
Ayo, semangat kasih dukungam untuk author !!!!
Dengan : Like KOMEN, DAN Vote, + Rate 5 tentunya !!!!!!!
_____________
Ruangan Tuan Admaja .
Garendra masuk menghadap Sang Kakek.
Berbagai perbincangan penting di bahas di dalam ruangan tersebut.
Garendra yang mulai memahami akan hal tersebut mengerti.
" Garendra, untuk melakukan penyelidikan ini. Kau harus mendalaminya, dan kakek akan membuatmu melakukan pelatihan pendidikan di sana. Dalam dua hari kedepan, Kakek akan mengirimmu ke inggris segera. Dan ingat, statusmu haruslah di rahasiakan sebagai cucu Admaja. Kau dengar ? " ujar Tuan Admaja menatap sang cucu.
" Baik kek"
Garendra segera keluar dari ruangan tersebut.
Tinggalah Hans, dan juga Tuan Admaja di dalam.
" Hans, segera beritahu Juliyus, Aku akan menitipkan cucuku sementara di kediamannya.
Hans terkejut.
" Ma-maksud Tuan Raja Juliyus Mackenzie ?"
" Hem,kau benar "
" Segera Tuan "
Juliyuz Mackenzie, seorang Raja inggris ternama dan merupakan bangsawan tertinggi yang memiliki ikatan persahabatan yang baik dengan Tuan Admaja sendiri.
__ADS_1
Siapa yang menyangka, jika Tuan Admaja bisa memiliki hubungan terkuat dengan Raja Inggris tersebut.
Hans selaku orang kepercayaan Tuan Admaja selama ini, tau betul seperti apa sosok Juliyus Mackenzie.
Jika, sudah berhubungan dengan keluarga kerajaan, maka sudah dapat di pastikan olehnya, perusahaan cabang memang dalam masalah genting.
Dua hari kemudian
Segala sesuatu telah di persiapkan dengan baik oleh Hans dan juga Harry.
Hari ini adalah keberangkatannya.
" Garendra selalu ingat jika kakek selalu memantaumu dari kejauhan. Jadi tidak usah khawatir" ucap sang kakek sembari merangkul pundak cucunya tersebut.
Garendra pun mengangguk.
" Maaf saya terlambat Tuan besar, Tuan muda " ucap Harry menunduk, dengan tentengan besar di kedua tangannya.
Garendra mengernyitkan keningnya.
" Iya, Harry akan ikut bersamamu. Dia akan selalu di sampingmu. Kalian berdua akan menyelidiki ini bersamaan" jelas Tuan Admaja.
" Itu berarti..." ucap Garendra menggantung
" Benar, Harry juga akan mengikuti pelatihan pendidikan bersama denganmu" ucap sang Kakek, memberitahu.
" Baik kek "
Mereka pun segera bergegas naik ke atas pesawat pribadi yang telah di persiapkan oleh Tuan Admaja sendiri untuk mengantarkan mepergian cucunya ke inggris.
Garendra melambailan tangannya ke arah Tuan Admaja.
Admaja yang mendapat lambain tangan tersebut, segera membalasnya.
__ADS_1
Pintu pesawatpun kini telah tertutup rapat.
Entah mengapa, Tuan Admaja seakan merasakan ikatan yang kuat untuk anak ini.
Seolah ia sedang merasakan kehilangan.
" Hans, kepergian Garendra ternyata membuatku tak iklas , Ah....umur setua ini..... masih saja kesepian " keluh Tuan Admaja meratapi dirinya sendiri.
Perlahan Hans melirik ke arah atasannya itu.
Dan mulai tersenyum,
" Itu berarti anda mulai menyayanginya Tuan, "
" Kau benar Hans. Semoga Garendra secepatnya mengatasi ini " lirih Tuan Admaja sembari berharap
Hans yang memperhatikan ekspresi sendu dari Tuan Besarnya ini, merasakan kasihan .
Di umur setua ini, dirinya masih memikul beban perusahaan yang begitu besar.
Akan tetapi, berkat kegigihan san kekuatannya , mampu membuat perusahaan besar ini bertahan sampai sekarang.
Hans begitu kagum dengan orang yang ada di hadapannya saat ini.
Hans tak pernah mengeluh mengabdikan diri untuk Tuan Admaja.
Tidak ada penyesalan dalam kehidupannya, jika bukan karena Tuan Admaja, mungkin sampai sekarang dirinya ini bukanlah siapa-siapa.
Hans sangat berhutang budi atas bantuan besar yang telah di berikan Tuan Admaja untuk dirinya dan juga keluarganya.
Saat mengingat apa yang telah Tuan besar bantu untuk meluarganya.
Hans pun tersenyum.
__ADS_1
Mengucap terimakasih
# Jangan lupa like, komen, dan Vote.