Setelah itu, mereka mengambil minuman kaleng yang menurut mereka sangat aneh di dalam dapur, kedua saudara itu pun memegangnya, dengan aroma minuman yang sangat menggoda, lalu mereka menuangkannya ke dalam mulut. Sembari memegang buah-buahan segar, mereka berjalan dengan santainya menuju aula. Dengan penampilan yang kacau dan hitam.


Selepas itu tanpa di sadari, semua mata saat ini sedang mentap ke arah keduanya.


" Kalian siapa ?" Sorot mata itu terus menghujam ke arah mereka.


Pangeran Edgar yang menyadari asal muasal suara tersebut, langsung menyemprotkan minumannya , karena sangat terkejut.


" Siapa kalian ?" Tunjuk Admaja, sembari mengulang perkataannya dengan suara yang lantang.


Bertepatan dengan itu, Garendra menuju aula dimana keributan telah terjadi.


" Kek, ada apa ?" Garendra melirik sekitar dan begitu terkejut, matanya terbelalak saat melihat penghargaan Bunda Dewinya di zaman ini hancur tergeletak di lantai, tepat di bawah kakinya sendiri


" Apa ini ? Kenapa bisa seperti ini " terangnya dengan rasa tak percaya.


Menyadari sorot mata semua orang melirik ke satu tempat, Garendra pun memutar pandangannya dan menatap ke sumber masalah yang sebenarnya.

__ADS_1


" Kalian !!" Sembari menghela nafas, Garendra menggeram dalam hati, dan menggaruk keningnya sendiri yang tak gatal.


" Garendra, apa maksudnya ? Apa kau mengenal mereka ?" Tanya Admaja dengan tegas.


Kedua saudaranya itu hanya bisa terdiam, sebetulnya Pangeran Griffith dan Pangeran Edgar pun bingung kenapa kakek tua di hadapannya saat ini memanggil Pangeran Avery dengan sebutan Garendra.


Garendra yang sudah merasa sangat terpojok pun, dengan terpaksa menjelaskan dan memberitahu siapa mereka.


_____


To be continue,


NEXT CHAPTER MENYUSUL.


**Jangan lupa support terus author ya !!


dengan dukungannya.


VOTE, LIKE, DAN COMENT...


SEE YOU AGAIN

__ADS_1


__ADS_2