
### SEBELUM BACA !! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK !!##
🍂🍂🍂
.
Keduanya terdiam.
Saling memandang.
" Pa-pangeran... " Gween terbata, Ia tak tau mengartikan apa-apa.
Pangeran Avery Menghela nafasnya, dan mengecup puncak kepala Gween.
" Tenanglah, Aku hanya ingin memelukmu saja" ujar Pangeran Avery lembut.
Sentuhan itu, membuatnya tak bisa berpikir.
Seakan tersengat listrik
" I-iya " cicitnya,
" Ayo... Aku akan mengantarmu kembali"
🍒🍒🍒🍒
Setelah kepulangannya di Nirwana, Gween kembali ke kediamannya.
" Gween.. " panggil sang Ayah, Panglima Avyram.
" A-ayah... " gumam Gween pelan.
__ADS_1
" Kemari.. dan ikut bersama ayah sekarang " Panglima Avyram membawa Gween bersamanya,
Sebelum itu, Gween telah merubah penampilannya kembali, menjadi putri yang sederhana.
Di sana Gween menangkap sosok lain selain kedua Saudaranya.
" Ayah. . Ada apa? " ujar Gween masih bingung.
" Di istana akan ada undangan perjamuan makan untuk keluarga kita. Nanti malam kita semua akan pergi ke istana Thedors, ibu kalian telah berada di istana. Ini adalah pelayan Kerajaan, mereka membawakan sesuatu untukmu, ambilah" ujar Panglima Avyram memerintahkan putri bungsunya itu.
Di sisi lain, Hellena yang melihat perlakuan spesial dari kerajaan, menatap Gween tak suka.
" Mengapa Gween? Bahkan dia sama sekali belum pernah bertemu anggota kerajaan secara langsung. Seharusnya akulah yang menerima itu, bahkan akulah yang sangat sering berkunjung ke istana" Gumam Hellena menatap Gween sedikit menekan perasaannya.
Iya, Hellena memang sering datang kesana, selain berkunjung, dirinya juga mengikuti pelatihan Putri bangsawan bersama Hera. Dimana seorang guru pembimbing adalah Permaisuri itu sendiri.
Sementara, Gween tidak mengikuti hal tersebut. Ia berhenti di saat dirinya menginjak usia 13 tahun, saat umurnya mulai memahami dan mengerti akan suasana yang ada di sekitarnya.
Hellena! iya, tentu saja saudara perempuan tertuanya itu lah yang menjadi alasannya.
Terkadang Gween berpikir, benar-benar perbuatan yang sangat konyol.
Kenapa kecemburuan dan ke irian tertanam di hati saudaranya tersebut. Sesungguhnya Gween sangatlah menyayangi Hellena, ia selalu menganggapnya sebagai panutan, tpi saat ia berusia 13 tahun, Gween sudah mulai mengerti dan memahami segalanya. Ia bukanlah seorang Putri yang bodoh.
Demi saudaranya bahagia, Gween akan mengalah. Tapi.. Gween memiliki takaran sendiri dalam hal mengalah. Karena ia tidak lah bodoh, selama masih dalam batas kewajaran. Tidak untuk melampaui sesuatu yang merugikan dirinya.
Selama ini, meskipun Gween tak mengikuti ajaran sebagai Putri Bangsawan.
Dirinya selalu mempelajari hal tersebut sendirian, berbagai etiket kerajaan, dan aturan sebagainya, ia telah membacanya. Bahkan, sifat-sifat seorang Putri, dan Prilaku Putri bangsawan yang tak di mengerti siapapun, beda hal dengannya, dirinya telah memplajari dan mengetahuinya.
Gween telah melampaui segala sifat kebaikan dan ketrampilan yang seorang Putri itu sendiri miliki.
__ADS_1
Hanya saja, tak ada yang tau akan hal tersebut.
Gween, menutup ketrampilan dan sifat anggunnya dengan sikap yang berbanding terbalik.
Tentu.. Tentu saja membuat Hellena sangat santai, dan tak terlalu mempermasalahkannya.
Tapi..
Di saat orang kerajaan datang, dan memberi perlakuan khusus kepada Gween yang tak memiliki aturan tersebut, membuat Hellena menggertakkan giginya.
" Baik, aku akan menerimanya " Gween menyambut kotak pemberian dari istana tetsebut.
Dan beberapa pelayan di kediamannyapun, membawa kotak tersebut masuk ke dalam kamarnya.
Setelah pertemuan sore itu, dan sedikit berbincang dengan sang Ayah. Gween saat ini telah membuka isi kotak tersebut.
Di dalamnya terdapat, gaun perempuan yang sangat cantik.
"Sepertinya label gaun ini dari ZBeauty Anggel " gumam Gween dalam hati, ia menatap sebuah label pada gaun tersebut.
Ia, gaun itu pemberian Permaisuri Thedors untuknya.
" Kualitas gaun yang sangat baik, lain dari pada yang lain. Permaisuri memiliki selera yang bagus juga " Gween tersenyum menatap Gaun pemberian tersebut.
" Label Z ini ? Sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana " gumam Gween terlihat seperti sedang memimirkan sesuatu, dan kehilangan ingatannya akan sesuatu yang penting.
" Baiklah, nanti akan kupikirkan lagi. Sebaiknya.. aku harus pergi ke istana. Aku sangat tidak ingin membuat ibu kecewa. Dan juga Ayah " Gween segera beranjak dari tempat duduknya, dan mengenakan gaun pemberian Permaisuri tersebut.
# Harap tinggalkan jejak...
LIKE, COMEN, DAN VOTENYA !
__ADS_1
Terimakasih